alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Harga Kakao Fermentasi di Tabanan Naik Dua Kali Lipat

TABANAN, BALI EXPRESS- Memasuki akhir semester 1 tahun 2022, harga biji kakao di Kabupaten Tabanan melejit naik, bahkan menembus angka Rp 90 ribu per kilogram untuk biji kakao kualitas premium.

Ketua Koperasi Produsen Manik Amerta Buana di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, I Nyoman Suparman, menyatakan harga kakao tahun ini merupakan harga tertinggi selama 10 tahun terakhir. “Lonjakan harga kakao untuk kualitas premium ini terjadi sejak setahun lalu, jika dilihat harganya untuk tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 10 tahun lalu,” jelasnya, Kamis (19/5).

Dilanjutkan Suparman, jenis kakao yang mengalami lonjakan harga adalah kakao fermentasi kualitas premium (Grade AA). Sebelumnya harga biji kakao jenis ini berkisar antara Rp 37 ribu-Rp 45 ribu per kilogram.

Meskipun harga biji kakao mengalami lonjakan hingga lebih dari 100 persen, Suparman mengakui permintaan kakao dari pasar ekspor juga mengalami peningkatan sejak masa pandemi Covid-19 lalu.

Peningkatannya mencapai di atas 25 persen, untuk pasar ekspor maupun pasar lokal. “Peningkatan terjadi sejak tahun 2021 lalu. Tahun 2021 saja, permintaan mencapai 10 ton lebih, untuk pasar lokal dan pasar ekspor, sehingga jika dikalkulasikan peningkatan permintaan lebih dari 20 persen,” lanjutnya.

Untuk pasar ekspor, Suparman menyebutkan ada beberapa negara yang menjadi pasar utama biji kakao asal Bali, yakni Belanda, Prancis, dan Jepang. Pengiriman kakao dari Bali ke negara-negara tersebut dilakukan secara kontinyu.

“Pengiriman ke negara-negara tersebut kami lakukan rutin setahun sekali dengan jumlah yang bervariasi, tergantung pada kebutuhan kakau dari negara tersebut. Namun keseluruhan biji kakao yang dikirim adalah biji kakao fermentasi,” tutupnya.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS- Memasuki akhir semester 1 tahun 2022, harga biji kakao di Kabupaten Tabanan melejit naik, bahkan menembus angka Rp 90 ribu per kilogram untuk biji kakao kualitas premium.

Ketua Koperasi Produsen Manik Amerta Buana di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, I Nyoman Suparman, menyatakan harga kakao tahun ini merupakan harga tertinggi selama 10 tahun terakhir. “Lonjakan harga kakao untuk kualitas premium ini terjadi sejak setahun lalu, jika dilihat harganya untuk tahun ini merupakan yang tertinggi sejak 10 tahun lalu,” jelasnya, Kamis (19/5).

Dilanjutkan Suparman, jenis kakao yang mengalami lonjakan harga adalah kakao fermentasi kualitas premium (Grade AA). Sebelumnya harga biji kakao jenis ini berkisar antara Rp 37 ribu-Rp 45 ribu per kilogram.

Meskipun harga biji kakao mengalami lonjakan hingga lebih dari 100 persen, Suparman mengakui permintaan kakao dari pasar ekspor juga mengalami peningkatan sejak masa pandemi Covid-19 lalu.

Peningkatannya mencapai di atas 25 persen, untuk pasar ekspor maupun pasar lokal. “Peningkatan terjadi sejak tahun 2021 lalu. Tahun 2021 saja, permintaan mencapai 10 ton lebih, untuk pasar lokal dan pasar ekspor, sehingga jika dikalkulasikan peningkatan permintaan lebih dari 20 persen,” lanjutnya.

Untuk pasar ekspor, Suparman menyebutkan ada beberapa negara yang menjadi pasar utama biji kakao asal Bali, yakni Belanda, Prancis, dan Jepang. Pengiriman kakao dari Bali ke negara-negara tersebut dilakukan secara kontinyu.

“Pengiriman ke negara-negara tersebut kami lakukan rutin setahun sekali dengan jumlah yang bervariasi, tergantung pada kebutuhan kakau dari negara tersebut. Namun keseluruhan biji kakao yang dikirim adalah biji kakao fermentasi,” tutupnya.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/