alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Denpasar Berhasil Kembangkan Jagung Ketan Hitam, Capai 17,5 Ton/Ha

DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Di tengah pandemi Covid-19 Dinas Pertanian Kota Denpasar berhasil mengembangkan komoditi jagung ketan hitam. Komoditi ini merupakan hasil uji coba yang dilakukan di lahan seluas 11 are di Subak Umadesa Kelurahan Penatih Denpasar Timur. Keberhasilan uji coba tanam jagung ketan hitam itu terlihat dari hasil panen yang dilakukan, Jumat (18/9) pagi, mencapai 17,5 ton. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu jagung ini bisa dipanen. Cukup 2,5 bulan saja. Satu buah jagung ketan hitam, bila dijual, harganya mencapai Rp 1.500-2.000. Hal ini tentunya dapat dijadikan komoditi unggulan di Kota Denpasar.

BACA JUGA : Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Jajan Banten Menurun

Jagung ketan hitam yang dikembangkan di Kota Denpasar merupakan tahap uji coba untuk melihat kelayakan potensi

pengembangan komoditi jagung selain jagung manis yang telah berhasil dikembangkan di Kota Denpasar. Khusus untuk jagung manis, sentra pengembangannya ada di Subak Delod Sema seluas 47 hektar. 

Jagung ketan hitam tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit. Hanya perlu  pemupukan urea, NPK, dan pupuk cair sehingga pertumbuhan jagung menjadi optimal.

Dikonfirmasi via telepon, Jumat (18/9) siang, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra menjelaskan, masalah

 pemasaran saat ini tidak menjadi kendala, apalagi pangsa pasar online telah tersedia. Hanya saja, komoditas baru ini perlu diperkenalkan dulu kepada para konsumen dan juga kepada para petani. 

“Hal ini dibuktikan dengan adanya pembeli dari Surabaya yang telah membeli langsung hasil panen jagung ketan hitam sebanyak 40 kg. langkah selanjutkan memperkenalkan kepada masyarakat terkait komoditi ini,” ujarnya.

Jagung ketan hitam merupakan pangan fungsional yang dapat memberikan manfaat kesehatan karena adanya kandungan

antioksidan  cukup tinggi dan dapat meningkatkan imun tubuh. Cara mengkonsumsi jagung ketan hitam

sebaiknya dikukus sehingga tidak menghilangkan warna dari jagung dan rasanya lebih enak dibandingkan dengan direbus.

Menurut Ambara Putra, prospek pasar jagung ketan hitam di Kota Denpasar  sama dengan jagung manis yang terlebih dahulu dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan areal penanaman jagung ketan hitam akan ditingkatkan. “Kalau responnya bagus, nanti kami akan tambah lagi lahan untuk penanaman. Ini kan baru uji coba. Ini baru pertama kali di Denpasar,” ungkapnya.

Selain memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, jagung ketan hitam juga memiliki rasa yang manis. Namun berbeda dengan rasa jagung manis pada umumnya. “Rasanya ada manis-manisnya gitu. Kalau jagung ketan biasa kan hambar. Jagung manis ada manisnya juga, tapi beda dengan jagung ketan hitam. Bisa dicoba sendiri, lalu bandingkan rasanya,” kata Ambara.

Selain memiliki kandungan antioksidan dan dapat meningkatkan imun tubuh, jagung ketan hitam juga baik dikonsumsi bagi orang yang menderita diabetes karena kandungan gulanya rendah. Di samping itu, juga untuk mengurangi resiko terserang kanker usus besar, karena mengandung antosianin. Jagung ketan hitam ini juga sebagai sumber protein. Kandungan protein jagung ketan hitam ini lebih banyak 20 persen dibandingkan jagung kuning.


DENPASAR, BALI EXPRESS ­– Di tengah pandemi Covid-19 Dinas Pertanian Kota Denpasar berhasil mengembangkan komoditi jagung ketan hitam. Komoditi ini merupakan hasil uji coba yang dilakukan di lahan seluas 11 are di Subak Umadesa Kelurahan Penatih Denpasar Timur. Keberhasilan uji coba tanam jagung ketan hitam itu terlihat dari hasil panen yang dilakukan, Jumat (18/9) pagi, mencapai 17,5 ton. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu jagung ini bisa dipanen. Cukup 2,5 bulan saja. Satu buah jagung ketan hitam, bila dijual, harganya mencapai Rp 1.500-2.000. Hal ini tentunya dapat dijadikan komoditi unggulan di Kota Denpasar.

BACA JUGA : Pandemi Covid-19, Omzet Penjual Jajan Banten Menurun

Jagung ketan hitam yang dikembangkan di Kota Denpasar merupakan tahap uji coba untuk melihat kelayakan potensi

pengembangan komoditi jagung selain jagung manis yang telah berhasil dikembangkan di Kota Denpasar. Khusus untuk jagung manis, sentra pengembangannya ada di Subak Delod Sema seluas 47 hektar. 

Jagung ketan hitam tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit. Hanya perlu  pemupukan urea, NPK, dan pupuk cair sehingga pertumbuhan jagung menjadi optimal.

Dikonfirmasi via telepon, Jumat (18/9) siang, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra menjelaskan, masalah

 pemasaran saat ini tidak menjadi kendala, apalagi pangsa pasar online telah tersedia. Hanya saja, komoditas baru ini perlu diperkenalkan dulu kepada para konsumen dan juga kepada para petani. 

“Hal ini dibuktikan dengan adanya pembeli dari Surabaya yang telah membeli langsung hasil panen jagung ketan hitam sebanyak 40 kg. langkah selanjutkan memperkenalkan kepada masyarakat terkait komoditi ini,” ujarnya.

Jagung ketan hitam merupakan pangan fungsional yang dapat memberikan manfaat kesehatan karena adanya kandungan

antioksidan  cukup tinggi dan dapat meningkatkan imun tubuh. Cara mengkonsumsi jagung ketan hitam

sebaiknya dikukus sehingga tidak menghilangkan warna dari jagung dan rasanya lebih enak dibandingkan dengan direbus.

Menurut Ambara Putra, prospek pasar jagung ketan hitam di Kota Denpasar  sama dengan jagung manis yang terlebih dahulu dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan areal penanaman jagung ketan hitam akan ditingkatkan. “Kalau responnya bagus, nanti kami akan tambah lagi lahan untuk penanaman. Ini kan baru uji coba. Ini baru pertama kali di Denpasar,” ungkapnya.

Selain memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, jagung ketan hitam juga memiliki rasa yang manis. Namun berbeda dengan rasa jagung manis pada umumnya. “Rasanya ada manis-manisnya gitu. Kalau jagung ketan biasa kan hambar. Jagung manis ada manisnya juga, tapi beda dengan jagung ketan hitam. Bisa dicoba sendiri, lalu bandingkan rasanya,” kata Ambara.

Selain memiliki kandungan antioksidan dan dapat meningkatkan imun tubuh, jagung ketan hitam juga baik dikonsumsi bagi orang yang menderita diabetes karena kandungan gulanya rendah. Di samping itu, juga untuk mengurangi resiko terserang kanker usus besar, karena mengandung antosianin. Jagung ketan hitam ini juga sebagai sumber protein. Kandungan protein jagung ketan hitam ini lebih banyak 20 persen dibandingkan jagung kuning.


Most Read

Artikel Terbaru

/