alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Kunker ke Bali, Sandiaga Kunjungi Gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan

BADUNG, BALI EXPRESS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bali pada Sabtu (15/1). Pada kunjungan kerjanya, ia beserta rombongan menyempatkan diri berkunjung ke gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bank BPD Bali Madolan yang dibuka di area kedatangan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya mengapresiasi gerai hasil kolaborasi apik yang dilakukan oleh Bank Indonesia, Dekranasda Bali, Bali Mall ID, Bank BPD Bali, dan pihak Angkasa Pura I.

“Saya ucapkan selamat, ini adalah kolaborasi yang apik dan ciamik untuk kebangkitan ekonomi kita. Kita lihat jumlah lapangan kerja yang tercipta, 500 yang sudah dikurasi, dan kalau kita lihat sumbangsih UMKM di Bali lebih dari 61 persen. Artinya, 97 persen UMKM di Provinsi Bali diciptakan oleh UMKM dan banyak di ekonomi kreatif,” ujarnya usai kunjungan.

Sandiaga berharap, kerjasama pembukaan gerai UMKM merupakan salah satu orientasi kebangkitan Bali. Ditambah dengan adanya G20 Oktober mendatang, bisa dipastikan UMKM Bali semakin menggeliat dan bangkit. Ini lantaran sepanjang tahun 2022 ke depan, akan banyak event yang diarahkan ke Bali.

“Kedua, kita ingin lapangan kerja tercipta kembali. Tahun ini sektor pariwisata akan menambah sekitar 400 ribu lapangan kerja, ekonomi kreatif akan menambah 700 ribu lapangan kerja, oleh karena itu kita ingin Bali mengambil porsi untuk menciptakan lapangan kerja,” katanya, sambil menambahkan ini adalah program yang tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga Bali harus secara tegas berpihak kepada UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho menyebutkan, gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan ini baru soft launching. Gerai ini dirangkum khusus untuk UMKM Bali yang menyediakan beragam kerajinan tangan dan kuliner. Serta sekaligus menggencarkan program UMKM SIAP (Sehat, Inovatif, Aman, dan Pakai) QRIS. “Jadi kita ingin di bandara menggunakan QRIS, non tunai, dan menunjukkan bahwa Bali siap digitalisasi dan UMKM Bali siap bangkit. Ini pertama kali, belum pernah ada di Bandara Ngurah Rai, Bali, ada pojok UMKM Bali,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menerangkan, program UMKM Bank BPD Bali Madolan yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari meningkatkan industri kreatif termasuk di dalamnya pemberdayaan UMKM untuk bisa lebih dikenal secara nasional dan internasional. Sebab, selain secara offline, UMKM ini juga dikenalkan melalui online melalui marketplace Bali Mall ID dan bisa dilakukan transaksi atas produk-produk UMKM yang tergabung.

“Tentunya, Bank BPD Bali sebagaimana visinya dalam pemberdayaan UMKM dan searah dengan kebijakan Bank Indonesia, bank diharapkan di tahun 2024 porsi pembiayaan UMKM-nya 30 persen. BPD Bali sampai dengan Desember sudah di 45 persen. Kami akan terus meningkatkan program pembiayaan dan pendampingan, tidak hanya itu, karena ekosistem harus dibangun dan disinergikan,” tuturnya.

Owner Bali Mall ID, Ni Wayan Sri Aryani menyebutkan, gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan ini telah dimulai pada tanggal 28 Desember 2021. Rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta, dengan transaksi tertinggi mencapai Rp 6 juta sehari. “Di sini kan brandingnya mengenalkan, nanti wisatawan melihat produknya di sini, kalau mau belanja online, ada di Bali Mall ID, nanti barangnya bisa diantar jadi tidak perlu repot. Harganya memang berbeda, karena ada pajak, dan lain-lainnya. Tapi tetap masih terjangkau,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Bali pada Sabtu (15/1). Pada kunjungan kerjanya, ia beserta rombongan menyempatkan diri berkunjung ke gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bank BPD Bali Madolan yang dibuka di area kedatangan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya mengapresiasi gerai hasil kolaborasi apik yang dilakukan oleh Bank Indonesia, Dekranasda Bali, Bali Mall ID, Bank BPD Bali, dan pihak Angkasa Pura I.

“Saya ucapkan selamat, ini adalah kolaborasi yang apik dan ciamik untuk kebangkitan ekonomi kita. Kita lihat jumlah lapangan kerja yang tercipta, 500 yang sudah dikurasi, dan kalau kita lihat sumbangsih UMKM di Bali lebih dari 61 persen. Artinya, 97 persen UMKM di Provinsi Bali diciptakan oleh UMKM dan banyak di ekonomi kreatif,” ujarnya usai kunjungan.

Sandiaga berharap, kerjasama pembukaan gerai UMKM merupakan salah satu orientasi kebangkitan Bali. Ditambah dengan adanya G20 Oktober mendatang, bisa dipastikan UMKM Bali semakin menggeliat dan bangkit. Ini lantaran sepanjang tahun 2022 ke depan, akan banyak event yang diarahkan ke Bali.

“Kedua, kita ingin lapangan kerja tercipta kembali. Tahun ini sektor pariwisata akan menambah sekitar 400 ribu lapangan kerja, ekonomi kreatif akan menambah 700 ribu lapangan kerja, oleh karena itu kita ingin Bali mengambil porsi untuk menciptakan lapangan kerja,” katanya, sambil menambahkan ini adalah program yang tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga Bali harus secara tegas berpihak kepada UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho menyebutkan, gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan ini baru soft launching. Gerai ini dirangkum khusus untuk UMKM Bali yang menyediakan beragam kerajinan tangan dan kuliner. Serta sekaligus menggencarkan program UMKM SIAP (Sehat, Inovatif, Aman, dan Pakai) QRIS. “Jadi kita ingin di bandara menggunakan QRIS, non tunai, dan menunjukkan bahwa Bali siap digitalisasi dan UMKM Bali siap bangkit. Ini pertama kali, belum pernah ada di Bandara Ngurah Rai, Bali, ada pojok UMKM Bali,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menerangkan, program UMKM Bank BPD Bali Madolan yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari meningkatkan industri kreatif termasuk di dalamnya pemberdayaan UMKM untuk bisa lebih dikenal secara nasional dan internasional. Sebab, selain secara offline, UMKM ini juga dikenalkan melalui online melalui marketplace Bali Mall ID dan bisa dilakukan transaksi atas produk-produk UMKM yang tergabung.

“Tentunya, Bank BPD Bali sebagaimana visinya dalam pemberdayaan UMKM dan searah dengan kebijakan Bank Indonesia, bank diharapkan di tahun 2024 porsi pembiayaan UMKM-nya 30 persen. BPD Bali sampai dengan Desember sudah di 45 persen. Kami akan terus meningkatkan program pembiayaan dan pendampingan, tidak hanya itu, karena ekosistem harus dibangun dan disinergikan,” tuturnya.

Owner Bali Mall ID, Ni Wayan Sri Aryani menyebutkan, gerai UMKM Bank BPD Bali Madolan ini telah dimulai pada tanggal 28 Desember 2021. Rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta, dengan transaksi tertinggi mencapai Rp 6 juta sehari. “Di sini kan brandingnya mengenalkan, nanti wisatawan melihat produknya di sini, kalau mau belanja online, ada di Bali Mall ID, nanti barangnya bisa diantar jadi tidak perlu repot. Harganya memang berbeda, karena ada pajak, dan lain-lainnya. Tapi tetap masih terjangkau,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/