alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Dari 27 Ribu Pedagang se-Bali, 80 Persen Sudah Kembali ke Lapak

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kondisi pasar tradisional di Bali nampaknya sudah mendekati normal. Berdasarkan survey lapangan, dari total keseluruhan pedagang pasar yang berjumlah sebanyak 27 ribu pedagang di Bali, diperkirakan sudah 80 persen pedagang yang kembali ke lapaknya masing-masing sejak pandemi Covid-19. Demikian yang disampaikan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali, Sudadi Murtadho. 

“Pasar sudah mulai ramai lagi, tidak seperti sebelum-sebelumnya seperti masa Covid-19 atau saat PPKM Level 4. Kebetulan saya baru habis turun ke Pasar Gianyar, dan kondisinya sudah mulai ramai. Begitu juga saat hari raya kemarin, yang ke pasar sudah mulai ramai,” katanya saat dihubungi, Minggu (21/11). 

Dirinya memperkirakan, terisinya kembali lapak-lapak pasar, lantaran sejumlah pekerja pariwisata yang dirumahkan atau di-PHK, mulai melirik untuk berjualan di pasar tradisional. “Dari jumlah pedagang, dari lapak-lapak yang tersedia, kondisinya sudah mulai dipenuhi kembali oleh pedagang. Kan masa pandemi kemarin, susah juga untuk pedagang, jadi banyak yang meninggalkan lapak. Tapi berdasarkan survey sudah banyak yang isi,” ungkapnya.

Kendati tak mengantongi rincian rata-rata kunjungan pasar, Sudadi mengklaim, transaksi sudah mulai ramai. Hal ini juga didukung dengan stok produk-produk di pasar yang mencukupi. “Yang namanya pasar tradisional kan ada transaksi ada negosiasi, dan itu sudah ramai lagi. Tapi transaksi tidak jor-joran seperti sebelum pandemi. Tapi kalau (apakah masih) minim, rendah, itu tidak, saya bilang sudah mendekati 80 persen dari sebelum pandemi. Maka dari itu IKAPPI juga terus menggaungkan untuk kembali ke pasar tradisional,” tuturnya.

Kedepannya, pihaknya memperkirakan, kondisi akan kembali normal. Namun, selama baik pedagang maupun pembeli, tetap menjaga agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 dengan taat menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M. “Saya yakin ekonomi akan kembali bangkit. Begitu juga diperlukan peran pemerintah untuk mensosialisasikan secara terus-menerus untuk kembali ke pasar, agar pasar tidak tertinggal,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kondisi pasar tradisional di Bali nampaknya sudah mendekati normal. Berdasarkan survey lapangan, dari total keseluruhan pedagang pasar yang berjumlah sebanyak 27 ribu pedagang di Bali, diperkirakan sudah 80 persen pedagang yang kembali ke lapaknya masing-masing sejak pandemi Covid-19. Demikian yang disampaikan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali, Sudadi Murtadho. 

“Pasar sudah mulai ramai lagi, tidak seperti sebelum-sebelumnya seperti masa Covid-19 atau saat PPKM Level 4. Kebetulan saya baru habis turun ke Pasar Gianyar, dan kondisinya sudah mulai ramai. Begitu juga saat hari raya kemarin, yang ke pasar sudah mulai ramai,” katanya saat dihubungi, Minggu (21/11). 

Dirinya memperkirakan, terisinya kembali lapak-lapak pasar, lantaran sejumlah pekerja pariwisata yang dirumahkan atau di-PHK, mulai melirik untuk berjualan di pasar tradisional. “Dari jumlah pedagang, dari lapak-lapak yang tersedia, kondisinya sudah mulai dipenuhi kembali oleh pedagang. Kan masa pandemi kemarin, susah juga untuk pedagang, jadi banyak yang meninggalkan lapak. Tapi berdasarkan survey sudah banyak yang isi,” ungkapnya.

Kendati tak mengantongi rincian rata-rata kunjungan pasar, Sudadi mengklaim, transaksi sudah mulai ramai. Hal ini juga didukung dengan stok produk-produk di pasar yang mencukupi. “Yang namanya pasar tradisional kan ada transaksi ada negosiasi, dan itu sudah ramai lagi. Tapi transaksi tidak jor-joran seperti sebelum pandemi. Tapi kalau (apakah masih) minim, rendah, itu tidak, saya bilang sudah mendekati 80 persen dari sebelum pandemi. Maka dari itu IKAPPI juga terus menggaungkan untuk kembali ke pasar tradisional,” tuturnya.

Kedepannya, pihaknya memperkirakan, kondisi akan kembali normal. Namun, selama baik pedagang maupun pembeli, tetap menjaga agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 dengan taat menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6M. “Saya yakin ekonomi akan kembali bangkit. Begitu juga diperlukan peran pemerintah untuk mensosialisasikan secara terus-menerus untuk kembali ke pasar, agar pasar tidak tertinggal,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/