alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Danau Buyan Ditata Menjadi Empat Area

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Detail Engineering Design (DED) untuk rencana penataan kawasan wisata Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, rampung dilakukan. Bahkan, tim arsitek dan penataan dari PT Adik Kencana yang menggarap DED juga telah mempresentasikan di hadapan Bupati Buleleng, Rabu (19/8) kemarin. 

Dalam presentasi yang dilakukan di Lobi Atiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, terungkap jika penataan Danau Buyan didesain menjadi empat area. Pada area pertama, tepatnya di sebelah utara, didesain dengan konsep mass tourism. Luasnya mencapai tujuh hektare dan terdapat lokasi untuk outbond, kebun bunga, rental space untuk gathering, serta strawberry house.

Di dalam strawberry house itu, rencananya akan dijadikan sebagai tempat penjualan buah strawberry hasil petani Desa Pancasari. Termasuk dilengkapi teater mini untuk mengedukasi pengunjung terkait cara menanam buah strawberry yang menjadi ikon Desa Pancasari. Selanjutnya pada area dua yang posisinya di sebelah selatan didesain menjadi tempat perkemahan khusus untuk mobil caravan. Pasalnya, kosep ini diyakini diminati oleh wisatawan mancanegara. Area dua ini dirancang seluas dua hektare.

Khusus di area tiga, didesain menjadi tempat parkir dan ditambah areal perkemahan. Terakhir pada area empat, didesain menjadi wisata rumah pohon. Mengingat di kawasan tersebut memang terdapat banyak pohon besar yang berdiri tegak dan mengarah ke danau. Luas area 3 dan 4 mencapai enam hektare.

Baca Juga :  Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Dianugerahi Bankers of The Year 

Tim Arsitek dan Penataan PT Kencana Adi Karma, Putu Andre Wicaksana Putra , menjelaskan, Danau Buyan ini ditata dengan tiga konsep, yakni mass tourism, special interest tourism, dan tematik tourism. “Jadi, kami hanya menyediakan apa yang belum ada, dan apa yang belum terfasilitasi. Danaunya sendiri juga tidak terintervensi dengan kegiatan mesin, seperti boat itu  tidak ada. Jadi kami sangat enjoy menata,” ucapnya.

Terkait anggaran yang dibutuhkan untuk menata Danau Buyan menjadi tempat wisata alam ini, Putra menyebut diperkirakan mencapai Rp 350 miliar. Sementara terkait waktu pengerjaan, diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Buleleng. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyebut penataan Danau Buyan memiliki tiga sungsi. Seperti fungsi pemanfaatan air bersih, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Suradnyana mengatakan, penataan menjadi tempat wisata alam ini dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Desa Pancasari dan sekitarnya, terlebih juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng.

Baca Juga :  Promosi Desa Wisata Kamasan Perlu Diperkuat

“Kita punya dua danau kembar, yakni Buyan dan Tamblingan, sama sekali belum memiliki kontribusi untuk daerah. Oleh karena itu, dengan penataan Danau Buyan ini, saya berharap bisa memberikan manfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Suradnyana berencana akan mempresentasikan DED ini ke Pemprov Bali, BKSDA Bali, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, agar rencana penataan tersebut dapat disetujui. “Kalau bicara soal target nanti dulu. BKD Buleleng saya tugaskan untuk menata aset-aset mana punya masyarakat, mana tanah pemerintah. Biar pola kemitraan antara masyarakat dan pemerintah berjalan baik. Kalau sudah selesai semua, baru dipresentasikan ke Gubernur, BKSDA, dan BWS,” tutupnya. 

Rencana inipun mendapat lampu hijau dari Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa. Politisi asal Desa Selat ini, sangat mendukung rencana Pemkab Buleleng ini, agar wisata di wilayah Desa Pancasari semakin berkembang. “Saya sangat setuju, bahkan mendorong agar ini bisa cepat terwujud, karena Danau Buyan ini bisa menjadi salah satu sumber PAD Buleleng. Saran saya, Pemkab bangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat, tokoh agama dan para budayawan, agar tidak ada riak-riak yang dihadapi kedepan,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Detail Engineering Design (DED) untuk rencana penataan kawasan wisata Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, rampung dilakukan. Bahkan, tim arsitek dan penataan dari PT Adik Kencana yang menggarap DED juga telah mempresentasikan di hadapan Bupati Buleleng, Rabu (19/8) kemarin. 

