alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sejumlah Retail di Bali Jual Minyak Goreng Rp 14 Ribu dengan Syarat, Aprindo ‘Harusnya Tidak Ada Syarat Khusus’

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan minyak goreng kemasan satu harga Rp 14 ribu per liter, nyatanya kisruh minyak goreng ini masih berlanjut. Teranyar, masyarakat mengeluhkan sejumlah toko menerapkan syarat bagi pelanggan agar bisa membeli minyak goreng seharga Rp 14 ribu. Salah satu contohnya, bagi masyarakat yang hendak membeli minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter, maka harus membeli sejumlah produk dari toko retail itu minimal Rp 20 ribu.

 

Adanya praktik di luar aturan ini, mendapat respon dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Provinsi Bali, Agung Agra Putra. Menurutnya, lantaran kebijakan pemerintah, harusnya tidak perlu ada syarat khusus untuk pembelian minyak goreng.

 

“Karena itu kami dari asosiasi meminta kepada seluruh retailer khususnya yang telah menjadi member Aprindo, untuk sebaiknya tidak mencantumkan syarat dan ketentuan lain yang tidak diinstruksikan oleh pemerintah dalam penjualan minyak goreng ini,” katanya saat dikonfirmasi Minggu (23/1).

 

Namun demikian, Agung mengungkapkan, Aprindo tidak memiliki kewenangan untuk menindak kasus tersebut. Melainkan melakukan komunikasi dengan retail yang bersangkutan terkait dengan hal ini. Ia menyebutkan, untuk sidak merupakan kewenangan dari pihak yang berwenang, dalam hal ini melalui Disperindag dan pihak terkait.

 

“Jika kami dimasukkan dalam tim tersebut kami tentunya akan siap untuk bekerja sama. Saat ini yang kami lakukan selaku Asosiasi adalah berkomunikasi tidak saja dengan retailer yang bersangkutan tetapi juga seluruh retail member Aprindo perihal mekanisme dan aturan program pemerintah ini,” jelasnya.

 

Lebih lanjutnya ia mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir tak kebagian minyak goreng Rp 14 ribu. Ini lantaran program minyak goreng satu harga ini bersifat jangka panjang. Sehingga, masyarakat tak perlu sampai panic buying. “Kami sedang berproses agar segera dapat menyediakan minyak goreng sesuai dengan ketetapan pemerintah. Kami berharap agar para pemasok bisa mensupport sehingga program pemerintah ini bisa segera dijalankan oleh seluruh retailer baik lokal retailer maupun ritel berjejaring nasional. Karena kembali lagi bahwa semuanya ditanggung oleh pemerintah,” tandasnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kendati pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan minyak goreng kemasan satu harga Rp 14 ribu per liter, nyatanya kisruh minyak goreng ini masih berlanjut. Teranyar, masyarakat mengeluhkan sejumlah toko menerapkan syarat bagi pelanggan agar bisa membeli minyak goreng seharga Rp 14 ribu. Salah satu contohnya, bagi masyarakat yang hendak membeli minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter, maka harus membeli sejumlah produk dari toko retail itu minimal Rp 20 ribu.

 

Adanya praktik di luar aturan ini, mendapat respon dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Provinsi Bali, Agung Agra Putra. Menurutnya, lantaran kebijakan pemerintah, harusnya tidak perlu ada syarat khusus untuk pembelian minyak goreng.

 

“Karena itu kami dari asosiasi meminta kepada seluruh retailer khususnya yang telah menjadi member Aprindo, untuk sebaiknya tidak mencantumkan syarat dan ketentuan lain yang tidak diinstruksikan oleh pemerintah dalam penjualan minyak goreng ini,” katanya saat dikonfirmasi Minggu (23/1).

 

Namun demikian, Agung mengungkapkan, Aprindo tidak memiliki kewenangan untuk menindak kasus tersebut. Melainkan melakukan komunikasi dengan retail yang bersangkutan terkait dengan hal ini. Ia menyebutkan, untuk sidak merupakan kewenangan dari pihak yang berwenang, dalam hal ini melalui Disperindag dan pihak terkait.

 

“Jika kami dimasukkan dalam tim tersebut kami tentunya akan siap untuk bekerja sama. Saat ini yang kami lakukan selaku Asosiasi adalah berkomunikasi tidak saja dengan retailer yang bersangkutan tetapi juga seluruh retail member Aprindo perihal mekanisme dan aturan program pemerintah ini,” jelasnya.

 

Lebih lanjutnya ia mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir tak kebagian minyak goreng Rp 14 ribu. Ini lantaran program minyak goreng satu harga ini bersifat jangka panjang. Sehingga, masyarakat tak perlu sampai panic buying. “Kami sedang berproses agar segera dapat menyediakan minyak goreng sesuai dengan ketetapan pemerintah. Kami berharap agar para pemasok bisa mensupport sehingga program pemerintah ini bisa segera dijalankan oleh seluruh retailer baik lokal retailer maupun ritel berjejaring nasional. Karena kembali lagi bahwa semuanya ditanggung oleh pemerintah,” tandasnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/