alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Investor Naik 94,83 Persen, Transaksi Saham Capai Rp 46,9 Triliun di Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di tahun 2021, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan (saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya) di Bali sebanyak 148.270 investor atau bertumbuh sebesar 69.653 investor baru atau 89 persen dari tahun sebelumnya (year to date/ytd). Begitu juga jumlah investor saham di Bali tahun 2021, tercatat sebanyak 75.392 investor atau bertumbuh sebesar 36.695 investor baru atau 94,83 persen dari tahun sebelumnya (ytd).

“Ini jika dilihat dari pertumbuhan investor baru (saham) setiap bulannya, secara year on year (yoy) di tahun 2021 mengalami pertumbuhan 119 persen. Perkembangannya memang sangat tinggi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali, I Gusti Agus Andiyasa, Kamis (13/1).

Sepanjang tahun 2021, total transaksi saham di Bali sudah mencapai kurang lebih Rp 46,9 triliun. Jumlah ini sudah mencapai 191 persen dari total transaksi saham di tahun 2020 sebelumnya atau meningkat 91 persen secara ytd.

Baca Juga :  Taman Ujung; Balai Kapal untuk Prewedding, Meditasi di Balai Gili

“Untuk sebaran wilayah investornya, tertinggi ada di Denpasar sebesar 41 persen. Kemudian disusul Badung 18 persen, Gianyar 10 persen, Buleleng 9 persen, Tabanan 8 persen, Karangasem dan Jembrana 4 persen, Bangli dan Klungkung 3 persen,” bebernya.

Para investor ini, mulai dari pegawai swasta, pelajar, pegawai negeri, ibu rumah tangga, TNI/Polri, guru, hingga pensiunan. Dengan rentang usia terbanyak yakni usia 18-25 tahun sebesar 38 persen, usia 26-30 tahun dan 31-40 tahun masing-masing sebesar 22 persen, dan usia 41-100 tahun sebesar 18 persen.

Lebih lanjut, Agus memprediksi investor pasar modal di Bali akan kian bertambah. Hal ini lantaran masyarakat mulai melek secara finansial dan didukung perkembangan teknologi. “Kami optimis di tahun 2022 antusiasme masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia akan semakin meningkat, seiring pulihnya perekonomian global dan Indonesia, serta kinerja pasar modal yang baik di tahun 2021,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di tahun 2021, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan (saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya) di Bali sebanyak 148.270 investor atau bertumbuh sebesar 69.653 investor baru atau 89 persen dari tahun sebelumnya (year to date/ytd). Begitu juga jumlah investor saham di Bali tahun 2021, tercatat sebanyak 75.392 investor atau bertumbuh sebesar 36.695 investor baru atau 94,83 persen dari tahun sebelumnya (ytd).

“Ini jika dilihat dari pertumbuhan investor baru (saham) setiap bulannya, secara year on year (yoy) di tahun 2021 mengalami pertumbuhan 119 persen. Perkembangannya memang sangat tinggi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali, I Gusti Agus Andiyasa, Kamis (13/1).

Sepanjang tahun 2021, total transaksi saham di Bali sudah mencapai kurang lebih Rp 46,9 triliun. Jumlah ini sudah mencapai 191 persen dari total transaksi saham di tahun 2020 sebelumnya atau meningkat 91 persen secara ytd.

Baca Juga :  Bisa Dicoba, Wisata Kuda di Bantaran Sungai Taman Pancing

“Untuk sebaran wilayah investornya, tertinggi ada di Denpasar sebesar 41 persen. Kemudian disusul Badung 18 persen, Gianyar 10 persen, Buleleng 9 persen, Tabanan 8 persen, Karangasem dan Jembrana 4 persen, Bangli dan Klungkung 3 persen,” bebernya.

Para investor ini, mulai dari pegawai swasta, pelajar, pegawai negeri, ibu rumah tangga, TNI/Polri, guru, hingga pensiunan. Dengan rentang usia terbanyak yakni usia 18-25 tahun sebesar 38 persen, usia 26-30 tahun dan 31-40 tahun masing-masing sebesar 22 persen, dan usia 41-100 tahun sebesar 18 persen.

Lebih lanjut, Agus memprediksi investor pasar modal di Bali akan kian bertambah. Hal ini lantaran masyarakat mulai melek secara finansial dan didukung perkembangan teknologi. “Kami optimis di tahun 2022 antusiasme masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia akan semakin meningkat, seiring pulihnya perekonomian global dan Indonesia, serta kinerja pasar modal yang baik di tahun 2021,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru