alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Puasa, Ini Cara Kelola Emosi Saat Berkendara 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Berkendara sepeda motor saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, akan terasa berbeda dengan berkendara di hari-hari biasa. 

Hal ini lantaran banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi dan emosi saat berkendara. Misalnya, karena perubahan jam tidur, jam makan, hingga perilaku pengguna jalan. 

Pengendara sepeda motor pun perlu ekstra kendali diri saat berkendara agar selamat dalam berkendara dan ibadah tetap lancar. “Kemampuan mengendalikan emosi setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh yang fit selama berpuasa dan selalu utamakan keselamatan dalam berkendara,” ujar Johanes Lucky, Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor (AHM), Jumat (16/4).

Berikut beberapa tips dari AHM dalam berkendara selama melaksanakan ibadah puasa, agar tetap dalam kondisi prima dan juga safety. 

1. Rencanakan perjalanan. Rencanakan perjalanan untuk mendapatkan rute dan waktu yang tepat, sehingga dapat terhindar dari kemacetan dan emosi tetap terkontrol. Misalnya, mengantisipasi kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa yang sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu agar dapat berbuka puasa di rumah bersama keluarga.

Baca Juga :  Perkuat Branding, Nubia Sasar Komunitas Moge Bali

2. Istirahat yang cukup. Sebagai antisipasi perubahan jam tidur, atur ulang waktu tidur untuk memastikan tidur tetap cukup. Banyak orang yang merasakan kantuk luar biasa saat di bulan puasa, yang tentunya dapat membuat pengendara lebih cepat lelah dan konsentrasi berkurang. Lakukan istirahat setelah satu sampai dua jam berkendara. Apabila rasa kantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun, segeralah beristirahat.

3. Atur asupan makanan. Guna antisipasi perubahan jam makan, tambahkan asupan bernutrisi tinggi seperti mengonsumsi sayur, buah, vitamin dan memperbanyak minum air putih, guna mencegah dehidrasi tubuh saat berkendara, sehingga konsentrasi tetap terjaga.

4. Pemanasan sebelum berkendara. Selain meningkatkan respon saat berkendara, pemanasan dapat dilakukan untuk mengonfirmasi kesiapan fisik untuk berkendara.

5. Fokus berkendara. Fokuskan energi untuk berkendara saat berkendara, sehingga konsentrasi dapat tetap terjaga dan berkendara aman.

6. Berpikir positif. Berpikir positif akan membantu dalam mengelola emosi, sehingga konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Baca Juga :  BRI Gelar Vaksinasi untuk 700 Pegawai Perbankan

7. Prediksi bahaya. Dengan melakukan prediksi bahaya, kita dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan. Misalnya, pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka puasa, pengendara yang menepi saat waktu berbuka puasa, pejalan kaki yang menawarkan jajanan berbuka puasa di tepi jalan dan lainnya.

“Selain itu, lakukan persiapan dasar lainnya mulai dari perlengkapan berkendara, seperti jaket dan helm serta kelengkapan surat berkendara. Lakukan juga pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara. Dan, dalam situasi pandemi yang belum berakhir ini, protokol kesehatan tetap harus diutamakan,” imbuhnya.

Dalam kondisi apapun, setiap pengguna jalan diharapkan dapat meredam emosi. Dengan menumbuhkan empati dan menghargai pengguna jalan lain. Serta menerapkan cari aman dalam berkendara, agar tidak mengganggu pengguna jalan lain dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Dengan meningkatkan kendali diri, diharapkan konsentrasi dan emosi dapat terjaga. Sehingga berkendara menjadi aman dan nyaman, serta ibadah puasa berjalan lancar,” tutup Lucky.(ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Berkendara sepeda motor saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, akan terasa berbeda dengan berkendara di hari-hari biasa. 

Hal ini lantaran banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi dan emosi saat berkendara. Misalnya, karena perubahan jam tidur, jam makan, hingga perilaku pengguna jalan. 

Pengendara sepeda motor pun perlu ekstra kendali diri saat berkendara agar selamat dalam berkendara dan ibadah tetap lancar. “Kemampuan mengendalikan emosi setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh yang fit selama berpuasa dan selalu utamakan keselamatan dalam berkendara,” ujar Johanes Lucky, Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor (AHM), Jumat (16/4).

Berikut beberapa tips dari AHM dalam berkendara selama melaksanakan ibadah puasa, agar tetap dalam kondisi prima dan juga safety. 

1. Rencanakan perjalanan. Rencanakan perjalanan untuk mendapatkan rute dan waktu yang tepat, sehingga dapat terhindar dari kemacetan dan emosi tetap terkontrol. Misalnya, mengantisipasi kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa yang sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu agar dapat berbuka puasa di rumah bersama keluarga.

Baca Juga :  Belum Dapat Persetujuan dan Izin, Pertashop Diprotes Penyanding

2. Istirahat yang cukup. Sebagai antisipasi perubahan jam tidur, atur ulang waktu tidur untuk memastikan tidur tetap cukup. Banyak orang yang merasakan kantuk luar biasa saat di bulan puasa, yang tentunya dapat membuat pengendara lebih cepat lelah dan konsentrasi berkurang. Lakukan istirahat setelah satu sampai dua jam berkendara. Apabila rasa kantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun, segeralah beristirahat.

3. Atur asupan makanan. Guna antisipasi perubahan jam makan, tambahkan asupan bernutrisi tinggi seperti mengonsumsi sayur, buah, vitamin dan memperbanyak minum air putih, guna mencegah dehidrasi tubuh saat berkendara, sehingga konsentrasi tetap terjaga.

4. Pemanasan sebelum berkendara. Selain meningkatkan respon saat berkendara, pemanasan dapat dilakukan untuk mengonfirmasi kesiapan fisik untuk berkendara.

5. Fokus berkendara. Fokuskan energi untuk berkendara saat berkendara, sehingga konsentrasi dapat tetap terjaga dan berkendara aman.

6. Berpikir positif. Berpikir positif akan membantu dalam mengelola emosi, sehingga konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Baca Juga :  Jelang PKM, Pedagang di Kumbasari Diatur Jaraknya, 102 Direlokasi

7. Prediksi bahaya. Dengan melakukan prediksi bahaya, kita dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan. Misalnya, pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka puasa, pengendara yang menepi saat waktu berbuka puasa, pejalan kaki yang menawarkan jajanan berbuka puasa di tepi jalan dan lainnya.

“Selain itu, lakukan persiapan dasar lainnya mulai dari perlengkapan berkendara, seperti jaket dan helm serta kelengkapan surat berkendara. Lakukan juga pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara. Dan, dalam situasi pandemi yang belum berakhir ini, protokol kesehatan tetap harus diutamakan,” imbuhnya.

Dalam kondisi apapun, setiap pengguna jalan diharapkan dapat meredam emosi. Dengan menumbuhkan empati dan menghargai pengguna jalan lain. Serta menerapkan cari aman dalam berkendara, agar tidak mengganggu pengguna jalan lain dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Dengan meningkatkan kendali diri, diharapkan konsentrasi dan emosi dapat terjaga. Sehingga berkendara menjadi aman dan nyaman, serta ibadah puasa berjalan lancar,” tutup Lucky.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/