alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Topang CHSE, Digitalisasi Sport Tourism Berbasis QRIS Diresmikan

BADUNG, BALI EXPRESS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Daerah Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali serta Bank Mandiri meresmikan Digitalisasi Sport Tourism Berbasis QRIS dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Bali di Nusa Dua, Minggu (21/3). 

Upaya inin dilaksanakan untuk memastikan dan menopang penerapan protokol tatanan kehidupan baru di sektor Pariwisata, sekaligus penerapan transaksi pembayaran berbasis digital dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Bank Mandiri dan pengelola serta Pemerintah Provinsi Bali.

Kerjasama ini guna mempersiapkan seluruh objek wisata olahraga golf hingga water sport yang ada di Bali sebagai destinasi tujuan sport tourism, telah menerapkan tatanan kehidupan era baru dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dan menerapkan metode transaksi pembayaran berbasis QRIS.

“Peresmian digitalisasi Lapangan Golf hingga water sport sebagai sport tourism berbasis digital, dipilih sebagai perwakilan objek wisata olahraga yang memiliki daya tarik. Serta sangat digemari wisatawan dan menjadi kekhasan Bali, karena tidak semua wilayah memiliki fasilitas sport tourism seperti yang dimiliki Bali,” ujarnya. 

Menurut Trisno, sport tourism seperti ini perlu dipersiapkan untuk menerapkan protokol tata kehidupan Bali Era Baru. Termasuk digitalisasi dalam transaksi pembayaran yang akan sangat diperlukan untuk menarik kunjungan wisatawan. 

Hal ini dikarenakan kedepan pariwisata akan lebih berorientasi kepada kualitas. Bergeser dari mass tourism menjadi sustainable tourism atau ekowisata. 

Adapun sport tourism diproyeksikan akan tumbuh kembali dalam kurun lima tahun kedepan.

Dalam mendukung digitalisasi, QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman. Serta dapat diaplikasikan di semua sektor dengan skala usaha mikro hingga besar. 

Selain itu, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru. Hal ini karena mendukung faktor clean, health, safety dan environmental sustainability yang menjadi syarat utama untuk dipenuhi di era pandemi. 

Trisno menyebutkan, digitalisasi berbasis QRIS diterapkan mulai dari pintu masuk, restoran dan seluruh merchant yang ada di area lapangan golf serta water sport. 

Tidak hanya itu, seluruh caddy di lapangan golf juga telah dilengkapi dengan QRIS, sehingga dapat langsung menerima pembayaran serta tip menggunakan metode digital berbasis QRIS.  

“Saat ini lima lapangan golf di Wilayah Bali, yaitu Lapangan Nusa Dua, Lapangan Pecatu, Bali Beach Golf, Pandawa Golf, dan Bali Handara Golf serta area water sport di Nusa Dua, sudah seluruhnya menerapkan protokol kesehatan dan digitalisasi berbasis QRIS. 

“Harapannya, melalui peresmian ini akan semakin mendorong percepatan dan perluasan penggunaan QRIS di Bali yang saat ini telah mencapai 196.078 merchant,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sangat mendukung program digitalisasi yang dilakukan. Karena hal ini sangat sejalan dengan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) atau kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan.

Kemenparekraf berharap tahapan kegiatan ini akan mampu memulihkan pariwisata Bali dan perekonomian masyarakat kembali bangkit. 

Pemerintah Provinsi Bali juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia bersama dengan penyelenggara jasa sistem pembayaran yang telah menginisiasi digitalisasi kawasan sport tourism di wilayah Bali, yang dapat menjadi salah satu ikon tujuan wisata menarik di Bali.(ika)


BADUNG, BALI EXPRESS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Daerah Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali serta Bank Mandiri meresmikan Digitalisasi Sport Tourism Berbasis QRIS dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Bali di Nusa Dua, Minggu (21/3). 

Upaya inin dilaksanakan untuk memastikan dan menopang penerapan protokol tatanan kehidupan baru di sektor Pariwisata, sekaligus penerapan transaksi pembayaran berbasis digital dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Bank Mandiri dan pengelola serta Pemerintah Provinsi Bali.

Kerjasama ini guna mempersiapkan seluruh objek wisata olahraga golf hingga water sport yang ada di Bali sebagai destinasi tujuan sport tourism, telah menerapkan tatanan kehidupan era baru dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dan menerapkan metode transaksi pembayaran berbasis QRIS.

“Peresmian digitalisasi Lapangan Golf hingga water sport sebagai sport tourism berbasis digital, dipilih sebagai perwakilan objek wisata olahraga yang memiliki daya tarik. Serta sangat digemari wisatawan dan menjadi kekhasan Bali, karena tidak semua wilayah memiliki fasilitas sport tourism seperti yang dimiliki Bali,” ujarnya. 

Menurut Trisno, sport tourism seperti ini perlu dipersiapkan untuk menerapkan protokol tata kehidupan Bali Era Baru. Termasuk digitalisasi dalam transaksi pembayaran yang akan sangat diperlukan untuk menarik kunjungan wisatawan. 

Hal ini dikarenakan kedepan pariwisata akan lebih berorientasi kepada kualitas. Bergeser dari mass tourism menjadi sustainable tourism atau ekowisata. 

Adapun sport tourism diproyeksikan akan tumbuh kembali dalam kurun lima tahun kedepan.

Dalam mendukung digitalisasi, QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman. Serta dapat diaplikasikan di semua sektor dengan skala usaha mikro hingga besar. 

Selain itu, QRIS sebagai instrumen pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru. Hal ini karena mendukung faktor clean, health, safety dan environmental sustainability yang menjadi syarat utama untuk dipenuhi di era pandemi. 

Trisno menyebutkan, digitalisasi berbasis QRIS diterapkan mulai dari pintu masuk, restoran dan seluruh merchant yang ada di area lapangan golf serta water sport. 

Tidak hanya itu, seluruh caddy di lapangan golf juga telah dilengkapi dengan QRIS, sehingga dapat langsung menerima pembayaran serta tip menggunakan metode digital berbasis QRIS.  

“Saat ini lima lapangan golf di Wilayah Bali, yaitu Lapangan Nusa Dua, Lapangan Pecatu, Bali Beach Golf, Pandawa Golf, dan Bali Handara Golf serta area water sport di Nusa Dua, sudah seluruhnya menerapkan protokol kesehatan dan digitalisasi berbasis QRIS. 

“Harapannya, melalui peresmian ini akan semakin mendorong percepatan dan perluasan penggunaan QRIS di Bali yang saat ini telah mencapai 196.078 merchant,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno sangat mendukung program digitalisasi yang dilakukan. Karena hal ini sangat sejalan dengan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) atau kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan.

Kemenparekraf berharap tahapan kegiatan ini akan mampu memulihkan pariwisata Bali dan perekonomian masyarakat kembali bangkit. 

Pemerintah Provinsi Bali juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia bersama dengan penyelenggara jasa sistem pembayaran yang telah menginisiasi digitalisasi kawasan sport tourism di wilayah Bali, yang dapat menjadi salah satu ikon tujuan wisata menarik di Bali.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/