alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Dianggap Gulma, Harganya Rp 25 Ribu Sampai Rp 7 Juta

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Budidaya tanaman dalam pandemi Covid-19 menjadi salah satu hobi yang dapat dilakukan. Seperti pemuda asal Banjar Jeroan Desa Sading yakni I Wayan Maha Putra Aprianto yang banyak mengoleksi tanaman hias. Dari hasil budidaya, pemuda 30 tahun ini, ternyata dapat menambah penghasilannya dalam sebulan.

Salah satu tanaman yang dibudidaya adalah tillandsia. Tanaman ini dikembangkan menjadi hiasan seperti terrarium atau dapat dijadikan bonsai. 

Menurutnya, tanaman ini sangat mudah dipelihara. Selain tidak perlu ditanam atau dapat hidup tanpa media tanam, penyiraman juga hanya cukup dilakukan sekali dalam seminggu. “Tanaman ini asalnya dari Amerika Latin, yaitu Meksiko. Tanaman ini di tempat asalnya dianggap gulma tapi setelah masuk ke Indonesia menjadi tanaman hias,” ujar Aprianto, Minggu (14/11).

Dirinya mengaku, memelihara tillandsia karena dikenalkan oleh teman satu hobinya. Setelah saat itu, Aprianto mulai membeli indukan tillandsia kemudian dikembangkan. “Awalnya saya tertarik memelihara, kemudian saya membeli indukanya. Dari satu tanaman itu saya recah menjadi beberapa tanaman,” ungkapnya.

Hingga kini, tillandsia yang dimiliki mencapai puluhan jenis. Beberapa dintaranya adalah tillandsia ananta rubra, cotton candy, dan scediana. Sementara untuk harga satu tanaman tillandsia mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 7 juta. “Harganya cukup terjangkau, unuk yang jenis cotton candy bisa didapat dengan harga Rp 25 ribu,” bebernya.

Dari hasil penjualan tillandsia, Aprianto kendapatkan keuntungan bersih mencapai Rp 2 juta. Namun dirinya mengakui, tanaman ini masih sedikit peminatnya. “Saya menjual tillandsia biasanya di market place secara online, memang saat ini masih sedikit peminatnya,” paparnya.

Lebih lanjut Aprianto menambahkan, untuk budidaya tillandsia cukup dilakukan penyiraman sekali dalam seminggu. Tanaman ini juga cukup mudah dikembangkan. “Kalau perawatan cukup disiram semiggu sekali, kalau mau diberi pupuk bisa digunakan pupik cair dan disiram langsung. Setelah tumbuh anakan tinggal dipetik dan digantung ditempt lain,” pungkasnya.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Budidaya tanaman dalam pandemi Covid-19 menjadi salah satu hobi yang dapat dilakukan. Seperti pemuda asal Banjar Jeroan Desa Sading yakni I Wayan Maha Putra Aprianto yang banyak mengoleksi tanaman hias. Dari hasil budidaya, pemuda 30 tahun ini, ternyata dapat menambah penghasilannya dalam sebulan.

Salah satu tanaman yang dibudidaya adalah tillandsia. Tanaman ini dikembangkan menjadi hiasan seperti terrarium atau dapat dijadikan bonsai. 

Menurutnya, tanaman ini sangat mudah dipelihara. Selain tidak perlu ditanam atau dapat hidup tanpa media tanam, penyiraman juga hanya cukup dilakukan sekali dalam seminggu. “Tanaman ini asalnya dari Amerika Latin, yaitu Meksiko. Tanaman ini di tempat asalnya dianggap gulma tapi setelah masuk ke Indonesia menjadi tanaman hias,” ujar Aprianto, Minggu (14/11).

Dirinya mengaku, memelihara tillandsia karena dikenalkan oleh teman satu hobinya. Setelah saat itu, Aprianto mulai membeli indukan tillandsia kemudian dikembangkan. “Awalnya saya tertarik memelihara, kemudian saya membeli indukanya. Dari satu tanaman itu saya recah menjadi beberapa tanaman,” ungkapnya.

Hingga kini, tillandsia yang dimiliki mencapai puluhan jenis. Beberapa dintaranya adalah tillandsia ananta rubra, cotton candy, dan scediana. Sementara untuk harga satu tanaman tillandsia mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 7 juta. “Harganya cukup terjangkau, unuk yang jenis cotton candy bisa didapat dengan harga Rp 25 ribu,” bebernya.

Dari hasil penjualan tillandsia, Aprianto kendapatkan keuntungan bersih mencapai Rp 2 juta. Namun dirinya mengakui, tanaman ini masih sedikit peminatnya. “Saya menjual tillandsia biasanya di market place secara online, memang saat ini masih sedikit peminatnya,” paparnya.

Lebih lanjut Aprianto menambahkan, untuk budidaya tillandsia cukup dilakukan penyiraman sekali dalam seminggu. Tanaman ini juga cukup mudah dikembangkan. “Kalau perawatan cukup disiram semiggu sekali, kalau mau diberi pupuk bisa digunakan pupik cair dan disiram langsung. Setelah tumbuh anakan tinggal dipetik dan digantung ditempt lain,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/