alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Danu Beratan Tutup Empat Bulan Hilang Rp 12 Miliar

 TABANAN, BALI EXPRESS – Mulai Senin (20/7) sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan kembali dibuka untuk menerima kunjungan. Hal itu ditandai dengan penyerahan sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata oleh Bupati Tabanan yang dilakukan secara simbolis di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Adapun DTW yang telah mengantongi sertifikatyang siap kembali membuka kunjungan adalah DTW Ulun Danu (Danau) Beratan, The Blooms Garden, DTW Jatiluwih, DTW Tanah Lot, dan Kebun Raya Eka Karya Bali.

Terkait hal tersebut, Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, mengaku, belum berani memasang target kunjungan, meskipun DTW Ulun Danu Beratan kini dibuka kembali. Pasalnya,  selama ini kunjungan ke obyek wisata yang menawarkan pemandangan pura di pinggir danau itu, didominasi wisatawan mancanegara dan domestik nusantara.

Pihaknya memberikan diskon tiket mencapai 20 persen dan tiket gratis kepada anak-anak di bawah usia 12 tahun, di samping menawarkan sejumlah paket di restoran DTW Ulun Danu Beratan.

“Kalau dahulu harga tiket tamu wisatawan asing Rp 75.000 diskon 20 persen, menjadi Rp 60.000, sedangkan domestik yang sebelumnya Rp 30.000 menjadi Rp 24.000, yang rencananya akan diberlakukan sampai akhir Agustus 2020,” paparnya. Penerapan protokol kesehatan sendiri dilakukan dengan cukup ketat di area wisata, bahkan para pengunjung wajib menggunakan masker.

Di sisi lain, Mustika mengakui jika  ditutupnya DTW Ulun Danu Beratan selama empat  bulan membuat pihaknya mengalami kerugian hingga mencapai Rp 12 miliar, dengan rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 3 miliar. “Pedapatan kami selama ditutup totalnya mencapai Rp 12 miliar sudah hilang, belum lagi biaya operasional yang harus kami tanggung selama satu bulan menghabiskan Rp 150 juta. Kami juga terpaksa mengurangi jam kerja karyawan, agar kami bisa terus mempekerjakan seluruh karyawan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, DTW yang membuka kembali kunjungan ini sebelumnya telah mengajukan permohonan sertifikat. Sedangkan yang belum mengajukan akan diarahkan untuk melakukan pengurusan sertifikat terlebih dulu. “Hal ini dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan dan kesiapan DTW sebelum membuka kunjungan kembali,” ujarnya.

Selain sejumlah DTW, kata dia, kalangan hotel dan vila saat ini masih tahap pengecekan ke lapangan oleh tim, setelah mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat. Ditambahkannya, pada tahap ini kunjungan dikhususkan untuk menerima wisatawan lokal. Sebab, pihaknya tidak ingin melampaui kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang baru akan membuka kunjungan bagi wisatawan domestik pada tanggal 31 Juli mendatang dan wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang.


 TABANAN, BALI EXPRESS – Mulai Senin (20/7) sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan kembali dibuka untuk menerima kunjungan. Hal itu ditandai dengan penyerahan sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata oleh Bupati Tabanan yang dilakukan secara simbolis di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Adapun DTW yang telah mengantongi sertifikatyang siap kembali membuka kunjungan adalah DTW Ulun Danu (Danau) Beratan, The Blooms Garden, DTW Jatiluwih, DTW Tanah Lot, dan Kebun Raya Eka Karya Bali.

Terkait hal tersebut, Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, mengaku, belum berani memasang target kunjungan, meskipun DTW Ulun Danu Beratan kini dibuka kembali. Pasalnya,  selama ini kunjungan ke obyek wisata yang menawarkan pemandangan pura di pinggir danau itu, didominasi wisatawan mancanegara dan domestik nusantara.

Pihaknya memberikan diskon tiket mencapai 20 persen dan tiket gratis kepada anak-anak di bawah usia 12 tahun, di samping menawarkan sejumlah paket di restoran DTW Ulun Danu Beratan.

“Kalau dahulu harga tiket tamu wisatawan asing Rp 75.000 diskon 20 persen, menjadi Rp 60.000, sedangkan domestik yang sebelumnya Rp 30.000 menjadi Rp 24.000, yang rencananya akan diberlakukan sampai akhir Agustus 2020,” paparnya. Penerapan protokol kesehatan sendiri dilakukan dengan cukup ketat di area wisata, bahkan para pengunjung wajib menggunakan masker.

Di sisi lain, Mustika mengakui jika  ditutupnya DTW Ulun Danu Beratan selama empat  bulan membuat pihaknya mengalami kerugian hingga mencapai Rp 12 miliar, dengan rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 3 miliar. “Pedapatan kami selama ditutup totalnya mencapai Rp 12 miliar sudah hilang, belum lagi biaya operasional yang harus kami tanggung selama satu bulan menghabiskan Rp 150 juta. Kami juga terpaksa mengurangi jam kerja karyawan, agar kami bisa terus mempekerjakan seluruh karyawan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, DTW yang membuka kembali kunjungan ini sebelumnya telah mengajukan permohonan sertifikat. Sedangkan yang belum mengajukan akan diarahkan untuk melakukan pengurusan sertifikat terlebih dulu. “Hal ini dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan dan kesiapan DTW sebelum membuka kunjungan kembali,” ujarnya.

Selain sejumlah DTW, kata dia, kalangan hotel dan vila saat ini masih tahap pengecekan ke lapangan oleh tim, setelah mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat. Ditambahkannya, pada tahap ini kunjungan dikhususkan untuk menerima wisatawan lokal. Sebab, pihaknya tidak ingin melampaui kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang baru akan membuka kunjungan bagi wisatawan domestik pada tanggal 31 Juli mendatang dan wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang.


Most Read

Artikel Terbaru

/