alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dispar Buleleng Latih Pokdarwis Promosi Destinasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sektor pariwisata di Buleleng terus berbenah seiring era new normal.  Para pelaku usaha di sektor pariwisata, diharapkan benar-benar siap menjalankan usahanya di tengah pandemi Covid-19. 

Puluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Perangkat Desa di Buleleng pun diminta mempromosikan destinasi wisata yang ada. Hal ini terungkap saat Dispar Buleleng, Selasa (21/7) menggelar kegiatan pelatihan tata kelola destinasi Pariwisata Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Lovina ini, dibuka Sekda Buleleng, Gede Suyasa, diikuti sebanyak 40 orang terbagi dari Pokdarwis dan perangkat desa, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari sejumlah akademisi yang memahami bidang pariwisata.

Suyasa mengatakan, pariwisata yang ada di Bali dan Buleleng pada khususnya, mengalami tantangan yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Bahkan, semua aktivitas pariwisata vakum karena harus menyesuaikan dengan pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah, guna mencegah penularan Covid-19.

Dengan dimulainya tatanan kehidupan era baru ini, seluruh aspek kehidupan didorong untuk produktif, namun tetap harus memperketat protokol kesehatan. “Akibat Covid-19 ini banyak dampak yang dirasakan, utama di dunia usaha. Oleh karena itu, Pemkab Buleleng saat ini berjuang membangkitkan usaha dan industri pariwisata,” kata Suyasa.

Dengan adanya pelatihan tata kelola destinasi pariwisata, Suyasa mengajak semua pihak untuk memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan agar tetap produktif dan aman di tengah pandemi. “Pada tatanan kehidupan era baru ini, semua pelaku pariwisata ada persyaratan protokol kesehatan yang harus mereka pahamj. Sebab, jika nanti ada kasus di tempat destinasinya, maka berisiko pada tempat tersebut,” jelas Suyasa.

Sementara itu, Kepala Dispar Buleleng, Made Sudama Diana, menjelaskan, dengan adanya pelatihan ini, maka para pelaku pariwisata dapat mempersiapkan diri menghadapi tatanan kehidupan era baru. Selain itu, ini dapat mendorong pelayanan prima dalam menghadapi era normal baru dengan mengedepankan protokol Covid-19. “Dengan era baru ini, para pelaku pariwisata benar-benar bisa mengelola pariwisata di Buleleng sesuai dengan protokol kesehatan,” pungkas Sudama Diana.


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sektor pariwisata di Buleleng terus berbenah seiring era new normal.  Para pelaku usaha di sektor pariwisata, diharapkan benar-benar siap menjalankan usahanya di tengah pandemi Covid-19. 

Puluhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Perangkat Desa di Buleleng pun diminta mempromosikan destinasi wisata yang ada. Hal ini terungkap saat Dispar Buleleng, Selasa (21/7) menggelar kegiatan pelatihan tata kelola destinasi Pariwisata Buleleng.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Lovina ini, dibuka Sekda Buleleng, Gede Suyasa, diikuti sebanyak 40 orang terbagi dari Pokdarwis dan perangkat desa, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari sejumlah akademisi yang memahami bidang pariwisata.

Suyasa mengatakan, pariwisata yang ada di Bali dan Buleleng pada khususnya, mengalami tantangan yang cukup berat akibat pandemi Covid-19. Bahkan, semua aktivitas pariwisata vakum karena harus menyesuaikan dengan pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah, guna mencegah penularan Covid-19.

Dengan dimulainya tatanan kehidupan era baru ini, seluruh aspek kehidupan didorong untuk produktif, namun tetap harus memperketat protokol kesehatan. “Akibat Covid-19 ini banyak dampak yang dirasakan, utama di dunia usaha. Oleh karena itu, Pemkab Buleleng saat ini berjuang membangkitkan usaha dan industri pariwisata,” kata Suyasa.

Dengan adanya pelatihan tata kelola destinasi pariwisata, Suyasa mengajak semua pihak untuk memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan agar tetap produktif dan aman di tengah pandemi. “Pada tatanan kehidupan era baru ini, semua pelaku pariwisata ada persyaratan protokol kesehatan yang harus mereka pahamj. Sebab, jika nanti ada kasus di tempat destinasinya, maka berisiko pada tempat tersebut,” jelas Suyasa.

Sementara itu, Kepala Dispar Buleleng, Made Sudama Diana, menjelaskan, dengan adanya pelatihan ini, maka para pelaku pariwisata dapat mempersiapkan diri menghadapi tatanan kehidupan era baru. Selain itu, ini dapat mendorong pelayanan prima dalam menghadapi era normal baru dengan mengedepankan protokol Covid-19. “Dengan era baru ini, para pelaku pariwisata benar-benar bisa mengelola pariwisata di Buleleng sesuai dengan protokol kesehatan,” pungkas Sudama Diana.


Most Read

Artikel Terbaru

/