alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Kondisi Terkini PDDS Merugi, Sanjaya Putuskan Jalan Terus

TABANAN, BALI EXPRESS – Sejak dihidupkan kembali untuk kedua kalinya pada 2017 lalu, Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan rupanya masih dalam kondisi megap-megap.

Jangankan mampu melakukan kewajiban untuk membalikkan modal, perusahaan daerah ini kondisinya sekarang dalam keadaan masih merugi. Sekalipun di Februari 2021 lalu, perusahaan ini mencatatkan keuntungan untuk pertama kalinya dengan nilai sebesar Rp 170 juta.

Walau demikian, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, selaku kuasa pemilik modal mengambil kebijakan agar PDDS tetap hidup dan berkembang. Situasi ini terungkap kemarin, Selasa (16/3), bersamaan dengan diumumkannya seleksi calon direksi dan calon dewan pengawas PDDS.

Seleksi tersebut sudah mulai berlangsung sampai dengan 31 Maret 2021. Panitia seleksi atau pansel dari rekrutmen ini diketuai Asisten II Setda Kabupaten Tabanan Anak Agung Dalem Trisna Ngurah. Sementara posisi sekretarisnya dijabat Inspektur Daerah (Irda) Tabanan I Gede Urip Gunawan.

Calon dewan pengawas maupun direksi yang terpilih nantinya diharapkan bisa membawa PDDS hidup dan berkembang. Keluar dari persoalan lamanya yakni terjebak dari kerugian. Bahkan, calon direksi yang terpilih nantinya ditargetkan mampu melakukan balik modal dalam satu periode.

“Jangan sampai berkali-kali perusahaan daerah ini, kasarnya, tidak jalan atau bangkrut,” ujar Bupati Sanjaya, saat memberikan keterangan perihal seleksi tersebut.

Dikatakannya, dalam perjalanannya, PDDS mengalami pasang surut. Bahkan, sejak pertama kali didirakan pada 1976 dengan konsentrasi usaha pada perkebunan kopi. Kemudian kolaps untuk pertama kalinya dan dihidupkan kembali pada 2004. Lalu kolaps untuk kedua kalinya dan dihidupkan lagi pada 2017 lalu.

“Selama sepuluh tahun bertugas bersama bupati sebelumnya, tentu saya sudah memahami pasang surut perusahaan daerah ini. Karena itu, saya ingin merekonstruksi perusahaan daerah tersebut dengan baik dan benar. Saya ingin perusahaan itu tetap ada dan eksis. Jangan sampai bangkrut berkali-kali,” tukasnya.

Terlebih, kata dia, selaku bupati dia berharap persoalan pemasaran yang dihadapi para petani maupun pelaku UMKM di Tabanan, khususnya saat pascapanen, masih bisa dijembatani oleh PDDS. Apalagi BUMDes yang ada di Tabanan saat ini jumlahnya telah melebihi 90 unit.

Sementara itu, Sekretaris Pansel yang juga mantan Ketua Dewan Pengawas, I Gede Urip Gunawan, memberikan gambaran umum mengenai kondisi PDDS saat ini. Dia tidak memungkiri kerugian yang sedang dialami PDDS. Hanya saja dia tidak bisa memberi hitung-hitungan kerugian dengan alasan tidak sedang memegang data.

“Kerugian awal, kalau data saya tidak bawa. Biar tidak salah. Tapi kerugian itu ada. Karena di tahap awal menghidupkan PDDS untuk kedua kalinya ini adalah sulit. Mulai membangun branding, membangun manajemen, mengadakan beberapa sarana prasaran, merekrut karyawan, terus ada manajer berhenti,” urainya.

Dalam prakteknya, sambung dia, PDDS melakukan pembelian barang yang tidak laku di pasaran. “Itu kondisi di awal-awal. Sehingga lebih banyak melakukan ekspansi dan membangun kerja sama,” imbuhnya.

Terkait dengan proses seleksi, Anak Agung Dalem Trisna Ngurah menyebutkan bahwa tahapan telah dimulai sejak kemarin. Dengan diumumkannya persyaratan seleksi hingga 23 Maret 2021 mendatang. Kemudian disusul dengan pendaftaran pada 17 sampai dengan 23 Maret 2021.

Selanjutnya, seleksi administrasi pada 24 Maret 2021. Dan, hasil seleksi administrasi tersebut akan diumumkan keesokan harinya pada 25 Maret 2021. Berikutnya fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan pada 26 Maret 2021 yang dilaksanakan oleh akademisi dari Universitas Tabanan (Untab).

“Selanjutnya pengumuman uji kelayakan dan kepatutan akan disampaikan pada 29 Maret 2021. Kemudian wawancara pada akhir 30 Maret 2021 dan pengumuman hasil seleksi pada 31 Maret 2021. Itu tahapan-tahapan seleksi yang akan kami lakukan,” jelasnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Sejak dihidupkan kembali untuk kedua kalinya pada 2017 lalu, Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan rupanya masih dalam kondisi megap-megap.

