alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Sempat Gagal, Distan Panen Padi Salibu

DENPASAR, BALI EXPRESS — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Bali melakukan panen padi Salibu di areal persawahan Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (17/7). Padi Salibu merupakan sistem padi yang tanam sekali dan panen berkali-kali, yang merupakan inovasi Distan.

Kadistan Bali I Wayan Sunada pun ikut langsung panen padi tersebut. Dia berbaur dengan 10 orang petani yang sedang panen. Sunada menuturkan, proses padi Salibu ini merupakan proyek ke empat di Bali. Sementara proyek Salibu pertama, pihaknya tanam di wilayah Gerokgak. Bahkan hasil panennya pun juga bagus. “Padi Salibu pertama di Gerokgak, hasilnya bagus, dan naik,” imbuh Sunada.

Disebutkan pada pilot project kedua mengalami gagal panen. Karena varietas tidak cocok. Kemudian pada pilot project ketiga di Desa Sidan, Gianyar, hasilnya kembali bagus.

Baca Juga :  Kemampuan Mencatat Transaksi Masih Jadi Kendala UMKM di Bali

“Untuk keempat hasilnya bagus. Untuk hasil pertama, petani di Subak Telaga mendapatkan hasil 75 ton. Tetapi dengan Salibu ini, hasilnya sekarang menjadi 80 ton,” tegas dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan, untuk menuju kedaulatan pangan, perlu membangun swasembada beras. Sehingga para petani diarahkan untuk bersalibu. Sebab, keuntungan petani akan bertambah.

Dengan sistem ini, petani tidak perlu lagi mengolah tanah. Bahkan efisiensi tenaga kerja, dan juga tidak menanam bibit. Namun memanfaatkan batang padi sehabis panen. “Kita potong tiga sentimeter dari atas tanah. Kemudian di sekitarnya kita bersihkan,” paparnya.

Sunada menyampaikan pemeliharaan Salibu ini juga sama dengan merawat padi secara konvensional. Yaitu perlu pemupukan dan juga penyemprotan.

Baca Juga :  Jaringan Resmi Honda Bali Raih Empat Penghargaan Nasional

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Bali melakukan panen padi Salibu di areal persawahan Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (17/7). Padi Salibu merupakan sistem padi yang tanam sekali dan panen berkali-kali, yang merupakan inovasi Distan.

Kadistan Bali I Wayan Sunada pun ikut langsung panen padi tersebut. Dia berbaur dengan 10 orang petani yang sedang panen. Sunada menuturkan, proses padi Salibu ini merupakan proyek ke empat di Bali. Sementara proyek Salibu pertama, pihaknya tanam di wilayah Gerokgak. Bahkan hasil panennya pun juga bagus. “Padi Salibu pertama di Gerokgak, hasilnya bagus, dan naik,” imbuh Sunada.

Disebutkan pada pilot project kedua mengalami gagal panen. Karena varietas tidak cocok. Kemudian pada pilot project ketiga di Desa Sidan, Gianyar, hasilnya kembali bagus.

Baca Juga :  Terverifikasi, Taman Nusa  Mulai Dibuka Agustus

“Untuk keempat hasilnya bagus. Untuk hasil pertama, petani di Subak Telaga mendapatkan hasil 75 ton. Tetapi dengan Salibu ini, hasilnya sekarang menjadi 80 ton,” tegas dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan, untuk menuju kedaulatan pangan, perlu membangun swasembada beras. Sehingga para petani diarahkan untuk bersalibu. Sebab, keuntungan petani akan bertambah.

Dengan sistem ini, petani tidak perlu lagi mengolah tanah. Bahkan efisiensi tenaga kerja, dan juga tidak menanam bibit. Namun memanfaatkan batang padi sehabis panen. “Kita potong tiga sentimeter dari atas tanah. Kemudian di sekitarnya kita bersihkan,” paparnya.

Sunada menyampaikan pemeliharaan Salibu ini juga sama dengan merawat padi secara konvensional. Yaitu perlu pemupukan dan juga penyemprotan.

Baca Juga :  384 Hotel di Tiga Green Zone Bali Siap Jadi Tempat Isolasi Terpusat

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/