24.8 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Pelaku Pariwisata Siap Sambut Penerbangan Singapore Airlines

BADUNG, BALI EXPRESS – Seiring dengan menurunnya level PPKM di Bali, pelaku pariwisata Bali mengajak masyarakat untuk menjaga tren positif perkembangan kasus Covid-19 di Pulau Dewata. Hal itu guna membangun kepercayaan pasar sehingga gerbang pariwisata internasional bisa dibuka pada pertengahan bulan Oktober atau awal November 2021 dengan penerbangan Singapore Airlines.

“Singapore Airlines (SQ) telah merilis bahwa mereka akan terbang ke Bali November 2021, 7 kali a week (daily flight). Ini tentu signal yang sangat positif bagi Bali namun tetap harus menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar tidak terjadi gelombang ketiga pandemi Covid-19,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, Made Ramia Adnyana, Kamis (16/9).

Diakuinya, dengan diturunkannya level PPKM di Bali dari level 4 ke level 3 memang memberi angin segar bagi praktisi dan industri pariwisata di Bali. Yang mana, tingkat kunjungan ke Bali sudah mulai terlihat naik setelah adanya pelonggaran dan dibukanya daya tarik wisata (DTW), kawasan pariwisata dan pusat perbelanjaan di Bali. Selain itu, kata dia, harga tiket dan tarif hotel yang terjangkau merupakan kesempatan yang sangat baik bagi wisatawan domestik untuk berkunjung ke Bali. “Sekalian membantu masyarakat Bali yang telah hampir dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Kampanyekan Kendaraan Listrik, Koster Siapkan Pergub

Terkini, Ramia menyebutkan, mulai ada peningkatan kedatangan wisatawan domestik ke Pulau Dewata. Pada saat PPKM darurat, kunjungan ke Bali berkisar antara 400 sampai 600 orang setiap harinya. Kemudian kunjungan naik ke kisaran 3.500 sampai 4.500 orang per hari setelah syarat rapid test antigen diizinkan bagi penumpang yang sudah dua kali vaksin. 

“Penurunan yang terpapar pandemi Covid-19 dan tingkat kematian di Bali juga sedikit membuat nafas semakin lega. Sehingga kita semua berharap kondisi tren baik ini mampu menumbuhkan kepercayaan pasar domestik untuk berkunjung ke Bali,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada berbagai upaya yang sudah dilakukan agar peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali tidak menyebabkan adanya peningkatan kasus Covid-19. Salah satunya dengan dilakukannya dua kali vaksin kepada hampir mencapai 70 persen warga di Bali, yang secara langsung akan membentuk herd immunity.

Baca Juga :  Ekspor Motor Honda Triwulan Pertama Melonjak 22,7 persen

Selain itu, protokol cleanliness health safety and environment sustainabelity (CHSE) juga sudah dilakukan hampir mencapai 3.000-an titik usaha pariwisata. Sebab, menurutnya, target tahun ini ada 1.200 tempat pariwisata yang disertifikasi CHSE. Baik usaha pariwisata tersebut termasuk hotel, restaurant, DTW, kawasan wisata, transportasi wisata, Bandara Ngurah Rai dan pusat perbelanjaan.

“Tentu dukungan masyarakat dan wisatawan sangat dibutuhkan kerjasamanya untuk menjaga trend positive ini, dengan disiplin memakai prokes untuk menghindari gelombang ketiga,” pesannya.(ika)


BADUNG, BALI EXPRESS – Seiring dengan menurunnya level PPKM di Bali, pelaku pariwisata Bali mengajak masyarakat untuk menjaga tren positif perkembangan kasus Covid-19 di Pulau Dewata. Hal itu guna membangun kepercayaan pasar sehingga gerbang pariwisata internasional bisa dibuka pada pertengahan bulan Oktober atau awal November 2021 dengan penerbangan Singapore Airlines.

“Singapore Airlines (SQ) telah merilis bahwa mereka akan terbang ke Bali November 2021, 7 kali a week (daily flight). Ini tentu signal yang sangat positif bagi Bali namun tetap harus menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar tidak terjadi gelombang ketiga pandemi Covid-19,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, Made Ramia Adnyana, Kamis (16/9).

Diakuinya, dengan diturunkannya level PPKM di Bali dari level 4 ke level 3 memang memberi angin segar bagi praktisi dan industri pariwisata di Bali. Yang mana, tingkat kunjungan ke Bali sudah mulai terlihat naik setelah adanya pelonggaran dan dibukanya daya tarik wisata (DTW), kawasan pariwisata dan pusat perbelanjaan di Bali. Selain itu, kata dia, harga tiket dan tarif hotel yang terjangkau merupakan kesempatan yang sangat baik bagi wisatawan domestik untuk berkunjung ke Bali. “Sekalian membantu masyarakat Bali yang telah hampir dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Baca Juga :  Sering Hilang Dari Rumah, Seorang Kakek Meninggal di Dekat Beji

Terkini, Ramia menyebutkan, mulai ada peningkatan kedatangan wisatawan domestik ke Pulau Dewata. Pada saat PPKM darurat, kunjungan ke Bali berkisar antara 400 sampai 600 orang setiap harinya. Kemudian kunjungan naik ke kisaran 3.500 sampai 4.500 orang per hari setelah syarat rapid test antigen diizinkan bagi penumpang yang sudah dua kali vaksin. 

“Penurunan yang terpapar pandemi Covid-19 dan tingkat kematian di Bali juga sedikit membuat nafas semakin lega. Sehingga kita semua berharap kondisi tren baik ini mampu menumbuhkan kepercayaan pasar domestik untuk berkunjung ke Bali,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada berbagai upaya yang sudah dilakukan agar peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali tidak menyebabkan adanya peningkatan kasus Covid-19. Salah satunya dengan dilakukannya dua kali vaksin kepada hampir mencapai 70 persen warga di Bali, yang secara langsung akan membentuk herd immunity.

Baca Juga :  Xiaomi Umumkan THR, Empat Smartphone Turun Harga di Mi Shop

Selain itu, protokol cleanliness health safety and environment sustainabelity (CHSE) juga sudah dilakukan hampir mencapai 3.000-an titik usaha pariwisata. Sebab, menurutnya, target tahun ini ada 1.200 tempat pariwisata yang disertifikasi CHSE. Baik usaha pariwisata tersebut termasuk hotel, restaurant, DTW, kawasan wisata, transportasi wisata, Bandara Ngurah Rai dan pusat perbelanjaan.

“Tentu dukungan masyarakat dan wisatawan sangat dibutuhkan kerjasamanya untuk menjaga trend positive ini, dengan disiplin memakai prokes untuk menghindari gelombang ketiga,” pesannya.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/