alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Pariwisata Bali Bangkit, Penjualan Listrik PLN Golongan Bisnis Ikut Naik

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hingga akhir April 2022, PT PLN (Persero) UID Bali mencatat golongan tarif bisnis mengalami peningkatan penjualan listrik yang signifikan hingga 18,25 persen dibandingkan dengan golongan tarif lainnya. Sedangkan untuk pendapatan selama libur Lebaran berlangsung, akan terbaca di akhir Mei mendatang.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Udayana memperkirakan, kenaikan ini diakibatkan adanya peningkatan kunjungan wisata ke Bali. Namun, untuk perhitungan pastinya akan disampaikan di akhir bulan Mei 2022.

“Adanya peningkatan beban puncak listrik ini mengindikasikan peningkatan konsumsi listrik oleh pelanggan, dan menjadi sinyal yang sangat baik bagi pemulihan perekonomian Bali,” katanya, Senin (16/5).

Hal tersebut juga dapat dilihat dari beban puncak listrik yang tercatat rata-rata sebesar 807,5 mega watt (MW) selama periode libur Lebaran, yakni 29 April 2022 sampai 8 Mei 2022 jika dibandingkan dengan seminggu sebelumnya yang hanya mencapai 793,9 MW.

Menurut Udayana, beban puncak listrik ini menjadi rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 merebak. Dijelaskannya, beban tertinggi tercatat pada tanggal 7 Mei 2022 sebesar 818,3 MW. Peningkatan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan beban puncak pada periode Lebaran di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 681,3 MW.

“Walaupun beban puncak tertinggi yang tercatat belum mencapai beban puncak tertinggi sebelum pandemi, namun kami optimis bahwa ke depannya konsumsi listrik akan semakin meningkat,” tuturnya.

Untuk mendukung hal tersebut, PLN terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik demi meningkatkan kepuasan pelanggan salah satunya dengan digitalisasi layanan yang bisa diakses 24 jam.

“Saat masa liburan Lebaran, pelanggan yang membutuhkan layanan PLN dapat mengakses melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat dilakukan di mana saja kapan saja,” terangnya.

 






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hingga akhir April 2022, PT PLN (Persero) UID Bali mencatat golongan tarif bisnis mengalami peningkatan penjualan listrik yang signifikan hingga 18,25 persen dibandingkan dengan golongan tarif lainnya. Sedangkan untuk pendapatan selama libur Lebaran berlangsung, akan terbaca di akhir Mei mendatang.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Udayana memperkirakan, kenaikan ini diakibatkan adanya peningkatan kunjungan wisata ke Bali. Namun, untuk perhitungan pastinya akan disampaikan di akhir bulan Mei 2022.

“Adanya peningkatan beban puncak listrik ini mengindikasikan peningkatan konsumsi listrik oleh pelanggan, dan menjadi sinyal yang sangat baik bagi pemulihan perekonomian Bali,” katanya, Senin (16/5).

Hal tersebut juga dapat dilihat dari beban puncak listrik yang tercatat rata-rata sebesar 807,5 mega watt (MW) selama periode libur Lebaran, yakni 29 April 2022 sampai 8 Mei 2022 jika dibandingkan dengan seminggu sebelumnya yang hanya mencapai 793,9 MW.

Menurut Udayana, beban puncak listrik ini menjadi rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 merebak. Dijelaskannya, beban tertinggi tercatat pada tanggal 7 Mei 2022 sebesar 818,3 MW. Peningkatan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan beban puncak pada periode Lebaran di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 681,3 MW.

“Walaupun beban puncak tertinggi yang tercatat belum mencapai beban puncak tertinggi sebelum pandemi, namun kami optimis bahwa ke depannya konsumsi listrik akan semakin meningkat,” tuturnya.

Untuk mendukung hal tersebut, PLN terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik demi meningkatkan kepuasan pelanggan salah satunya dengan digitalisasi layanan yang bisa diakses 24 jam.

“Saat masa liburan Lebaran, pelanggan yang membutuhkan layanan PLN dapat mengakses melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat dilakukan di mana saja kapan saja,” terangnya.

 






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/