alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Merasa Dikorbankan, Mantan Kacab Bank Mega Minta OJK Turun 

DENPASAR, BALI EXPRESS –Mantan Kacab Bank Mega, Meidina Rizzky Prasentari Putri alias Kiky yang turut didakwa membobol dana nasabah Bank Mega sebesar Rp 62 Miliar meminta keadilan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui kuasa hukumnya, Charlie Usfunan, Dewa Ayu Dwi Yanti dan I Made Candra Wirawan, Minggu (11/7), Kiky memohon OJK wilayah Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menginvestigasi sistem Bank Mega. 

“Klien kami merasa dikorbankan dan diperlakukan tidak fair. Klien kami minta OJK turun dan melakukan audit atau investigasi ke Bank Mega,” pinta Charlie Usfunan. 

Charlie meminta OJK membuka data terkait kasus ini secara utuh, termasuk memeriksa nasabah yang uangnya raib. Menurutnya, dalam kasus ini nasabah  yang mendepositokan uangnya mendapat bunga lebih besar dari ketentuan, yakni bunga tambahan 10-12 persen. 

“Kami ingin memastikan, yang dirugikan dalam kasus ini pihak bank atau nasabah? Kalau yang dirugikan nasabah, semestinya nasabah yang melapor, bukan bank,” tegasnya.

Selain itu, Charlie menilai ada kelemahan dalam sistem pengawasan, sehingga terjadi kasus ini. “Kami menduga ada kelalaian pengawasan. Jangan sampai karena bobroknya sistem karyawannya dikorbankan. Kan aneh, kejadian dari 2014 baru terungkap sekarang. Pihak bank harus fair,” tukasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, terdakwa meski menjabat sebagai kepala cabang diduga ada pihak lebih tinggi yang ikut bermain. Pihak-pihak yang belum tersentuh itulah yang harus diusut oleh OJK. 

“Kami akan mengirimkan surat permohonan kepada OJK untuk pengawasan khusus terhadap kasus ini,” beber pengacara yang hobi tinju ini.

Salah satu tugas pokok OJK, imbuh Charlie, melakukan pemeriksaan khusus dan investigasi terhadap penyimpangan di bidang perbankan.  “Untuk itu kami mohon Bank Mega Cabang Gatsu terbuka. Jangan sampai angkanya dibesar-besarkan,” sindirnya.

Dikatakannya, jika benar simpanan nasabah raib akibat fraud atau kecurangan yang dilakukan karyawan atau pejabat bank, maka bank tak bisa menghindar dari tanggung jawab. Hal itu sesuai konsep vicarious liability, yaitu pertanggungjawaban seseorang atas kesalahan orang lain yang ada dalam ruang lingkup atau tanggung jawabnya. Sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 21/2011 tentang OJK.

Dalam dakwaan dijelaskan, terdakwa Kiky bersama Putu Eka Priyana dan I Gede Surya Pratama Putra (berkas terpisah) telah memanipulasi data otentik. Data yang dimanipluasi berupa data nomor handphone milik nasabah di dalam sistem data base Bank Mega, dengan tujuan untuk memindahkan saldo rekening milik nasabah Bank Mega ke rekening penampung uang hasil kejahatan. 


DENPASAR, BALI EXPRESS –Mantan Kacab Bank Mega, Meidina Rizzky Prasentari Putri alias Kiky yang turut didakwa membobol dana nasabah Bank Mega sebesar Rp 62 Miliar meminta keadilan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui kuasa hukumnya, Charlie Usfunan, Dewa Ayu Dwi Yanti dan I Made Candra Wirawan, Minggu (11/7), Kiky memohon OJK wilayah Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menginvestigasi sistem Bank Mega. 

“Klien kami merasa dikorbankan dan diperlakukan tidak fair. Klien kami minta OJK turun dan melakukan audit atau investigasi ke Bank Mega,” pinta Charlie Usfunan. 

Charlie meminta OJK membuka data terkait kasus ini secara utuh, termasuk memeriksa nasabah yang uangnya raib. Menurutnya, dalam kasus ini nasabah  yang mendepositokan uangnya mendapat bunga lebih besar dari ketentuan, yakni bunga tambahan 10-12 persen. 

“Kami ingin memastikan, yang dirugikan dalam kasus ini pihak bank atau nasabah? Kalau yang dirugikan nasabah, semestinya nasabah yang melapor, bukan bank,” tegasnya.

Selain itu, Charlie menilai ada kelemahan dalam sistem pengawasan, sehingga terjadi kasus ini. “Kami menduga ada kelalaian pengawasan. Jangan sampai karena bobroknya sistem karyawannya dikorbankan. Kan aneh, kejadian dari 2014 baru terungkap sekarang. Pihak bank harus fair,” tukasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, terdakwa meski menjabat sebagai kepala cabang diduga ada pihak lebih tinggi yang ikut bermain. Pihak-pihak yang belum tersentuh itulah yang harus diusut oleh OJK. 

“Kami akan mengirimkan surat permohonan kepada OJK untuk pengawasan khusus terhadap kasus ini,” beber pengacara yang hobi tinju ini.

Salah satu tugas pokok OJK, imbuh Charlie, melakukan pemeriksaan khusus dan investigasi terhadap penyimpangan di bidang perbankan.  “Untuk itu kami mohon Bank Mega Cabang Gatsu terbuka. Jangan sampai angkanya dibesar-besarkan,” sindirnya.

Dikatakannya, jika benar simpanan nasabah raib akibat fraud atau kecurangan yang dilakukan karyawan atau pejabat bank, maka bank tak bisa menghindar dari tanggung jawab. Hal itu sesuai konsep vicarious liability, yaitu pertanggungjawaban seseorang atas kesalahan orang lain yang ada dalam ruang lingkup atau tanggung jawabnya. Sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 21/2011 tentang OJK.

Dalam dakwaan dijelaskan, terdakwa Kiky bersama Putu Eka Priyana dan I Gede Surya Pratama Putra (berkas terpisah) telah memanipulasi data otentik. Data yang dimanipluasi berupa data nomor handphone milik nasabah di dalam sistem data base Bank Mega, dengan tujuan untuk memindahkan saldo rekening milik nasabah Bank Mega ke rekening penampung uang hasil kejahatan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/