alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Rencana PPKM Level III Saat Nataru, Pelaku Wisata Karangasem Pengeng

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Para pengelola akomodasi pariwisata di Karangasem tampaknya harus putar otak agar biaya operasional tetap berjalan. Sebab penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III yang juga berlaku bagi Bali jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan mempengaruhi angka kunjungan wisatawan.

 

Sejumlah pelaku hotel dan restoran di Gumi Lahar mengaku pengeng (pusing) atas kondisi ini. Mereka sempat mengutarakan bahwa saat ini hanya bisa bergantung pada tamu domestik. Momen liburan akhir tahun menjadi peluang. Meskipun tingkat keterisian kamar hotel sudah diprediksi tidak akan naik signifikan. 

 

Namun pemberlakuan PPKM level III tampaknya jadi ancaman. Kekecewaan ini bertambah setelah pembukaan penerbangan luar negeri ke Bali tidak menunjukkan perubahan apapun terhadap pariwisata Bali, khususnya Karangasem. Bahkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem menegaskan pesanan hotel masih nol.

 

Made Audi, pengelola hotel di Kecamatan Abang, mengatakan rencana penerapan PPKM Level III pasti akan berdampak terhadap angka kunjungan wisatawan ke Karangasem. Banyak pelaku pariwisata meminta mengevaluasi ulang kebijakan ini. “Dengan rencana ini, otomatis wisatawan domestik berpikir untuk liburan,” katanya, Senin (22/11).

 

Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa mengakui, sebulan Bali dibuka untuk wisatawan mancanegara saja, pemesanan kamar hotel masih nol. Apalagi rencana PPKM Level III saat libur Nataru, makin putus harapan pelaku wisata dapat kunjungan pada momen libur akhir tahun ini. “Nggak tahu sampai kapan bisa bertahan,” katanya.

 

Dia mengakui, sejumlah pekerja sudah dipanggil untuk persiapan menyambut kedatangan wisman. Termasuk kesiapan jelang libur akhir tahun. Namun belum ada gejala lonjakan kunjungan. Hal ini sangat disayangkan, mengingat sudah hampir dua tahun pariwisata Karangasem mati suri. 

 

Kata Kariasa, angka permintaan hunian jelang liburan akhir tahun sebelum pandemi Covid-19 bisa mencapai di atas 40-50 persen. Peningkatan hingga di atas 60 persen terjadi pada Desember. Namun memasuki Nopember tahun ini, pesanan kamar hotel belum menyentuh 5 persen. 

 

Seperti diketahui, rencana penerapan PPKM Level III dimaksudkan untuk memperketat mobilitas masyarakat dan mencegah lonjakan kasus Covid-19. Wilayah yang berstatus PPKM Level I maupun II akan disamaratakan menerapkan PPKM level III. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Para pengelola akomodasi pariwisata di Karangasem tampaknya harus putar otak agar biaya operasional tetap berjalan. Sebab penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III yang juga berlaku bagi Bali jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan mempengaruhi angka kunjungan wisatawan.

 

Sejumlah pelaku hotel dan restoran di Gumi Lahar mengaku pengeng (pusing) atas kondisi ini. Mereka sempat mengutarakan bahwa saat ini hanya bisa bergantung pada tamu domestik. Momen liburan akhir tahun menjadi peluang. Meskipun tingkat keterisian kamar hotel sudah diprediksi tidak akan naik signifikan. 

 

Namun pemberlakuan PPKM level III tampaknya jadi ancaman. Kekecewaan ini bertambah setelah pembukaan penerbangan luar negeri ke Bali tidak menunjukkan perubahan apapun terhadap pariwisata Bali, khususnya Karangasem. Bahkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem menegaskan pesanan hotel masih nol.

 

Made Audi, pengelola hotel di Kecamatan Abang, mengatakan rencana penerapan PPKM Level III pasti akan berdampak terhadap angka kunjungan wisatawan ke Karangasem. Banyak pelaku pariwisata meminta mengevaluasi ulang kebijakan ini. “Dengan rencana ini, otomatis wisatawan domestik berpikir untuk liburan,” katanya, Senin (22/11).

 

Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa mengakui, sebulan Bali dibuka untuk wisatawan mancanegara saja, pemesanan kamar hotel masih nol. Apalagi rencana PPKM Level III saat libur Nataru, makin putus harapan pelaku wisata dapat kunjungan pada momen libur akhir tahun ini. “Nggak tahu sampai kapan bisa bertahan,” katanya.

 

Dia mengakui, sejumlah pekerja sudah dipanggil untuk persiapan menyambut kedatangan wisman. Termasuk kesiapan jelang libur akhir tahun. Namun belum ada gejala lonjakan kunjungan. Hal ini sangat disayangkan, mengingat sudah hampir dua tahun pariwisata Karangasem mati suri. 

 

Kata Kariasa, angka permintaan hunian jelang liburan akhir tahun sebelum pandemi Covid-19 bisa mencapai di atas 40-50 persen. Peningkatan hingga di atas 60 persen terjadi pada Desember. Namun memasuki Nopember tahun ini, pesanan kamar hotel belum menyentuh 5 persen. 

 

Seperti diketahui, rencana penerapan PPKM Level III dimaksudkan untuk memperketat mobilitas masyarakat dan mencegah lonjakan kasus Covid-19. Wilayah yang berstatus PPKM Level I maupun II akan disamaratakan menerapkan PPKM level III. 


Most Read

Artikel Terbaru

/