alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Kios dan Los Lantai IV Pasar Badung Denpasar 50 Persen Tutup

DENPASAR, BALI EXPRESS – Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar mencatat, 50 persen kios dan los di Lantai IV Pasar Badung, Denpasar tutup akibat pandemi Covid-19. Selain di lantai IV, kios dan los di lantai III juga banyak yang tutup dengan persentase sekitar 40 persen. 

“Sebelum pandemi memang penjualan untuk kios dan los di lantai III dan IV tidak maksimal, tetapi setelah pandemi ini tambah sepi,” ujar Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Selasa (21/9). 

Dia menambahkan, sepinya pembeli menyebabkan beberapa kios dan los sering buka tutup. Hal ini, menurutnya, selain dampak pandemi, ada beberapa pedagang yang mengeluh tempatnya terlalu tinggi. “Namun keluhan itu tidak masuk akal karena dulu Pasar Badung juga lantai III,” katanya. 

Baca Juga :  Imbau Jaga Jarak, Bule Lengar Bikin Video Lucu di Karangasem

Disampaikan pula, beberapa pedagang kios juga mengeluh karena tempat berjualannya sempit sehingga kurang leluasa menaruh barang. Lantaran menurutnya kebanyakan pedagang yang berjualan di kios adalah pedagang grosiran. “Kebanyakan yang masih buka di lantai III dan IV pedagang los, yang berjualan baju-baju dan sejenisnya. Kalau kios terkendala kios yang sempit. Ada yang menyewa dua kios namun belum bisa tempatnya dijadikan satu karena pengelolaannya belum diserahkan kepada Perumda sehingga belum bisa kami tata,” jelasnya.

Sementara untuk pengelolaan Pasar Badung menggunakan sistem perjanjian kerjasama pemanfaatan dengan Pemkot Denpasar. Namun saat ini masih sedang berproses sehingga pengelolaan Pasar Badung belum maksimal. Pihaknya juga belum bisa memperbaiki beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan seperti lift dan eskalator karena belum diserahterimakan. “Itu kendala kami, karena pengelolaannya belum diserahkan kepada kami oleh Pemkot Denpasar, sekarang masih berproses,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Nekat Gelar Sabung Ayam, Enam Warga Diamankan Polsek Abang

Pihaknya pun hanya bisa melakukan perbaikan yang sifatnya urgent seperti masalah listrik dan air. Nantinya, jika pengelolaan sudah diserahkan ke Perumda, pihaknya mengaku akan melakukan penataan ulang. “Nantinya setelah pengelolaannya diserahkan, kami akan ambil langkah-langkah untuk penataan, kami minta masukan ke pedagang, termasuk kami akan lakukan penataan ke kios dan los yang kosong,” tutupnya.(ika) 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar mencatat, 50 persen kios dan los di Lantai IV Pasar Badung, Denpasar tutup akibat pandemi Covid-19. Selain di lantai IV, kios dan los di lantai III juga banyak yang tutup dengan persentase sekitar 40 persen. 

“Sebelum pandemi memang penjualan untuk kios dan los di lantai III dan IV tidak maksimal, tetapi setelah pandemi ini tambah sepi,” ujar Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Selasa (21/9). 

Dia menambahkan, sepinya pembeli menyebabkan beberapa kios dan los sering buka tutup. Hal ini, menurutnya, selain dampak pandemi, ada beberapa pedagang yang mengeluh tempatnya terlalu tinggi. “Namun keluhan itu tidak masuk akal karena dulu Pasar Badung juga lantai III,” katanya. 

Baca Juga :  Ornamen Pasar Badung Jebol, Manajer Proyek Mengaku Sengaja Dibongkar

Disampaikan pula, beberapa pedagang kios juga mengeluh karena tempat berjualannya sempit sehingga kurang leluasa menaruh barang. Lantaran menurutnya kebanyakan pedagang yang berjualan di kios adalah pedagang grosiran. “Kebanyakan yang masih buka di lantai III dan IV pedagang los, yang berjualan baju-baju dan sejenisnya. Kalau kios terkendala kios yang sempit. Ada yang menyewa dua kios namun belum bisa tempatnya dijadikan satu karena pengelolaannya belum diserahkan kepada Perumda sehingga belum bisa kami tata,” jelasnya.

Sementara untuk pengelolaan Pasar Badung menggunakan sistem perjanjian kerjasama pemanfaatan dengan Pemkot Denpasar. Namun saat ini masih sedang berproses sehingga pengelolaan Pasar Badung belum maksimal. Pihaknya juga belum bisa memperbaiki beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan seperti lift dan eskalator karena belum diserahterimakan. “Itu kendala kami, karena pengelolaannya belum diserahkan kepada kami oleh Pemkot Denpasar, sekarang masih berproses,” ungkapnya. 

Baca Juga :  bank bjb Raih Penghargaan Top Bank Awards 2021 dari The Iconomics

Pihaknya pun hanya bisa melakukan perbaikan yang sifatnya urgent seperti masalah listrik dan air. Nantinya, jika pengelolaan sudah diserahkan ke Perumda, pihaknya mengaku akan melakukan penataan ulang. “Nantinya setelah pengelolaannya diserahkan, kami akan ambil langkah-langkah untuk penataan, kami minta masukan ke pedagang, termasuk kami akan lakukan penataan ke kios dan los yang kosong,” tutupnya.(ika) 


Most Read

Artikel Terbaru

/