Jangankan mampu melakukan kewajiban untuk membalikkan modal, perusahaan daerah ini kondisinya sekarang dalam keadaan masih merugi. Sekalipun di Februari 2021 lalu, perusahaan ini mencatatkan keuntungan untuk pertama kalinya dengan nilai sebesar Rp 170 juta.

Walau demikian, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, selaku kuasa pemilik modal mengambil kebijakan agar PDDS tetap hidup dan berkembang. Situasi ini terungkap kemarin, Selasa (16/3), bersamaan dengan diumumkannya seleksi calon direksi dan calon dewan pengawas PDDS.

Seleksi tersebut sudah mulai berlangsung sampai dengan 31 Maret 2021. Panitia seleksi atau pansel dari rekrutmen ini diketuai Asisten II Setda Kabupaten Tabanan Anak Agung Dalem Trisna Ngurah. Sementara posisi sekretarisnya dijabat Inspektur Daerah (Irda) Tabanan I Gede Urip Gunawan.

Calon dewan pengawas maupun direksi yang terpilih nantinya diharapkan bisa membawa PDDS hidup dan berkembang. Keluar dari persoalan lamanya yakni terjebak dari kerugian. Bahkan, calon direksi yang terpilih nantinya ditargetkan mampu melakukan balik modal dalam satu periode.

“Jangan sampai berkali-kali perusahaan daerah ini, kasarnya, tidak jalan atau bangkrut,” ujar Bupati Sanjaya, saat memberikan keterangan perihal seleksi tersebut.

Dikatakannya, dalam perjalanannya, PDDS mengalami pasang surut. Bahkan, sejak pertama kali didirakan pada 1976 dengan konsentrasi usaha pada perkebunan kopi. Kemudian kolaps untuk pertama kalinya dan dihidupkan kembali pada 2004. Lalu kolaps untuk kedua kalinya dan dihidupkan lagi pada 2017 lalu.

“Selama sepuluh tahun bertugas bersama bupati sebelumnya, tentu saya sudah memahami pasang surut perusahaan daerah ini. Karena itu, saya ingin merekonstruksi perusahaan daerah tersebut dengan baik dan benar. Saya ingin perusahaan itu tetap ada dan eksis. Jangan sampai bangkrut berkali-kali,” tukasnya.

Terlebih, kata dia, selaku bupati dia berharap persoalan pemasaran yang dihadapi para petani maupun pelaku UMKM di Tabanan, khususnya saat pascapanen, masih bisa dijembatani oleh PDDS. Apalagi BUMDes yang ada di Tabanan saat ini jumlahnya telah melebihi 90 unit.

Sementara itu, Sekretaris Pansel yang juga mantan Ketua Dewan Pengawas, I Gede Urip Gunawan, memberikan gambaran umum mengenai kondisi PDDS saat ini. Dia tidak memungkiri kerugian yang sedang dialami PDDS. Hanya saja dia tidak bisa memberi hitung-hitungan kerugian dengan alasan tidak sedang memegang data.

“Kerugian awal, kalau data saya tidak bawa. Biar tidak salah. Tapi kerugian itu ada. Karena di tahap awal menghidupkan PDDS untuk kedua kalinya ini adalah sulit. Mulai membangun branding, membangun manajemen, mengadakan beberapa sarana prasaran, merekrut karyawan, terus ada manajer berhenti,” urainya.

Dalam prakteknya, sambung dia, PDDS melakukan pembelian barang yang tidak laku di pasaran. “Itu kondisi di awal-awal. Sehingga lebih banyak melakukan ekspansi dan membangun kerja sama,” imbuhnya.

Terkait dengan proses seleksi, Anak Agung Dalem Trisna Ngurah menyebutkan bahwa tahapan telah dimulai sejak kemarin. Dengan diumumkannya persyaratan seleksi hingga 23 Maret 2021 mendatang. Kemudian disusul dengan pendaftaran pada 17 sampai dengan 23 Maret 2021.

Selanjutnya, seleksi administrasi pada 24 Maret 2021. Dan, hasil seleksi administrasi tersebut akan diumumkan keesokan harinya pada 25 Maret 2021. Berikutnya fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan pada 26 Maret 2021 yang dilaksanakan oleh akademisi dari Universitas Tabanan (Untab).

“Selanjutnya pengumuman uji kelayakan dan kepatutan akan disampaikan pada 29 Maret 2021. Kemudian wawancara pada akhir 30 Maret 2021 dan pengumuman hasil seleksi pada 31 Maret 2021. Itu tahapan-tahapan seleksi yang akan kami lakukan,” jelasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/