alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Harga Melambung Sepadan Proses Panjang Rampungkan Kain Tenun Gringsing

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kehadiran Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Werdhi Budaya Art Centre sangat dinanti-nantikan. Pasalnya, tak hanya menjadi ajang promosi, PKB juga menjadi tempat edukasi berbagai jenis kerajinan yang merupakan warisan budaya. Salah satunya, seperti Kain Tenun Gringsing. Kain tenun bernilai jual cukup tinggi ini, butuh proses pembuatan yang sangat panjang.

Salah seorang penenun asal Desa Tenganan, Karangasem, I Made Sudiana yang turut serta dalam pameran PKB ke-44 ini mengatakan, kain Tenun Gringsing ini cukup terkenal, bahkan hingga ke berbagai negara luar karena berbagai hasil karya masyarakat Tenganan telah dipasarkan ke beberapa negara, seperti Prancis, Asutralia dan banyak lagi lainya.

Di samping itu, lanjutnya, wisatawan yang datang ke Desa Tenganan juga kerap membeli kain sembari melihat proses pembuatan kain tenun. Harga dari kain tenun ini memang tidak murah, yakni dimulai dari Rp 5 juta untuk selendang hingga Rp 30 juta, bahkan lebih untuk ukuran yang lebih besar.

Ia menambahkan, tingginya harga kain tenun ini karena proses pembuatannya memakan waktu yang sangat lama. ” Untuk mengerjakan satu lembar kain, waktu yang dibutuhkan bisa sampai dua tahun. Terlebih untuk kain ikat ganda prosesnya bisa sampai 5 tahun,” katanya, Minggu (19/6).

Sudiana menyebut, untuk proses pembuatan Kain Tenun Gringsing ini 100 persen menggunakan tangan yang dikerjakan langsung oleh masyarakat desa setempat.

Ciri khas dari kain Tenun Gringsing ini dikatakannya pada proses pewarnaan, yang terbuat dari bahan alam. Selain itu, benang yang digunakan juga terbuat dari akar-akaran. “Semua itu berasal dari Desa Tenganan. Kecuali getah pohon tertentu yang didatangkan dari Lombok,” jelasnya.

Kain Tenun Gringsing, juga memiliki makna dari setiap motif. Di Bali, Tenun Gringsing sering digunakan untuk upacara pernikahan ataupun upacara keagamaan lainnya. “Kain Tenun Gringsing juga dipercayai sebagai penolak bala untuk mengusir penyakit,” tutupnya.

 

 






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kehadiran Pesta Kesenian Bali (PKB) di Taman Werdhi Budaya Art Centre sangat dinanti-nantikan. Pasalnya, tak hanya menjadi ajang promosi, PKB juga menjadi tempat edukasi berbagai jenis kerajinan yang merupakan warisan budaya. Salah satunya, seperti Kain Tenun Gringsing. Kain tenun bernilai jual cukup tinggi ini, butuh proses pembuatan yang sangat panjang.

Salah seorang penenun asal Desa Tenganan, Karangasem, I Made Sudiana yang turut serta dalam pameran PKB ke-44 ini mengatakan, kain Tenun Gringsing ini cukup terkenal, bahkan hingga ke berbagai negara luar karena berbagai hasil karya masyarakat Tenganan telah dipasarkan ke beberapa negara, seperti Prancis, Asutralia dan banyak lagi lainya.

Di samping itu, lanjutnya, wisatawan yang datang ke Desa Tenganan juga kerap membeli kain sembari melihat proses pembuatan kain tenun. Harga dari kain tenun ini memang tidak murah, yakni dimulai dari Rp 5 juta untuk selendang hingga Rp 30 juta, bahkan lebih untuk ukuran yang lebih besar.

Ia menambahkan, tingginya harga kain tenun ini karena proses pembuatannya memakan waktu yang sangat lama. ” Untuk mengerjakan satu lembar kain, waktu yang dibutuhkan bisa sampai dua tahun. Terlebih untuk kain ikat ganda prosesnya bisa sampai 5 tahun,” katanya, Minggu (19/6).

Sudiana menyebut, untuk proses pembuatan Kain Tenun Gringsing ini 100 persen menggunakan tangan yang dikerjakan langsung oleh masyarakat desa setempat.

Ciri khas dari kain Tenun Gringsing ini dikatakannya pada proses pewarnaan, yang terbuat dari bahan alam. Selain itu, benang yang digunakan juga terbuat dari akar-akaran. “Semua itu berasal dari Desa Tenganan. Kecuali getah pohon tertentu yang didatangkan dari Lombok,” jelasnya.

Kain Tenun Gringsing, juga memiliki makna dari setiap motif. Di Bali, Tenun Gringsing sering digunakan untuk upacara pernikahan ataupun upacara keagamaan lainnya. “Kain Tenun Gringsing juga dipercayai sebagai penolak bala untuk mengusir penyakit,” tutupnya.

 

 






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/