Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bisnis
icon featured
Bisnis

Unik, Supriyadi Jual Helm Bentuk LPG, Teko, Granat, Hingga Rice Cooker

17 Oktober 2021, 16: 37: 48 WIB | editor : Nyoman Suarna

Unik, Supriyadi Jual Helm Bentuk LPG, Teko, Granat, Hingga Rice Cooker

UNIK: Helm motif yang dijual Supriyadi, mulai dari bentuk tabung gas LPG, teko, granat, hingga rice cooker. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam berkendara, helm menjadi komponen penting yang tak boleh tertinggal karena berfungsi melindungi kepala dari risiko cidera. Umumnya, helm yang diketahui masyarakat berbentuk lingkaran. Namun kini, helm-helm yang beredar di pasaran memiliki ragam bentuk unik, ada yang menyerupai tabung gas LPG, teko, rice cooker, hingga granat. 

Seperti salah satu penjual helm online, Supriyadi. Dirinya mengaku, ia menggeluti dagangan helm ini kurang lebih seminggu lalu. Dari dagangannya ini, ia menerima banyak respon dari masyarakat. “Respon masyarakat banyak, sih. Kebanyakan respon untuk nawar, (ada yang nawar) Rp 300 ribu tapi tidak saya lepas karena ambil untung sedikit. Untuk harga helm motif LPG saya jual Rp 325 ribu, untuk model lainnya seperti rice cooker dan granat itu Rp 350 ribu,” ujarnya, Minggu (17/10). 

Selain bentuk-bentuk barang rumah tangga, para pembeli juga bisa memesan helm dengan bentuk unik lainnya. Ia menyebut, helm tersebut merupakan produksi temannya yang berada di Jakarta. Dirinya mengklaim, helm motif yang ia jual lebih SNI (Standar Nasional Indonesia) karena berbahan dasar fiberglass. “Request bentuk lainnya bisa. Ini produksi sendiri teman saya di Jakarta. Itu pembuatannya dari fiberglass jadi lebih SNI. Kalau masalah dikasih atau nggak dikasih sama penegak hukum kalau masalah SNI lebih SNI dari yang biasanya, kalau ini fiberglass lebih keras dan kuat bukan plastik,” jelasnya. 

Baca juga: Meresahkan, Polda Jabar Amankan 83 Karyawan Pinjol Ilegal 

Sebelum berjualan online, Supriyadi sempat membuka artshop di wilayah Kuta. Namun dikarenakan pandemi Covid-19, artshop-nya terpaksa tutup karena tak ada pembeli. Ia juga sempat mencoba peruntungan dengan menjadi nelayan. Dan ketika itu, temannya yang ada di Jakarta menghubunginya dan menawarkan untuk berjualan helm motif. Awalnya ia memposting helm motif tersebut di media sosial WhatsApp. “Pas saya posting di status WhatsApp ada yang respon. Akhirnya saya tawarkan juga di marketplace Bali. Dan responnya luar biasa, banyak yang tertarik,” katanya.

Ia mengatakan, bagi masyarakat yang berminat dapat mengikuti sistem pre-order selama tiga sampai empat hari. Hingga saat ini, helm uniknya tekah laku terjual sebanyak dua buah dan telah menerima pesanan sebanyak 5 helm. Selain melayani pembelian dengan sistem COD (cost on delivery), ia juga siap mengirimkan pesanan bagi konsumen di luar Bali. “Baru laku dua, ini ada yang order lima untuk kedatangan hari Senin. COD bisa keluar Kota. Saya COD kemarin sampai Banyuwangi,” katanya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia