alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Bangun Blockchain Technology Academy, ISMI Usulkan 7 Rumusan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam rangka persiapan launching Blockchain Academy sebagai sekolah online pertama, Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) bekerjasama dengan Yayasan Pengembangan Bisnis Managemen (YPBM) menggelar Seminar Nasional dan Focus Group Discussion Teknologi Blockchain Academy pada Sabtu (22/1) di Hotel Aston Denpasar, Bali.

 

Ketua Panitia seminar sekaligus SekJen ISMI, Juliana Wahid menyebutkan, seminar ini diikuti oleh 99 Profesor, Guru Besar, dan Rektor dari berbagai Universitas dengan berbagai latar belakang keilmuan. “Selain menghadirkan para Profesor dan Rektor, panitia seminar juga menghadirkan Rizki Adam (Tokoh Muda Penggiat Blockchain),” katanya dalam press conference.

 

Harapannya, ketika institut tersebut segera bisa didirikan, dampak positifnya, teknologi Blockchain tersebut dapat diimplementasikan di semua jenis industri dan bisnis.

 

Sebelum hal itu terwujud, tak ayal, perlu didirikan satu lembaga akademi khusus yang membidangi pengembangan dan penelitian secara akademik. Sehingga teknologi ini dapat menjadi sebuah mata kuliah umum baru untuk didistribusikan ke seluruh tingkatan pendidikan di Indonesia. “Inilah yang menjadi dasar kami untuk mendirikan Institut Teknologi Blockchain di Bali,” katanya.

 

Sedangkan tujuan sosial pendirian Blockchain Academy adalah membantu anak-anak putus sekolah di berbagai daerah di Indonesia, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan secara gratis dan dapat meneruskan pendidikan mereka hingga ke jenjang Perguruan Tinggi.

 

“Seminar ini terselenggara dari tanggal 21-22 Januari 2022, hasil kesimpulan dari seminar nasional ini sudah dirangkum ke dalam tujuh usulan rumusan,” ungkapnya.

 

Tujuh usulan rumusan tersebut, pertama, di Era Teknologi 4.0 terjadi perubahan yang signifikan dalam kompetensi, bukan yang besar mengalahkan yang kecil namun yang cepat mengalahkan yang lambat. Karenanya, dibutuhkan agility and adaptability agar bisa memenangkan persaingan di era 4.0.

 

“Untuk mendukung kelincahan tersebut maka dibutuhkan teknologi dan blockchain sebagai jawaban dari era teknologi 4.0. Dimana blockchain memiliki makna, block adalah catatan dan chain adalah rangkaian, sehingga menjadi bigdata yang bisa menjadi akses untuk kemajuan ekonomi, pendidikan, politik, dan sosial budaya,” kata Ketua TIM Perumus Blockchain Academy, Prof. Dr. Djafar Hafsah.

 

Kedua, ISMI sebagai inisiator dalam menjawab berbagai isu blockchain dengan melibatkan 99 guru besar (Profesor) dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia untuk mewujudkan dan mesukseskan Blockchain Teknologi University di Indonesia.

 

Ketiga, blockchain mampu mewujudkan capital inflow untuk menarik dana dari luar Indonesia. Sehingga dapat dikelola dan diedarkan di Indonesia pasca pandemi Covid-19 untuk pemulihan perekonomian nasional secara fundamental. “Ada underlying-nya bukan bubble ekonomi,” ucapnya.

 

Keempat, blockchain mampu menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang teknologi informasi untuk menekan pengangguran di Indonesia saat ini dan ke depannya. Kelima, blockchain dapat sebagai inkubator bisnis bagi UMKM di Indonesia untuk bersaing di tatanan global untuk mendapatkan investasi atau modal.

 

“ISMI menginisiasi bersama dengan grup Rizki Adam mengadakan acara ini, maksudnya sungguh-sungguh mengintensifkan blockchain dapat digunakan sebagai keperluan bisnis penduduk, aspek-aspek kehidupan di masyarakat, termasuk bagaimana blockchain bisa memberikan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, derajat teman-teman yang bergerak di UMKM,” jelasnya.

 

Keenam, permasalahan di Indonesia kebanyakan tidak mengetahui secara detail tentang blockchain namun hanya melihat aset digitalnya saja. Dalam mengatasi permasalahan tersebut tentu penting meningkatkan literasi blockchain agar terjadi kesadaran kolektif tentang pentingnya blockchain bagi pentahelix terdiri dari pemerintah, akademisi, private sektor (sektor swasta), masyarakat dan media.

 

Ketujuh, agar terjadi kontribusi kolektif dan kolaborasi di antara pentahelix maka dibutuhkan regulasi yang mengatur terkait peran masing-masing dalam membangun iklim yang sehat sesuai dengan pondasi agama, norma dan budaya Indonesia.

 

Lebih lanjut ia menambahkan, tentunya dalam menggarap hal ini, diperlukannya dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi. Sebab menurut dia, blockchain ini sudah berjalan tetapi regulasinya tertinggal. “Untuk itu kita mengharapkan pemerintah bisa membuat regulasi dan mengatur aturan mainnya, sehingga blockchain ini bisa digunakan bagi masyarakat kita utamanya yang tingkat menengah untuk berbisnis,” tandasnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam rangka persiapan launching Blockchain Academy sebagai sekolah online pertama, Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) bekerjasama dengan Yayasan Pengembangan Bisnis Managemen (YPBM) menggelar Seminar Nasional dan Focus Group Discussion Teknologi Blockchain Academy pada Sabtu (22/1) di Hotel Aston Denpasar, Bali.

 

Ketua Panitia seminar sekaligus SekJen ISMI, Juliana Wahid menyebutkan, seminar ini diikuti oleh 99 Profesor, Guru Besar, dan Rektor dari berbagai Universitas dengan berbagai latar belakang keilmuan. “Selain menghadirkan para Profesor dan Rektor, panitia seminar juga menghadirkan Rizki Adam (Tokoh Muda Penggiat Blockchain),” katanya dalam press conference.

 

Harapannya, ketika institut tersebut segera bisa didirikan, dampak positifnya, teknologi Blockchain tersebut dapat diimplementasikan di semua jenis industri dan bisnis.

 

Sebelum hal itu terwujud, tak ayal, perlu didirikan satu lembaga akademi khusus yang membidangi pengembangan dan penelitian secara akademik. Sehingga teknologi ini dapat menjadi sebuah mata kuliah umum baru untuk didistribusikan ke seluruh tingkatan pendidikan di Indonesia. “Inilah yang menjadi dasar kami untuk mendirikan Institut Teknologi Blockchain di Bali,” katanya.

 

Sedangkan tujuan sosial pendirian Blockchain Academy adalah membantu anak-anak putus sekolah di berbagai daerah di Indonesia, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan secara gratis dan dapat meneruskan pendidikan mereka hingga ke jenjang Perguruan Tinggi.

 

“Seminar ini terselenggara dari tanggal 21-22 Januari 2022, hasil kesimpulan dari seminar nasional ini sudah dirangkum ke dalam tujuh usulan rumusan,” ungkapnya.

 

Tujuh usulan rumusan tersebut, pertama, di Era Teknologi 4.0 terjadi perubahan yang signifikan dalam kompetensi, bukan yang besar mengalahkan yang kecil namun yang cepat mengalahkan yang lambat. Karenanya, dibutuhkan agility and adaptability agar bisa memenangkan persaingan di era 4.0.

 

“Untuk mendukung kelincahan tersebut maka dibutuhkan teknologi dan blockchain sebagai jawaban dari era teknologi 4.0. Dimana blockchain memiliki makna, block adalah catatan dan chain adalah rangkaian, sehingga menjadi bigdata yang bisa menjadi akses untuk kemajuan ekonomi, pendidikan, politik, dan sosial budaya,” kata Ketua TIM Perumus Blockchain Academy, Prof. Dr. Djafar Hafsah.

 

Kedua, ISMI sebagai inisiator dalam menjawab berbagai isu blockchain dengan melibatkan 99 guru besar (Profesor) dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia untuk mewujudkan dan mesukseskan Blockchain Teknologi University di Indonesia.

 

Ketiga, blockchain mampu mewujudkan capital inflow untuk menarik dana dari luar Indonesia. Sehingga dapat dikelola dan diedarkan di Indonesia pasca pandemi Covid-19 untuk pemulihan perekonomian nasional secara fundamental. “Ada underlying-nya bukan bubble ekonomi,” ucapnya.

 

Keempat, blockchain mampu menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang teknologi informasi untuk menekan pengangguran di Indonesia saat ini dan ke depannya. Kelima, blockchain dapat sebagai inkubator bisnis bagi UMKM di Indonesia untuk bersaing di tatanan global untuk mendapatkan investasi atau modal.

 

“ISMI menginisiasi bersama dengan grup Rizki Adam mengadakan acara ini, maksudnya sungguh-sungguh mengintensifkan blockchain dapat digunakan sebagai keperluan bisnis penduduk, aspek-aspek kehidupan di masyarakat, termasuk bagaimana blockchain bisa memberikan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, derajat teman-teman yang bergerak di UMKM,” jelasnya.

 

Keenam, permasalahan di Indonesia kebanyakan tidak mengetahui secara detail tentang blockchain namun hanya melihat aset digitalnya saja. Dalam mengatasi permasalahan tersebut tentu penting meningkatkan literasi blockchain agar terjadi kesadaran kolektif tentang pentingnya blockchain bagi pentahelix terdiri dari pemerintah, akademisi, private sektor (sektor swasta), masyarakat dan media.

 

Ketujuh, agar terjadi kontribusi kolektif dan kolaborasi di antara pentahelix maka dibutuhkan regulasi yang mengatur terkait peran masing-masing dalam membangun iklim yang sehat sesuai dengan pondasi agama, norma dan budaya Indonesia.

 

Lebih lanjut ia menambahkan, tentunya dalam menggarap hal ini, diperlukannya dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi. Sebab menurut dia, blockchain ini sudah berjalan tetapi regulasinya tertinggal. “Untuk itu kita mengharapkan pemerintah bisa membuat regulasi dan mengatur aturan mainnya, sehingga blockchain ini bisa digunakan bagi masyarakat kita utamanya yang tingkat menengah untuk berbisnis,” tandasnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/