alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Bunga dan Cokelat Identik Saat Valentine, Kondom Biasanya Diburu Malam-Malam

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hari Valentine menjadi momen spesial bagi masyarakat, khususnya bagi kaum muda-mudi yang tengah dimabuk asmara. Umumnya, momen ini ditandai dengan adanya pemberian bunga dan cokelat untuk orang tersayang. Hal ini, tentunya membuat penjualan bunga dan cokelat mengalami peningkatan. Namun uniknya, selain bunga dan cokelat, pembelian kondom juga dikatakan meningkat saat valentine.

 

Hal ini diakui salah satu pegawai toko modern di Hayam Wuruk yang tak mau disebutkan namanya. Menurut dia, kendati tak bisa menyebutkan angka pastinya, penjualan kondom pasti meningkat di Hari Valentine. Yang biasanya sehari laku satu sampai dua kotak, di Hari Valentine bisa berkali-kali lipat. Umumnya, remaja usia kuliahan datang ke toko untuk membeli kondom. “Berapa yang terjual, saya kurang tahu karena sudah ganti shift. Tapi biasanya mereka belinya malem-malem,” terangnya saat diwawancarai Minggu (13/2).

 

Senada, pemilik toko modern di Denpasar, Arie mengaku, biasanya jelang Valentine ia khusus menyetok kondom dan cokelat. Meski tak banyak-banyak, ada saja pembeli yang mencari dua barang tersebut. Sebab biasanya, pembeli kondom dalam seminggunya bisa dihitung dengan jari. “Mereka nyarinya malu-malu, ambil ciki-ciki dulu, ambil minum, baru ujung-ujungnya nanya ada kondom nggak,” jelasnya diiringi tawa.

 

Sementara itu, bunga dan cokelat yang biasanya laris di Hari Valentine, sejak pandemi Covid-19, perlahan minat masyarakat membeli hadiah, khususnya bunga, menjadi berkurang. Alasannya, tentu saja lantaran daya beli masyarakat yang masih belum stabil. Ini diakui Lita, salah seorang penjual bunga di Jalan Sutoyo.

 

Menurut Lita, euforia di hari valentine tahun ini menurun. Biasanya, orang-orang mulai memesan buket bunga H-1 Hari Valentine dan akan menjemputnya di Hari Valentine. “Tapi kita juga belum tahu, ada peningkatan atau tidak, itu dilihat besok (hari ini). Cuma euforianya memang berkurang sih,” jelasnya.

 

Pembelinya, didominasi muda-mudi yang hendak menjualnya kembali menjadi buket bunga. Bunga yang paling banyak dibeli yakni bunga mawar merah. “Sekarang kan banyak di instagram yang jualan buket bunga, mereka belinya di kita, nanti dirakit sendiri, dijual,” ungkapnya.

 

Tahun lalu, Lita mengaku, penjualan bisa meningkat sampai 70 persen. Untuk harga buket bunganya sendiri bervariatif, tergantung permintaan pembeli. “Biasanya mereka beli yang Rp 75 ribu, tergantung bajet mereka saja sih,” kata dia.

 

Pedagang bunga lainnya, Rajif mengatakan, sampai sehari sebelum valentine, ia baru menerima 1 pesanan buket. Padahal biasanya, pesanan buket mulai ramai sehari sebelum valentine. “Memang sepi, biasanya sudah ramai saja. Kata pegawai lainnya, biasa Jalan Sutoyo ini macet karena banyak yang beli bunga. Sekarang masih lowong gini,” tuturnya.

 

Selain itu, saat Valentine, harga bunga, khususnya bunga mawar, akan mengalami peningkatan. Rajif menyebut, kenaikan sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. “Biasanya saya jual Rp 3 ribu setangkai, pas Valentine naik nadi Rp 5 ribu. Jadi khusus Valentine memang biasa naik,” bebernya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hari Valentine menjadi momen spesial bagi masyarakat, khususnya bagi kaum muda-mudi yang tengah dimabuk asmara. Umumnya, momen ini ditandai dengan adanya pemberian bunga dan cokelat untuk orang tersayang. Hal ini, tentunya membuat penjualan bunga dan cokelat mengalami peningkatan. Namun uniknya, selain bunga dan cokelat, pembelian kondom juga dikatakan meningkat saat valentine.

 

Hal ini diakui salah satu pegawai toko modern di Hayam Wuruk yang tak mau disebutkan namanya. Menurut dia, kendati tak bisa menyebutkan angka pastinya, penjualan kondom pasti meningkat di Hari Valentine. Yang biasanya sehari laku satu sampai dua kotak, di Hari Valentine bisa berkali-kali lipat. Umumnya, remaja usia kuliahan datang ke toko untuk membeli kondom. “Berapa yang terjual, saya kurang tahu karena sudah ganti shift. Tapi biasanya mereka belinya malem-malem,” terangnya saat diwawancarai Minggu (13/2).

 

Senada, pemilik toko modern di Denpasar, Arie mengaku, biasanya jelang Valentine ia khusus menyetok kondom dan cokelat. Meski tak banyak-banyak, ada saja pembeli yang mencari dua barang tersebut. Sebab biasanya, pembeli kondom dalam seminggunya bisa dihitung dengan jari. “Mereka nyarinya malu-malu, ambil ciki-ciki dulu, ambil minum, baru ujung-ujungnya nanya ada kondom nggak,” jelasnya diiringi tawa.

 

Sementara itu, bunga dan cokelat yang biasanya laris di Hari Valentine, sejak pandemi Covid-19, perlahan minat masyarakat membeli hadiah, khususnya bunga, menjadi berkurang. Alasannya, tentu saja lantaran daya beli masyarakat yang masih belum stabil. Ini diakui Lita, salah seorang penjual bunga di Jalan Sutoyo.

 

Menurut Lita, euforia di hari valentine tahun ini menurun. Biasanya, orang-orang mulai memesan buket bunga H-1 Hari Valentine dan akan menjemputnya di Hari Valentine. “Tapi kita juga belum tahu, ada peningkatan atau tidak, itu dilihat besok (hari ini). Cuma euforianya memang berkurang sih,” jelasnya.

 

Pembelinya, didominasi muda-mudi yang hendak menjualnya kembali menjadi buket bunga. Bunga yang paling banyak dibeli yakni bunga mawar merah. “Sekarang kan banyak di instagram yang jualan buket bunga, mereka belinya di kita, nanti dirakit sendiri, dijual,” ungkapnya.

 

Tahun lalu, Lita mengaku, penjualan bisa meningkat sampai 70 persen. Untuk harga buket bunganya sendiri bervariatif, tergantung permintaan pembeli. “Biasanya mereka beli yang Rp 75 ribu, tergantung bajet mereka saja sih,” kata dia.

 

Pedagang bunga lainnya, Rajif mengatakan, sampai sehari sebelum valentine, ia baru menerima 1 pesanan buket. Padahal biasanya, pesanan buket mulai ramai sehari sebelum valentine. “Memang sepi, biasanya sudah ramai saja. Kata pegawai lainnya, biasa Jalan Sutoyo ini macet karena banyak yang beli bunga. Sekarang masih lowong gini,” tuturnya.

 

Selain itu, saat Valentine, harga bunga, khususnya bunga mawar, akan mengalami peningkatan. Rajif menyebut, kenaikan sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu. “Biasanya saya jual Rp 3 ribu setangkai, pas Valentine naik nadi Rp 5 ribu. Jadi khusus Valentine memang biasa naik,” bebernya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/