alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Hotel-hotel di Bali Mulai Pasang Paket Promo Liburan Nataru

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati animo wisatawan untuk berwisata menurun karena adanya kebijakan yang mengatur soal libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pelaku pariwisata tetap antusias menyambut perayaan Nataru. Salah satunya dengan menyediakan paket-paket promo liburan akhir tahun. Hal ini rutin berlaku setiap akhir tahun, sebab umumnya wisatawan menghabiskan akhir tahunnya untuk liburan.

“Tentunya teman-teman hotel yang beroperasi akan mengambil kesempatan Nataru ini untuk mengejar bisnis akhir tahun. Promo-promo spesial kamar sudah mulai dikeluarkan, mengingat SE Inmemdagri Nomor 66 yang mengatur periode Nataru 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 sudah terbit. Kami berharap promo ini didukung oleh airlines juga sehingga dapat menjadikan destinasi Bali lebih hidup,” ujar Fransiska Handoko, ketua wanita pertama Bali Hotel Association, yang baru saja dilantik untuk periode 2022, Senin (13/12).

Salah satu paket promo yang diberikan pihak-pihak hotel yakni penurunan harga menginap. Yang mana, pihak BHA memberikan kebijakan ini kepada pengelola hotel masing-masing. “Soal harga kami kembalikan ke masing-masing hotel sesuai dengan masing-masing policy-nya. Karena kami asosiasi tidak memiliki otoritas mengenai harga jual, kami hanya dapat mengimbau agar tidak terjadinya perang harga,” kata dia.

Pihaknya pun menekankan, agar para wisatawan tak khawatir untuk menikmati liburan di Bali. Sebab, setiap hotel di Bali kini sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tersertifikasi CHSE.

Pihaknya hingga saat ini belum mendapat informasi terbaru terkait total paket promo Nataru yang terjual di setiap hotel. Namun, Fransiska berharap setiap hotel bisa mendapatkan tamu wisatawan domestik (wisdom) secara merata. “Saya harap semua hotel dapat tamu secara merata, tentunya ini agar sama-sama bisa survive,” terangnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, Bali tidak bisa hidup hanya dari wisdom saja. Kedatangan wisdom ke Bali tidak cukup untuk pelaku pariwisata bertahan. “Kami tetap sangat berharap agar policy open border Bali segera dapat direvisi untuk menyelamatkan ekonomi,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati animo wisatawan untuk berwisata menurun karena adanya kebijakan yang mengatur soal libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pelaku pariwisata tetap antusias menyambut perayaan Nataru. Salah satunya dengan menyediakan paket-paket promo liburan akhir tahun. Hal ini rutin berlaku setiap akhir tahun, sebab umumnya wisatawan menghabiskan akhir tahunnya untuk liburan.

“Tentunya teman-teman hotel yang beroperasi akan mengambil kesempatan Nataru ini untuk mengejar bisnis akhir tahun. Promo-promo spesial kamar sudah mulai dikeluarkan, mengingat SE Inmemdagri Nomor 66 yang mengatur periode Nataru 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 sudah terbit. Kami berharap promo ini didukung oleh airlines juga sehingga dapat menjadikan destinasi Bali lebih hidup,” ujar Fransiska Handoko, ketua wanita pertama Bali Hotel Association, yang baru saja dilantik untuk periode 2022, Senin (13/12).

Salah satu paket promo yang diberikan pihak-pihak hotel yakni penurunan harga menginap. Yang mana, pihak BHA memberikan kebijakan ini kepada pengelola hotel masing-masing. “Soal harga kami kembalikan ke masing-masing hotel sesuai dengan masing-masing policy-nya. Karena kami asosiasi tidak memiliki otoritas mengenai harga jual, kami hanya dapat mengimbau agar tidak terjadinya perang harga,” kata dia.

Pihaknya pun menekankan, agar para wisatawan tak khawatir untuk menikmati liburan di Bali. Sebab, setiap hotel di Bali kini sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tersertifikasi CHSE.

Pihaknya hingga saat ini belum mendapat informasi terbaru terkait total paket promo Nataru yang terjual di setiap hotel. Namun, Fransiska berharap setiap hotel bisa mendapatkan tamu wisatawan domestik (wisdom) secara merata. “Saya harap semua hotel dapat tamu secara merata, tentunya ini agar sama-sama bisa survive,” terangnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, Bali tidak bisa hidup hanya dari wisdom saja. Kedatangan wisdom ke Bali tidak cukup untuk pelaku pariwisata bertahan. “Kami tetap sangat berharap agar policy open border Bali segera dapat direvisi untuk menyelamatkan ekonomi,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/