alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Dampak PMK, Transaksi Sapi di Pasar Hewan Beringkit Anjlok

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan di beberapa daerah di Indonesia, juga berdampak pada penjualan sapi Bali. Meski belum ditemukan adanya penularan PMK, transaksi sapi Bali di Pasar Hewan Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi pun turun sebesar 50 persen lebih.

Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Made Sukantra pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya, traksaksi jual-beli sapi di Pasar Hewan Beringkit anjlok paska munculnya kasus PMK. Bahkan penurunan transaksi sapi hidup mencapai 50 persen lebih.

“Isu penyakit PMK memang sangat berdampak terhadap transaksi sapi disini (Pasar Hewan Beringkit). Sebelum PMK merebak itu bisa mencapai 700 ekor per hari, tapi kemarin hanya mencapai 300 ekor,” ujar Sukantra saat dikonfirmasi Kamis (19/5).

Sukantra menilai penurunan traksaksi akibat ketakutan masyarakat maupun peternak membeli sapi. Padahal, sampai saat ini tidak ada sapi yang diperjualbelikan dari luar daerah. Melainkan didatangkan dari Kabupaten Buleleng, Bangli, Tabanan, dan dari peternak di Kabupaten Badung sendiri. “Sapi-sapi yang dijual disini tidak ada yang datang dari luar pulau, semua merupakan peternak lokal,” ungkapnya.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi penyebaran PMK sekaligus menjaga kesehatan sapi, ia mengaku, tetap melakukan pembersihan pada kandang sapi di Pasar Hewan Beringkit.

Sukantra pun berharap tidak ada bakteri maupun virus yang membahayakan sapi yang ada.”Pembersihan tetap kami lakukan. Namun sejauh ini kami pastikan virus PMK itu belum ada di Bali,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Badung memerintahkan jajarannya melakukan pengawasan di sentra peternakan sapi yang berada di Desa Sobangan, Mengwi dan Pasar Hewan Beringkit.

“Pasar Hewan Beringkit sudah kami monitor begitu pula Sentra Ternak Sobangan juga kami tingkatkan pengawasanya. Namun, sampai saat ini tidak ada laporan ternak di Badung yang sakit mengarah pada PMK,” ujar Kadis Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana.

Menurutnya, Kepala Puskeswan dan penyuluh sudah diminta untuk melakukan Komunikasi, Informasi dan edukasi kepada kelompok peternak. Selain itu, pihaknya juga meminta jajaranya melakukan pemantauan dan pelaporan dini jika ada laporan yang mengarah pada PMK. “Kami juga sudah mengimbau kepada kelompok ternak untuk meningkatkan biosecurity dan melakukan spraying secara rutin,” tegasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan di beberapa daerah di Indonesia, juga berdampak pada penjualan sapi Bali. Meski belum ditemukan adanya penularan PMK, transaksi sapi Bali di Pasar Hewan Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi pun turun sebesar 50 persen lebih.

Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Made Sukantra pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya, traksaksi jual-beli sapi di Pasar Hewan Beringkit anjlok paska munculnya kasus PMK. Bahkan penurunan transaksi sapi hidup mencapai 50 persen lebih.

“Isu penyakit PMK memang sangat berdampak terhadap transaksi sapi disini (Pasar Hewan Beringkit). Sebelum PMK merebak itu bisa mencapai 700 ekor per hari, tapi kemarin hanya mencapai 300 ekor,” ujar Sukantra saat dikonfirmasi Kamis (19/5).

Sukantra menilai penurunan traksaksi akibat ketakutan masyarakat maupun peternak membeli sapi. Padahal, sampai saat ini tidak ada sapi yang diperjualbelikan dari luar daerah. Melainkan didatangkan dari Kabupaten Buleleng, Bangli, Tabanan, dan dari peternak di Kabupaten Badung sendiri. “Sapi-sapi yang dijual disini tidak ada yang datang dari luar pulau, semua merupakan peternak lokal,” ungkapnya.

Kendati demikian, untuk mengantisipasi penyebaran PMK sekaligus menjaga kesehatan sapi, ia mengaku, tetap melakukan pembersihan pada kandang sapi di Pasar Hewan Beringkit.

Sukantra pun berharap tidak ada bakteri maupun virus yang membahayakan sapi yang ada.”Pembersihan tetap kami lakukan. Namun sejauh ini kami pastikan virus PMK itu belum ada di Bali,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Badung memerintahkan jajarannya melakukan pengawasan di sentra peternakan sapi yang berada di Desa Sobangan, Mengwi dan Pasar Hewan Beringkit.

“Pasar Hewan Beringkit sudah kami monitor begitu pula Sentra Ternak Sobangan juga kami tingkatkan pengawasanya. Namun, sampai saat ini tidak ada laporan ternak di Badung yang sakit mengarah pada PMK,” ujar Kadis Pertanian dan Pangan Badung Wayan Wijana.

Menurutnya, Kepala Puskeswan dan penyuluh sudah diminta untuk melakukan Komunikasi, Informasi dan edukasi kepada kelompok peternak. Selain itu, pihaknya juga meminta jajaranya melakukan pemantauan dan pelaporan dini jika ada laporan yang mengarah pada PMK. “Kami juga sudah mengimbau kepada kelompok ternak untuk meningkatkan biosecurity dan melakukan spraying secara rutin,” tegasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/