alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Momentum Optimisme Konsumen Bali Tertahan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Survei Konsumen Bank Indonesia Februari 2022 mengindikasikan momentum pemulihan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi di Provinsi Bali tertahan.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho menjabarkan, setelah pada Januari 2022 berada pada area optimis (105,9), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali tercatat sebesar 97,25 pada Februari 2022. Melemahnya optimisme konsumen di Bali searah dengan tren yang berlangsung di tingkat nasional di mana IKK nasional pada Februari 2022 sebesar 113,1, lebih rendah dibandingkan 119,6 pada Januari 2022.

 

“Tertahannya keyakinan konsumen ditengarai akibat penurunan aktivitas ekonomi masyarakat seiring dengan peningkatan penyebaran varian Omicron Covid-19 sejak Januari 2022. Di samping itu, berkurangnya aktivitas pariwisata pasca periode libur Natal dan tahun baru turut menahan optimisme konsumen di Februari 2022,” jelasnya, Senin (14/3).

 

Namun demikian, tingkat vaksinasi dosis kedua di Bali yang saat ini sudah mencapai di atas 90 persen, tren penurunan kasus Covid-19 pada Maret ini, serta risiko penularan Covid-19 di sebagian besar Kabupaten yang terjaga pada tingkat yang rendah diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi ekonomi Bali ke depannya.

 

Lebih lanjut Bank Indonesia mencatat Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) di Provinsi Bali pada Februari 2022 sebesar 81, melemah dibandingkan 89 pada Januari 2022. Pelemahan tersebut didorong oleh persepsi masyarakat akan kondisi penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja yang belum sesuai dengan yang diharapkan.

 

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tercermin pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di Provinsi Bali terjaga pada level optimis dengan indeks sebesar 113,5, walaupun menurun dibandingkan pada Januari 2022 sebesar 122,8. “Penurunan ekspektasi konsumen tersebut disebabkan oleh melemahnya perkiraan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha enam bulan yang akan datang,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Survei Konsumen Bank Indonesia Februari 2022 mengindikasikan momentum pemulihan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi di Provinsi Bali tertahan.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho menjabarkan, setelah pada Januari 2022 berada pada area optimis (105,9), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi Bali tercatat sebesar 97,25 pada Februari 2022. Melemahnya optimisme konsumen di Bali searah dengan tren yang berlangsung di tingkat nasional di mana IKK nasional pada Februari 2022 sebesar 113,1, lebih rendah dibandingkan 119,6 pada Januari 2022.

 

“Tertahannya keyakinan konsumen ditengarai akibat penurunan aktivitas ekonomi masyarakat seiring dengan peningkatan penyebaran varian Omicron Covid-19 sejak Januari 2022. Di samping itu, berkurangnya aktivitas pariwisata pasca periode libur Natal dan tahun baru turut menahan optimisme konsumen di Februari 2022,” jelasnya, Senin (14/3).

 

Namun demikian, tingkat vaksinasi dosis kedua di Bali yang saat ini sudah mencapai di atas 90 persen, tren penurunan kasus Covid-19 pada Maret ini, serta risiko penularan Covid-19 di sebagian besar Kabupaten yang terjaga pada tingkat yang rendah diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi ekonomi Bali ke depannya.

 

Lebih lanjut Bank Indonesia mencatat Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) di Provinsi Bali pada Februari 2022 sebesar 81, melemah dibandingkan 89 pada Januari 2022. Pelemahan tersebut didorong oleh persepsi masyarakat akan kondisi penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja yang belum sesuai dengan yang diharapkan.

 

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tercermin pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di Provinsi Bali terjaga pada level optimis dengan indeks sebesar 113,5, walaupun menurun dibandingkan pada Januari 2022 sebesar 122,8. “Penurunan ekspektasi konsumen tersebut disebabkan oleh melemahnya perkiraan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha enam bulan yang akan datang,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/