alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Selama April, Pelabuhan Sanur Catatkan 16 Ribu Lebih Penumpang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menurunnya kasus Covid-19 dalam beberapa minggu belakangan ini membuat sedikit kelonggaran untuk aktifitas masyarakat. Terutama dalam hal plesiran dengan memilih Nusa Penida sebagai destinasi wisata.

Pelabuhan penyerangan Sanur mencatat sejak tanggal 1 April 2022 hingga libur panjang Paskah, sudah ada 16.000 ribu lebih penumpang menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan maupun Nusa Ceningan.

“Jumlah itu didominasi oleh wisatawan domestik dan juga pemedek yang ingin tangkil atau bersembahyang ke Nusa Penida,” ujar Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata, Minggu (17/4).

Lanjut Suratnata, lonjakan penumpang biasanya terjadi saat hari libur, terlebih libur panjang seperti Hari Paskah ini. Per harinya, rata-rata jumlah penumpang bisa mencapai 1.000 orang. “Namun hari biasa rata-rata 800 orang, itupun dalam masa pandemi. Kalau dipersentasekan, sekarang ada kenaikan 20 persen penumpang,” tegasnya.

Ia juga mengatakan mengingat adanya pasang air laut di Pelabuhan penyebrangan Sanur, untuk penyeberangan pada Minggu pagi digeser ke depan Museum Le Mayeur yang berjarak kurang lebih 500 meter ke arah selatan dari pintu pelabuhan. Air pasang ini diperkirakan karena pengaruh Purnama Jyesta.

“Ini memang sering terjadi. Karena air pasang, sulit menaikkan penumpang sehingga penyeberangan digeser agak ke selatan,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini tak akan berlangsung lama, dengan perkiraan dua sampai tiga jam. Sementara untuk esok, pihaknya belum bisa memprediksi apakah akan terjadi lagi air pasang ini. Penyeberangan dilakukan pagi hingga pukul 09.00 Wita, sementara setelah itu dimulai siang pukul 13.00 hingga 16.00 Wita.

“Kalau besok (Senin, Red) kondisinya masih pasang, kami pindahkan lagi demi keselamatan, karena sulit memprediksi kondisi alam,” tandasnya.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menurunnya kasus Covid-19 dalam beberapa minggu belakangan ini membuat sedikit kelonggaran untuk aktifitas masyarakat. Terutama dalam hal plesiran dengan memilih Nusa Penida sebagai destinasi wisata.

Pelabuhan penyerangan Sanur mencatat sejak tanggal 1 April 2022 hingga libur panjang Paskah, sudah ada 16.000 ribu lebih penumpang menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan maupun Nusa Ceningan.

“Jumlah itu didominasi oleh wisatawan domestik dan juga pemedek yang ingin tangkil atau bersembahyang ke Nusa Penida,” ujar Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata, Minggu (17/4).

Lanjut Suratnata, lonjakan penumpang biasanya terjadi saat hari libur, terlebih libur panjang seperti Hari Paskah ini. Per harinya, rata-rata jumlah penumpang bisa mencapai 1.000 orang. “Namun hari biasa rata-rata 800 orang, itupun dalam masa pandemi. Kalau dipersentasekan, sekarang ada kenaikan 20 persen penumpang,” tegasnya.

Ia juga mengatakan mengingat adanya pasang air laut di Pelabuhan penyebrangan Sanur, untuk penyeberangan pada Minggu pagi digeser ke depan Museum Le Mayeur yang berjarak kurang lebih 500 meter ke arah selatan dari pintu pelabuhan. Air pasang ini diperkirakan karena pengaruh Purnama Jyesta.

“Ini memang sering terjadi. Karena air pasang, sulit menaikkan penumpang sehingga penyeberangan digeser agak ke selatan,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini tak akan berlangsung lama, dengan perkiraan dua sampai tiga jam. Sementara untuk esok, pihaknya belum bisa memprediksi apakah akan terjadi lagi air pasang ini. Penyeberangan dilakukan pagi hingga pukul 09.00 Wita, sementara setelah itu dimulai siang pukul 13.00 hingga 16.00 Wita.

“Kalau besok (Senin, Red) kondisinya masih pasang, kami pindahkan lagi demi keselamatan, karena sulit memprediksi kondisi alam,” tandasnya.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/