alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Erick Thohir Reaktivasi Unit Produksi Oksigen di Petrokimia Gresik

SURABAYA, BALI EXPRESS – Ketersediaan oksigen medis masih diprioritaskan dalam upaya penanganan Covid-19. Karena itu, Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan reaktivasi unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP) di pabrik Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

Erick mengatakan, pengaktivan kembali unit ASP ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang masih tinggi.

“Setelah kondisi supply oksigen stabil, ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” kata Erick, di Gresik, Minggu (15/8).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pengaktifan kembali ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN turut berperan aktif dalam penanganan COVID-19.

Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank.

“Reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi, dalam siaran persnya.

Reaktivasi unit ASP ini, kata dia, melengkapi sederet upaya yang juga telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam penanggulangan COVID-19.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 175,5 ton untuk 30 rumah sakit yang tersebar di 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota.

Selain bantuan oksigen, Petrokimia juga gencar menyalurkan berbagai bantuan untuk percepatan penanganan COVID-19 ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Jatim.

Petrokimia juga membagikan bantuan 11.812 paket imun total senilai Rp1,2 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, serta bantuan 20 Tempat Tidur Pasien senilai Rp204 juta untuk RST dr. Soepraoen Malang, melalui Kodam V/Brawijaya. (ant)


SURABAYA, BALI EXPRESS – Ketersediaan oksigen medis masih diprioritaskan dalam upaya penanganan Covid-19. Karena itu, Menteri BUMN Erick Thohir meresmikan reaktivasi unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP) di pabrik Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

Erick mengatakan, pengaktivan kembali unit ASP ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang masih tinggi.

“Setelah kondisi supply oksigen stabil, ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” kata Erick, di Gresik, Minggu (15/8).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, pengaktifan kembali ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN turut berperan aktif dalam penanganan COVID-19.

Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank.

“Reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi, dalam siaran persnya.

Reaktivasi unit ASP ini, kata dia, melengkapi sederet upaya yang juga telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam penanggulangan COVID-19.

Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 175,5 ton untuk 30 rumah sakit yang tersebar di 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota.

Selain bantuan oksigen, Petrokimia juga gencar menyalurkan berbagai bantuan untuk percepatan penanganan COVID-19 ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Jatim.

Petrokimia juga membagikan bantuan 11.812 paket imun total senilai Rp1,2 miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, serta bantuan 20 Tempat Tidur Pasien senilai Rp204 juta untuk RST dr. Soepraoen Malang, melalui Kodam V/Brawijaya. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/