alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Store Ditutup, Pengusaha Ritel Harapkan Ada Insentif

DENPASAR, BALI EXPRESS – Langkah-langkah pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dinilai akan bisa didukung sepanjang ada solusi bagi masyarakat. Selama ini pemerintah berusaha mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga diharapkan dengan begitu dapat memutus mata rantai Covid-19. Tapi di sisi lain masyarakat jika tidak bekerja jadi tidak bisa makan.

Untuk itu, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, Agung Agra Putra, agar pemerintah bisa memberikan solusi bagi masyarakat berupa insentif.

“Sektor non-esensial kami untuk ritel ada fesyen dan peralatan rumah tangga, seperti Matahari Departement Store, Sogo, Mitra Adi Perkasa, Ramayana, Ace Hardware. Itu kurang lebih ada lima brand yang jadi member Aprindo, nah ini karena ditutup, karyawan tidak bekerja, ini yang mengurangi pendapatan mereka,” katanya saat dihubungi, Selasa (13/7).

Diakuinya, pihaknya di Aprindo mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain untuk mengurangi mobilitas, dari masyarakat atau pelaku usaha harus ada support juga agar dapat bertahan selama pandemi atau minimal saat PPKM darurat ini. “Misalnya bagi masyarakat pemenuhan hidup mereka bisa dijamin pemerintah. Sedangkan bagi pelaku usaha agar diberi insentif untuk dapat mengurangi beban usahanya,” terangnya.

Mengenai solusi insentif itu, telah sejak dulu disarankan ke pemerintah. Sebab, dengan begitu barulah dirasa mobilitas masyarakat dapat dikurangi. Karena sepanjang solusi berupa insentif tidak dipenuhi, maka masyarakat akan ‘berontak’ mengingat mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Kami harap PPKM ini tidak diperpanjang. Kalau diperpanjang, pengusaha tidak beroperasi, para pekerja pun akan kehilangan pendapatan. Kalaupun ini harus diperpanjang tentu harus ada insentif atau support bagi perusahaan atau pekerja,” katanya.(ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Langkah-langkah pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dinilai akan bisa didukung sepanjang ada solusi bagi masyarakat. Selama ini pemerintah berusaha mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga diharapkan dengan begitu dapat memutus mata rantai Covid-19. Tapi di sisi lain masyarakat jika tidak bekerja jadi tidak bisa makan.

Untuk itu, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, Agung Agra Putra, agar pemerintah bisa memberikan solusi bagi masyarakat berupa insentif.

“Sektor non-esensial kami untuk ritel ada fesyen dan peralatan rumah tangga, seperti Matahari Departement Store, Sogo, Mitra Adi Perkasa, Ramayana, Ace Hardware. Itu kurang lebih ada lima brand yang jadi member Aprindo, nah ini karena ditutup, karyawan tidak bekerja, ini yang mengurangi pendapatan mereka,” katanya saat dihubungi, Selasa (13/7).

Diakuinya, pihaknya di Aprindo mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain untuk mengurangi mobilitas, dari masyarakat atau pelaku usaha harus ada support juga agar dapat bertahan selama pandemi atau minimal saat PPKM darurat ini. “Misalnya bagi masyarakat pemenuhan hidup mereka bisa dijamin pemerintah. Sedangkan bagi pelaku usaha agar diberi insentif untuk dapat mengurangi beban usahanya,” terangnya.

Mengenai solusi insentif itu, telah sejak dulu disarankan ke pemerintah. Sebab, dengan begitu barulah dirasa mobilitas masyarakat dapat dikurangi. Karena sepanjang solusi berupa insentif tidak dipenuhi, maka masyarakat akan ‘berontak’ mengingat mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Kami harap PPKM ini tidak diperpanjang. Kalau diperpanjang, pengusaha tidak beroperasi, para pekerja pun akan kehilangan pendapatan. Kalaupun ini harus diperpanjang tentu harus ada insentif atau support bagi perusahaan atau pekerja,” katanya.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/