alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jika Omicron Beri Pengaruh Besar, Pertumbuhan Ekonomi Bali Diperkirakan 5,2-5,3 Persen Tahun 2022

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali akan berkisar sekitar 5,2 persen sampai 5,3 persen, jika Covid-19 varian Omicron ini memberikan dampak yang cukup signifikan. Sebelumnya, Bank Indonesia masih memproyeksi bahwa tahun 2022 ekonomi Bali tumbuh sekitar 5,2 persen sampai 6,2 persen.

“Kalaupun ini berdampak, itu namanya bias bawah, jadi perkiraan 5,2 persen sampai 6,2 persen turun sekitar 5,2 persen sampai 5,3 persen. Jadi tidak lagi more than six. Tapi ini kan belum tahu, karena baru sebulan, bahkan Februari masih awal. Varian ini kan mild ya, jadi OTG dan isoman lima hari sudah negatif lagi. Itu, jadi lebih kepada bias bawah,” jelasnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho, Senin (14/2).

Tentunya, dia menambahkan, agar antusiasme positif, rasa optimis Bali bangkit, harus tetap didorong. Sebab, pada 3 Februari lalu Bali telah menerima wisatawan mancanegara (wisman) asal Jepang secara langsung, sekaligus menandai dibukanya kembali pintu pariwisata internasional. “Ini sebagai awal, karena nanti sekitar 16 Februari saya dengar dari rekan-rekan pariwisata (penumpangnya) sekitar 60 sampai lebih, bahkan target mungkin bisa sampai 200-an orang. Semoga ini tercapai dan bisa mendarat dengan aman,” katanya.

Aspek-aspek inilah, yang diharapkan dapat mendorong wisman lain untuk datang dan membangkitkan kembali Bali. Terpenting, ia menegaskan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan secara ketat.

“Kemarin pertumbuhan ekonomi Bali, quarter 4 tahun lalu kan positif 0,51 persen. Artinya ini sudah ada pergerakan dari tahun lalu. Tahun lalu, 2020 minus 9,31 persen, sekarang sudah negatif kecil, 2,47 persen. Kita ingin 2022 lebih positif lagi,” harapnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali akan berkisar sekitar 5,2 persen sampai 5,3 persen, jika Covid-19 varian Omicron ini memberikan dampak yang cukup signifikan. Sebelumnya, Bank Indonesia masih memproyeksi bahwa tahun 2022 ekonomi Bali tumbuh sekitar 5,2 persen sampai 6,2 persen.

“Kalaupun ini berdampak, itu namanya bias bawah, jadi perkiraan 5,2 persen sampai 6,2 persen turun sekitar 5,2 persen sampai 5,3 persen. Jadi tidak lagi more than six. Tapi ini kan belum tahu, karena baru sebulan, bahkan Februari masih awal. Varian ini kan mild ya, jadi OTG dan isoman lima hari sudah negatif lagi. Itu, jadi lebih kepada bias bawah,” jelasnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho, Senin (14/2).

Tentunya, dia menambahkan, agar antusiasme positif, rasa optimis Bali bangkit, harus tetap didorong. Sebab, pada 3 Februari lalu Bali telah menerima wisatawan mancanegara (wisman) asal Jepang secara langsung, sekaligus menandai dibukanya kembali pintu pariwisata internasional. “Ini sebagai awal, karena nanti sekitar 16 Februari saya dengar dari rekan-rekan pariwisata (penumpangnya) sekitar 60 sampai lebih, bahkan target mungkin bisa sampai 200-an orang. Semoga ini tercapai dan bisa mendarat dengan aman,” katanya.

Aspek-aspek inilah, yang diharapkan dapat mendorong wisman lain untuk datang dan membangkitkan kembali Bali. Terpenting, ia menegaskan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan secara ketat.

“Kemarin pertumbuhan ekonomi Bali, quarter 4 tahun lalu kan positif 0,51 persen. Artinya ini sudah ada pergerakan dari tahun lalu. Tahun lalu, 2020 minus 9,31 persen, sekarang sudah negatif kecil, 2,47 persen. Kita ingin 2022 lebih positif lagi,” harapnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/