alexametrics
30.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Jelang Idul Fitri, Harga Daging Sapi Masih Stabil

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga daging sapi di pasar-pasar wilayah Denpasar tampaknya masih stabil. Yang mana, sejak bulan puasa belum ada kenaikan signifikan untuk harga daging sapi.

 

Berdasarkan data harga bahan pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali pada Rabu (20/4), rata-rata harga daging sapi dibanderol mulai dari Rp 98,333 per kilogram untuk daging sapi bagian paha depan hingga termahal Rp 123,333 per kilogram untuk daging sapi bagian has dalam. Rata-rata harga daging sapi ini belum mengalami perubahan signifikan sejak Maret 2022 lalu.

 

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Badung, Wayan Joni Partama mengungkapkan, saat ini harga daging sapi rata-rata masih normal. Meski pada awal puasa, harga daging sapi sempat Rp 115 per kilogram, tetapi kini sudah menjadi Rp 105 ribu per kilogram. Untuk harga daging sapi kelas dua dijual seharga Rp 95 ribu per kilogram.

 

“Harga tidak naik dan tidak turun. Untuk daging sapi super harganya Rp 105 ribu per kilogram,” ujarnya.

 

Disinggung terkait apakah ada kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 2022, dirinya belum bisa memastikan ada atau tidaknya kenaikan harga. Hal ini lantaran umumnya, kenaikan harga daging sapi akan sudah terjadi secara bertahap sejak mulai puasa. Tetapi jika dilihat dari pengalaman sebelumnya, ia memprediksi akan ada kenaikan harga dua atau tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

 

“Walaupun naik, naiknya juga tidak terlalu signifikan,” katanya.

 

Menurut Joni, daging sapi yang dijualnya ini merupakan daging sapi asli Bali. Di Bali sendiri, untuk peminat daging sapi belakangan ini tidak terjadi lonjakan. Ini tidak jauh-jauh dari dampak Covid-19 yang berkepanjangan.

 

Untuk penjualan per hari, ia biasanya menghabiskan 200 hingga 250 kilogram daging sapi. Daging sapi bagian paha dan iga paling biasanya banyak dibeli konsumen.

 

“Tapi ada juga yang nyari daging bagian lainnya tergantung kebutuhan konsumen,” ucapnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga daging sapi di pasar-pasar wilayah Denpasar tampaknya masih stabil. Yang mana, sejak bulan puasa belum ada kenaikan signifikan untuk harga daging sapi.

 

Berdasarkan data harga bahan pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali pada Rabu (20/4), rata-rata harga daging sapi dibanderol mulai dari Rp 98,333 per kilogram untuk daging sapi bagian paha depan hingga termahal Rp 123,333 per kilogram untuk daging sapi bagian has dalam. Rata-rata harga daging sapi ini belum mengalami perubahan signifikan sejak Maret 2022 lalu.

 

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Badung, Wayan Joni Partama mengungkapkan, saat ini harga daging sapi rata-rata masih normal. Meski pada awal puasa, harga daging sapi sempat Rp 115 per kilogram, tetapi kini sudah menjadi Rp 105 ribu per kilogram. Untuk harga daging sapi kelas dua dijual seharga Rp 95 ribu per kilogram.

 

“Harga tidak naik dan tidak turun. Untuk daging sapi super harganya Rp 105 ribu per kilogram,” ujarnya.

 

Disinggung terkait apakah ada kenaikan jelang Hari Raya Idul Fitri 2022, dirinya belum bisa memastikan ada atau tidaknya kenaikan harga. Hal ini lantaran umumnya, kenaikan harga daging sapi akan sudah terjadi secara bertahap sejak mulai puasa. Tetapi jika dilihat dari pengalaman sebelumnya, ia memprediksi akan ada kenaikan harga dua atau tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

 

“Walaupun naik, naiknya juga tidak terlalu signifikan,” katanya.

 

Menurut Joni, daging sapi yang dijualnya ini merupakan daging sapi asli Bali. Di Bali sendiri, untuk peminat daging sapi belakangan ini tidak terjadi lonjakan. Ini tidak jauh-jauh dari dampak Covid-19 yang berkepanjangan.

 

Untuk penjualan per hari, ia biasanya menghabiskan 200 hingga 250 kilogram daging sapi. Daging sapi bagian paha dan iga paling biasanya banyak dibeli konsumen.

 

“Tapi ada juga yang nyari daging bagian lainnya tergantung kebutuhan konsumen,” ucapnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/