alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Efek Pandemi Covid-19, 63 Hotel di Badung Dijual, 1 Hotel Pindah Tangan

MANGUPURA, BALI EXPRESS —Lumpuhnya sektor pariwisata selama dua tahun lantaran pandemi Covid-19, berimbas pada bisnis perhotelan. Gegara tidak adanya kunjungan wisatawan, menyebabkan 63 hotel di Kabupaten Badung harus dijual. Bahkan satu hotel telah berpindah tangan pada 2021 lalu.

Namun, dampak pandemi ini selain memperburuk sektor pariwisata dan ekonomi, ternyata juga memberikan satu keuntungan bagi Pemkab Badung. Lantaran adanya penjualan hotel juga mampu meningkatkan pendapatan Pemkab Badung melalui Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Hal itu dibeberkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria. Ia mengatakan dampak dari pandemi Covid-19 menyebabkan 63 hotel terpaksa harus dijual. Namun hingga kini dari informasi yang didapatkan, belum seluruhnya terjual. “Informasi yang kami dapat di Badung ada 63 hotel yang dijual,” ujar Satria saat ditemui Rabu (22/6).

Menurutnya, penjualan hotel akibat pandemi ini telah terjadi sejak 2021 lalu. Bahkan sudah ada satu hotel yang sudah berpindah tangan. Dibalik terpuruknya sektor pariwisata ini ternyata memberikan kontribusi kepada pendapatan Badung dari BPHTB.

“Waktu tahun 2021 ada satu hotel yang sudah laku, BPHTB-nya saat itu hampir Rp 100 miliar. Ini yang menopang pendapatan Badung tahun 2021, yang awalnya Rp 1,6 triliun menjadi Rp 1,7 triliun,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, politisi asal Mengwi ini optimis pendapatan Badung akan terus mengalami peningkatan. Apalagi dengan adanya gelaran KTT G20 yang berlangsung di Kabupaten Badung.

Pertemuan antara pimpinan negara ini pun dinilai sebagai forum kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. “Kalau semua hotel itu laku, pendapatan dari sektor BPHTB tentu sangat tinggi. Terlebih di Badung juga digelar KTT G20, tentu kami optimistis pendapatan akan terus meningkat,” jelas politisi PDIP tersebut.

 


MANGUPURA, BALI EXPRESS —Lumpuhnya sektor pariwisata selama dua tahun lantaran pandemi Covid-19, berimbas pada bisnis perhotelan. Gegara tidak adanya kunjungan wisatawan, menyebabkan 63 hotel di Kabupaten Badung harus dijual. Bahkan satu hotel telah berpindah tangan pada 2021 lalu.

Namun, dampak pandemi ini selain memperburuk sektor pariwisata dan ekonomi, ternyata juga memberikan satu keuntungan bagi Pemkab Badung. Lantaran adanya penjualan hotel juga mampu meningkatkan pendapatan Pemkab Badung melalui Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Hal itu dibeberkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria. Ia mengatakan dampak dari pandemi Covid-19 menyebabkan 63 hotel terpaksa harus dijual. Namun hingga kini dari informasi yang didapatkan, belum seluruhnya terjual. “Informasi yang kami dapat di Badung ada 63 hotel yang dijual,” ujar Satria saat ditemui Rabu (22/6).

Menurutnya, penjualan hotel akibat pandemi ini telah terjadi sejak 2021 lalu. Bahkan sudah ada satu hotel yang sudah berpindah tangan. Dibalik terpuruknya sektor pariwisata ini ternyata memberikan kontribusi kepada pendapatan Badung dari BPHTB.

“Waktu tahun 2021 ada satu hotel yang sudah laku, BPHTB-nya saat itu hampir Rp 100 miliar. Ini yang menopang pendapatan Badung tahun 2021, yang awalnya Rp 1,6 triliun menjadi Rp 1,7 triliun,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, politisi asal Mengwi ini optimis pendapatan Badung akan terus mengalami peningkatan. Apalagi dengan adanya gelaran KTT G20 yang berlangsung di Kabupaten Badung.

Pertemuan antara pimpinan negara ini pun dinilai sebagai forum kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. “Kalau semua hotel itu laku, pendapatan dari sektor BPHTB tentu sangat tinggi. Terlebih di Badung juga digelar KTT G20, tentu kami optimistis pendapatan akan terus meningkat,” jelas politisi PDIP tersebut.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/