Dalam presentasi yang dilakukan di Lobi Atiti Wisma, Kantor Bupati Buleleng, terungkap jika penataan Danau Buyan didesain menjadi empat area. Pada area pertama, tepatnya di sebelah utara, didesain dengan konsep mass tourism. Luasnya mencapai tujuh hektare dan terdapat lokasi untuk outbond, kebun bunga, rental space untuk gathering, serta strawberry house.

Di dalam strawberry house itu, rencananya akan dijadikan sebagai tempat penjualan buah strawberry hasil petani Desa Pancasari. Termasuk dilengkapi teater mini untuk mengedukasi pengunjung terkait cara menanam buah strawberry yang menjadi ikon Desa Pancasari. Selanjutnya pada area dua yang posisinya di sebelah selatan didesain menjadi tempat perkemahan khusus untuk mobil caravan. Pasalnya, kosep ini diyakini diminati oleh wisatawan mancanegara. Area dua ini dirancang seluas dua hektare.

Khusus di area tiga, didesain menjadi tempat parkir dan ditambah areal perkemahan. Terakhir pada area empat, didesain menjadi wisata rumah pohon. Mengingat di kawasan tersebut memang terdapat banyak pohon besar yang berdiri tegak dan mengarah ke danau. Luas area 3 dan 4 mencapai enam hektare.

Baca Juga :  BPKAD Gianyar Intensifikasi Pajak serta Retribusi Daerah

Tim Arsitek dan Penataan PT Kencana Adi Karma, Putu Andre Wicaksana Putra , menjelaskan, Danau Buyan ini ditata dengan tiga konsep, yakni mass tourism, special interest tourism, dan tematik tourism. “Jadi, kami hanya menyediakan apa yang belum ada, dan apa yang belum terfasilitasi. Danaunya sendiri juga tidak terintervensi dengan kegiatan mesin, seperti boat itu  tidak ada. Jadi kami sangat enjoy menata,” ucapnya.

Terkait anggaran yang dibutuhkan untuk menata Danau Buyan menjadi tempat wisata alam ini, Putra menyebut diperkirakan mencapai Rp 350 miliar. Sementara terkait waktu pengerjaan, diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Buleleng. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyebut penataan Danau Buyan memiliki tiga sungsi. Seperti fungsi pemanfaatan air bersih, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Suradnyana mengatakan, penataan menjadi tempat wisata alam ini dilakukan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Desa Pancasari dan sekitarnya, terlebih juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng.

Baca Juga :  Ratusan Hotel dan Restoran Karangasem Kelimpungan Urus TDUP

“Kita punya dua danau kembar, yakni Buyan dan Tamblingan, sama sekali belum memiliki kontribusi untuk daerah. Oleh karena itu, dengan penataan Danau Buyan ini, saya berharap bisa memberikan manfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Suradnyana berencana akan mempresentasikan DED ini ke Pemprov Bali, BKSDA Bali, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, agar rencana penataan tersebut dapat disetujui. “Kalau bicara soal target nanti dulu. BKD Buleleng saya tugaskan untuk menata aset-aset mana punya masyarakat, mana tanah pemerintah. Biar pola kemitraan antara masyarakat dan pemerintah berjalan baik. Kalau sudah selesai semua, baru dipresentasikan ke Gubernur, BKSDA, dan BWS,” tutupnya. 

Rencana inipun mendapat lampu hijau dari Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa. Politisi asal Desa Selat ini, sangat mendukung rencana Pemkab Buleleng ini, agar wisata di wilayah Desa Pancasari semakin berkembang. “Saya sangat setuju, bahkan mendorong agar ini bisa cepat terwujud, karena Danau Buyan ini bisa menjadi salah satu sumber PAD Buleleng. Saran saya, Pemkab bangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat, tokoh agama dan para budayawan, agar tidak ada riak-riak yang dihadapi kedepan,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/