alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pizza Uang Habiskan Rp 60 Ribu, Bisa Dijual Hingga Rp 160 Ribu

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menarik minat pembeli, pelaku usaha kian mengerahkan segala inovasinya untuk mendatangkan penghasilan. Salah satunya, yang diciptakan I Made Wira Astika ini dengan kreasi pizza-nya.

Jika  umumnya pizza terbuat dari tepung yang diracik dengan berbagai topping di atasnya, pizza karya Astika ini dibuat bukan untuk dimakan. Pizza ini terbuat dari uang asli, mulai dari pecahan Rp 2 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 100 ribu. Ia membuat kreasi pizza uang ini untuk oleh-oleh atau hadiah termasuk untuk Hari Ibu.

Ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Badung, Astika mengaku awalnya ia membuat buket bunga, tetapi saat ini kreasinya telah banyak yang menirukan. Karena sudah ramai, ia pun mencoba berinovasi dan membuat pizza uang tersebut.

“Kreasi pizza uang ini saya mulai sejak awal Desember 2021 ini. Hingga saat ini sudah terjual sebanyak 50 box pizza uang,” kata dia, Rabu (22/12).

Harga dari pizza uang ini bervariasi sesuai dengan jumlah total uang yang digunakan. Untuk pizza dengan pecahan Rp 2 ribu, jumlah nominal uang yang digunakan yakni Rp 60 ribu dan ia jual dengan harga Rp 160 ribu. “Jumlah uang yang digunakan Rp 60 ribu, saya jual Rp 160 ribu,” urainya.

Astika menjelaskan, untuk membuat pizza ini diperlukan sebanyak 30 hingga 35 lembar uang. Pemesan pizza ini rata-rata meminta agar dibuatkan pizza dengan uang pecahan Rp 20 ribu. “Yang pesan kebanyakan uang pecahan Rp 20 ribu. Pemesannya bervariasi mulai dari anak muda hingga bapak-bapak juga ada,” ungkapnya.

Untuk membuatnya, ia memaparkan, uang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam klip plastik. Uang-uang tersebut disusun melingkar di atas kotak yang menyerupai tempat pizza. Kemudian, untuk membentuk pinggiran pizza, ia mengisinya dengan uang yang digulung. Selanjutnya, barulah uang tersebut diberikan lem agar menempel. Sebagai topping, di atasnya ia tambahkan cokelat berbentuk uang gepeng.

Uangnya sendiri, disediakan langsung oleh pembuat, yang mana nantinya pembeli tinggal membayar sejumlah uang yang dipakai ditambah Rp 100 ribu.

Diakuinya, ia memilih membuat pizza uang ini karena lebih praktis dan semua orang suka uang. “Kalau buat pizza beneran kan isi ngulek, harus dipanggang juga, kalau ini tinggal tempel-tempel saja. Selain itu semua orang juga suka uang,” kata dia.

Diklaim sebagai kreasi pizza uang pertama di Bali, pemasan terbanyak saat ini digunakan sebagai hadiah untuk Hari Ibu. Yang mana, ia mempromosikan produknya melalui media sosial instagram @cokelatnyoman.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menarik minat pembeli, pelaku usaha kian mengerahkan segala inovasinya untuk mendatangkan penghasilan. Salah satunya, yang diciptakan I Made Wira Astika ini dengan kreasi pizza-nya.

Jika  umumnya pizza terbuat dari tepung yang diracik dengan berbagai topping di atasnya, pizza karya Astika ini dibuat bukan untuk dimakan. Pizza ini terbuat dari uang asli, mulai dari pecahan Rp 2 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 100 ribu. Ia membuat kreasi pizza uang ini untuk oleh-oleh atau hadiah termasuk untuk Hari Ibu.

Ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Badung, Astika mengaku awalnya ia membuat buket bunga, tetapi saat ini kreasinya telah banyak yang menirukan. Karena sudah ramai, ia pun mencoba berinovasi dan membuat pizza uang tersebut.

“Kreasi pizza uang ini saya mulai sejak awal Desember 2021 ini. Hingga saat ini sudah terjual sebanyak 50 box pizza uang,” kata dia, Rabu (22/12).

Harga dari pizza uang ini bervariasi sesuai dengan jumlah total uang yang digunakan. Untuk pizza dengan pecahan Rp 2 ribu, jumlah nominal uang yang digunakan yakni Rp 60 ribu dan ia jual dengan harga Rp 160 ribu. “Jumlah uang yang digunakan Rp 60 ribu, saya jual Rp 160 ribu,” urainya.

Astika menjelaskan, untuk membuat pizza ini diperlukan sebanyak 30 hingga 35 lembar uang. Pemesan pizza ini rata-rata meminta agar dibuatkan pizza dengan uang pecahan Rp 20 ribu. “Yang pesan kebanyakan uang pecahan Rp 20 ribu. Pemesannya bervariasi mulai dari anak muda hingga bapak-bapak juga ada,” ungkapnya.

Untuk membuatnya, ia memaparkan, uang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam klip plastik. Uang-uang tersebut disusun melingkar di atas kotak yang menyerupai tempat pizza. Kemudian, untuk membentuk pinggiran pizza, ia mengisinya dengan uang yang digulung. Selanjutnya, barulah uang tersebut diberikan lem agar menempel. Sebagai topping, di atasnya ia tambahkan cokelat berbentuk uang gepeng.

Uangnya sendiri, disediakan langsung oleh pembuat, yang mana nantinya pembeli tinggal membayar sejumlah uang yang dipakai ditambah Rp 100 ribu.

Diakuinya, ia memilih membuat pizza uang ini karena lebih praktis dan semua orang suka uang. “Kalau buat pizza beneran kan isi ngulek, harus dipanggang juga, kalau ini tinggal tempel-tempel saja. Selain itu semua orang juga suka uang,” kata dia.

Diklaim sebagai kreasi pizza uang pertama di Bali, pemasan terbanyak saat ini digunakan sebagai hadiah untuk Hari Ibu. Yang mana, ia mempromosikan produknya melalui media sosial instagram @cokelatnyoman.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/