alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Indeks NTP Bali Naik 0,68 November 2021

DENPASAR, BALI EXPRESS – Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali November 2021 sebesar 94,03 atau naik 0,68 persen dibanding kondisi bulan sebelumnya. Kenaikan indeks NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,02 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,35 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya menjelaskan, Indeks NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” katanya, Minggu (12/12).

Sementara itu, Indeks NTP periode Januari sampai November 2021 Provinsi Bali tercatat 92,67 dengan nilai It sebesar 99,61 dan Ib sebesar 107,50. Nilai ini mengalami penurunan 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Secara Nasional, indeks NTP tercatat sebesar 107,18 atau naik 0,49 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada November 2021, Indeks NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (2,72 persen) dibandingkan kenaikan indeks NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, Indeks NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan paling dalam (-0,81 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Kemudian, dilihat dari Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Bali, pada bulan November 2021 terjadi kenaikan sebesar 0,39 persen. “Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Bali November 2021 sebesar 93,45 atau naik 0,78 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” ungkapnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali November 2021 sebesar 94,03 atau naik 0,68 persen dibanding kondisi bulan sebelumnya. Kenaikan indeks NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,02 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,35 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya menjelaskan, Indeks NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” katanya, Minggu (12/12).

Sementara itu, Indeks NTP periode Januari sampai November 2021 Provinsi Bali tercatat 92,67 dengan nilai It sebesar 99,61 dan Ib sebesar 107,50. Nilai ini mengalami penurunan 1,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Secara Nasional, indeks NTP tercatat sebesar 107,18 atau naik 0,49 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada November 2021, Indeks NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (2,72 persen) dibandingkan kenaikan indeks NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, Indeks NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan paling dalam (-0,81 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Kemudian, dilihat dari Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Bali, pada bulan November 2021 terjadi kenaikan sebesar 0,39 persen. “Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Bali November 2021 sebesar 93,45 atau naik 0,78 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” ungkapnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/