alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Korupsi Uang Nasabah, Eks Sales BRI Dihukum Dua Tahun

DENPASAR,BALI EXPRESS-Mantann sales BRI Gajah Mada, Putu Ririn Lersia Oktavia, 30, Kamis (22/4) divonis bersalah. Majelis hakim pimpinan Wayan Gede Rumega dengan hakim anggota Miptahul dan Nurbaya L. Gaol, menghukum Ririn selama dua tahun penjara. 

Terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain dipidana dua tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama dua bulan. 

Baca Juga :  Ini Dia Perbedaan Investasi Saham dan Kripto

Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 494,6 juta. Jika tidak dibayar, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilakukan lelang untuk membayar uang pengganti. Jika dananya tidak mencukupi,  maka dipidana selama satu tahun.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sedangkan uang Rp 123, 6 juta yang disetorkan sebagai pembayaran kerugian negara, dihitung sebagai uang pengganti,” kata hakim Rumega dala amar putusannya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Denpasar, Astawa menuntut supaya Ririn dihukum 2,5 tahun penjara, denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan dan uang pengganti Rp 494,6 juta. 

Baca Juga :  Dewan Bali Fokus Anggaran Perubahan untuk Pergerakan Ekonomi

Terdakwa kelahiran Sulanyah, Seririt, Buleleng, 28 Oktober 1990  ini, diajukan ke pengadilan lantaran mengambil dana nasabah yang menerima pelayanan pick up service atau antar jemput. 

Namun, dana nasabah itu tidak disetorkan oleh terdakwa ke rekening nasabah yang bersangkutan, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. 

Ada dua nasabah, yakni satu perusahaan lokal, dan satunya perusahaan nasional. Kerugian yang dialami oleh cabang bank BUMN di Denpasar tersebut sebesar Rp 494.639.900. Perbuatan ini dilakukan terdakwa sekitar bulan Januari 2019 sampai dengan Desember 2019. 


DENPASAR,BALI EXPRESS-Mantann sales BRI Gajah Mada, Putu Ririn Lersia Oktavia, 30, Kamis (22/4) divonis bersalah. Majelis hakim pimpinan Wayan Gede Rumega dengan hakim anggota Miptahul dan Nurbaya L. Gaol, menghukum Ririn selama dua tahun penjara. 

Terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain dipidana dua tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama dua bulan. 

Baca Juga :  Dewan Bali Fokus Anggaran Perubahan untuk Pergerakan Ekonomi

Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 494,6 juta. Jika tidak dibayar, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilakukan lelang untuk membayar uang pengganti. Jika dananya tidak mencukupi,  maka dipidana selama satu tahun.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sedangkan uang Rp 123, 6 juta yang disetorkan sebagai pembayaran kerugian negara, dihitung sebagai uang pengganti,” kata hakim Rumega dala amar putusannya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Denpasar, Astawa menuntut supaya Ririn dihukum 2,5 tahun penjara, denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan dan uang pengganti Rp 494,6 juta. 

Baca Juga :  Masuki Usia Ke-118 Tahun, PT Pegadaian (Persero) Rambah Dunia Digital

Terdakwa kelahiran Sulanyah, Seririt, Buleleng, 28 Oktober 1990  ini, diajukan ke pengadilan lantaran mengambil dana nasabah yang menerima pelayanan pick up service atau antar jemput. 

Namun, dana nasabah itu tidak disetorkan oleh terdakwa ke rekening nasabah yang bersangkutan, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. 

Ada dua nasabah, yakni satu perusahaan lokal, dan satunya perusahaan nasional. Kerugian yang dialami oleh cabang bank BUMN di Denpasar tersebut sebesar Rp 494.639.900. Perbuatan ini dilakukan terdakwa sekitar bulan Januari 2019 sampai dengan Desember 2019. 


Most Read

Artikel Terbaru

/