alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

ST Banjar Anggas Sari Tangkap Peluang Bisnis Minyak Jelantah

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Kebanyakan masyarakat sampai saat ini hanya membuang minyak jelantah. Melihat kondisi ini, Sekaa Teruna Yowana Werdhi Sentana (STYWS), Banjar Anggas Sari, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung berinisiatif membeli minyak jelantah untuk diolah menjadi biodiesel.

Ketua STYWS Kadek Rocky Jakakomara mengatakan, minyak jelantah menjadi bahan bakar terbarukan merupakan program pertama yang dilaksanakan oleh pengurus STYWS kepengurusan 2021-2026. Memang dalam program ini, pihaknya belum dapat mengolah sendiri minyak jelantah tersebut. Melainkan bekerja sama dengan organisasi Sinar Bali Menghijau yang berlokasi di Jakarta. “Kami mengumpulkan minyak jelantah dari warga di Kuta Selatan khususnya dari ibu-ibu rumah tangga, kami kumpulkan setiap sebulan sekali kemudian akan dikirim ke Jakarta untuk diolah kembali,” ujar Jakakomara saat dikonfirmasi Rabu (11/8).

Jakakomara mengungkapkan,  satu liter minyak jelantah dibeli Rp 3.000. “Kami menjemput minyak jelantah ke rumah-rumah yang sebelumnya sudah menghubungi kami.” Ujarnya.

Menurutnya, selain untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, melalui program ini diharapkan mampu memberikan kesadaran bahwa minyak jelantah tersebut tidak baik untuk kesehatan. “Kami tertarik untuk melaksanakan program kerja ini, karena melihat ibu-ibu rumah tangga yang membuang minyak jelantah secara sembarangan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan. Selain itu banyak juga yang menggunakan minyak secara berulang kali tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan keluarga,” jelasnya.

Jakakomara berharap, melalui program ini dapat mengaktifkan kembali kegiatan STYWS yang sempat tertunda akibat dampak dari pandemi Covid-19. Tentunya dalam pelaksanaan program dilakukan dengan penerapan prokes yang ketat. (esa)

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS- Kebanyakan masyarakat sampai saat ini hanya membuang minyak jelantah. Melihat kondisi ini, Sekaa Teruna Yowana Werdhi Sentana (STYWS), Banjar Anggas Sari, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung berinisiatif membeli minyak jelantah untuk diolah menjadi biodiesel.

Ketua STYWS Kadek Rocky Jakakomara mengatakan, minyak jelantah menjadi bahan bakar terbarukan merupakan program pertama yang dilaksanakan oleh pengurus STYWS kepengurusan 2021-2026. Memang dalam program ini, pihaknya belum dapat mengolah sendiri minyak jelantah tersebut. Melainkan bekerja sama dengan organisasi Sinar Bali Menghijau yang berlokasi di Jakarta. “Kami mengumpulkan minyak jelantah dari warga di Kuta Selatan khususnya dari ibu-ibu rumah tangga, kami kumpulkan setiap sebulan sekali kemudian akan dikirim ke Jakarta untuk diolah kembali,” ujar Jakakomara saat dikonfirmasi Rabu (11/8).

Jakakomara mengungkapkan,  satu liter minyak jelantah dibeli Rp 3.000. “Kami menjemput minyak jelantah ke rumah-rumah yang sebelumnya sudah menghubungi kami.” Ujarnya.

Menurutnya, selain untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, melalui program ini diharapkan mampu memberikan kesadaran bahwa minyak jelantah tersebut tidak baik untuk kesehatan. “Kami tertarik untuk melaksanakan program kerja ini, karena melihat ibu-ibu rumah tangga yang membuang minyak jelantah secara sembarangan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan. Selain itu banyak juga yang menggunakan minyak secara berulang kali tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan keluarga,” jelasnya.

Jakakomara berharap, melalui program ini dapat mengaktifkan kembali kegiatan STYWS yang sempat tertunda akibat dampak dari pandemi Covid-19. Tentunya dalam pelaksanaan program dilakukan dengan penerapan prokes yang ketat. (esa)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/