Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Bisnis
icon featured
Bisnis

Stok Cadangan Beras Pemerintah Aman Hingga Empat Bulan 

20 Juli 2021, 20: 45: 51 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Stok Cadangan Beras Pemerintah Aman Hingga Empat Bulan 

BULOG : Suasana gudang Kanwil Perum Bulog Bali di Kediri belum lama ini. (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menambah bantuan sosial berupa sepuluh kilogram beras kepada masyarakat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Di Provinsi Bali saja kurang lebih ada 217.000 KPM yang hendak disasar. Ini sesuai data acuan awal dari Kemensos RI yang dipakai Kantor Wilayah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Kanwil Perum Bulog) Bali selaku penyalur.

Dengan estimasi KPM tersebut, setidaknya diperlukan 2.170 ton beras. Ini separo lebih dari stok cadangan beras pemerintah atau CBP yang tersedia pada seluruh gudang Kanwil Perum Bulog Bali.

Baca juga: Jaga Keandalan Jaringan di Amlapura, PLN Salurkan Bantuan Bibit Pohon

"Kalau data yang kami himpun, stok di kami ada 4.000 ton. Kalau disalurkan untuk sekarang ini diperlukan sekitar 2.170 ton. Berarti separonya," jelas Kepala Bidang Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik, Kanwil Perum Bulog Bali, Omar Sharif, belum lama ini.

Sementara itu, beras yang tersisa nantinya diperkirkan mampu memenuhi kebutuhan sekitar tiga sampai empat bulan ke depan. Atau paling tidak sampai dengan November 2021 mendatang. Itu pun bila tidak ada aktivitas mendesak yang mengharuskan CBP dikeluarkan.

Menurutnya, stok yang tersisa tersebut nantinya akan ditambah lagi. Baik dari yang disalurkan melalui pusat. Serta pengadaan beras lokal. Sehingga sebelum tiga atau empat bulan stok yang tersisa di luar kebutuhan PPKM Darurat habis akan didrop kembali.

"Di kami ada manajemen stok. Ya tidak mungkin sampai kosong. Selalu didrop dari pusat atau melalui pengadaan beras lokal," jelasnya.

Bahkan, kata dia, di sisa bulan pada tahun ini, pihaknya masih menargetkan untuk melakukan pengadaan beras lokal khusus di Bali saja sebanyak 500 ton.

"Kalau realisasinya sampai dengan (bulan) sekarang, sudah 2.000 ton. Ini skala Bali. Tabanan salah satunya yang paling banyak serapannya, mungkin ya. Detil dan target di awal saya tidak hafal," pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia