alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Investasi Terkontraksi, Lapangan Usaha Utama Turun

DENPASAR, BALI EXPRESS – Secara umum, pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan terhadap sektor perekonomian di Bali. Lantaran sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali terhenti selama wabah korona melanda.

Dipengaruhi kondisi tersebut, seperti dikatakan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho, kinerja investasi juga mengalami kontraksi yang dalam. “Hal ini sebagaimana tercermin pada skala likert investasi responden kami yang tercatat sebesar -0,13 pada triwulan II 2020,” jelasnya, Selasa (14/7).

Tercatat, angka kontraksi, dari 6,45 persen (yoy) pada triwulan 1 2020 menjadi 10,25 persen (yoy) pada triwulan II 2020. Begitu pula dari sisi penawaran, hasil tracking menunjukkan penurunan kinerja lapangan usaha utama.

Yang pertama, sektor akomodasi makan minum (akmamin) terkontraksi seiring dengan kontraksi kunjungan wisman dan wisdom. Hal ini tercermin pada kontraksi jumlah kedatangan penumpang internasional periode 1 Januari 2020 sampai dengan 2 Juli 2020 yang tercatat -62,67 persen (yoy). Demikian pula kontraksi kedatangan penumpang domestik periode 1 Januari 2020 sampai dengan 2 Juli 2020 tercatat -55,67 persen (yoy).

Kedua, dari kinerja sektor perdagangan menurun. Hasil SPE menunjukkan pertumbuhan total penjualan negatif pada triwulan II (April-Mei) 2020, menurun dibanding triwulan 1 2020. Pendaftaraan kendaraan baru (motor dan mobil) juga tumbuh negatif pada triwulan I (April) 2020, menurun dibanding triwulan I 2020.

Ketiga, sektor pertanian diperkirakan masih tumbuh positif. Harga gabah kering giling di tingkat petani tumbuh 11,24 persen (yoy), dan di tingkat penggilingan tumbuh 24,36 persen. Keempat, lapangan usaha konstruksi terkontraksi. Penjualan semen juga tumbuh negatif pada triwulan II (April) 2020, lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.

Lebih lanjut Trisno menyebutkan terkait inflasi Bali pada Juni 2020 tercatat 0,11 % (mtm) atau 2,18 persen (yoy). “Inflasi tahunan Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 1,96 persen (yoy). Berdasarkan disagregasinya, inflasi bulanan disebabkan oleh core inflation. Sementara volatile food dan administered price tercatat mengalami deflasi,” tambahnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Secara umum, pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan terhadap sektor perekonomian di Bali. Lantaran sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali terhenti selama wabah korona melanda.

Dipengaruhi kondisi tersebut, seperti dikatakan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho, kinerja investasi juga mengalami kontraksi yang dalam. “Hal ini sebagaimana tercermin pada skala likert investasi responden kami yang tercatat sebesar -0,13 pada triwulan II 2020,” jelasnya, Selasa (14/7).

Tercatat, angka kontraksi, dari 6,45 persen (yoy) pada triwulan 1 2020 menjadi 10,25 persen (yoy) pada triwulan II 2020. Begitu pula dari sisi penawaran, hasil tracking menunjukkan penurunan kinerja lapangan usaha utama.

Yang pertama, sektor akomodasi makan minum (akmamin) terkontraksi seiring dengan kontraksi kunjungan wisman dan wisdom. Hal ini tercermin pada kontraksi jumlah kedatangan penumpang internasional periode 1 Januari 2020 sampai dengan 2 Juli 2020 yang tercatat -62,67 persen (yoy). Demikian pula kontraksi kedatangan penumpang domestik periode 1 Januari 2020 sampai dengan 2 Juli 2020 tercatat -55,67 persen (yoy).

Kedua, dari kinerja sektor perdagangan menurun. Hasil SPE menunjukkan pertumbuhan total penjualan negatif pada triwulan II (April-Mei) 2020, menurun dibanding triwulan 1 2020. Pendaftaraan kendaraan baru (motor dan mobil) juga tumbuh negatif pada triwulan I (April) 2020, menurun dibanding triwulan I 2020.

Ketiga, sektor pertanian diperkirakan masih tumbuh positif. Harga gabah kering giling di tingkat petani tumbuh 11,24 persen (yoy), dan di tingkat penggilingan tumbuh 24,36 persen. Keempat, lapangan usaha konstruksi terkontraksi. Penjualan semen juga tumbuh negatif pada triwulan II (April) 2020, lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.

Lebih lanjut Trisno menyebutkan terkait inflasi Bali pada Juni 2020 tercatat 0,11 % (mtm) atau 2,18 persen (yoy). “Inflasi tahunan Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 1,96 persen (yoy). Berdasarkan disagregasinya, inflasi bulanan disebabkan oleh core inflation. Sementara volatile food dan administered price tercatat mengalami deflasi,” tambahnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/