Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bisnis
icon featured
Bisnis

Pertama Kali, Bali Hotels Association Gelar Sustainable Food Festival

23 September 2021, 19: 20: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pertama Kali, Bali Hotels Association Gelar Sustainable Food Festival

Bali Hotels Association Gelar Sustainable Food Festival. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebuah festival makanan dengan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan akan digelar Bali Hotels Association (BHA). Festival yang bertajuk Sustainable Food Festival ini akan berlangsung dari 27 September sampai 16 Oktober di 30 hotel anggota yang berpartisipasi.

Melalui festival ini, anggota BHA yang berpartisipasi memiliki kesempatan untuk memamerkan upaya inovatif yang telah mereka lakukan dalam mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan usahanya selama ini. Selain program pengurangan sampah plastik sekali pakai yang sudah berjalan dengan baik, hotel anggota yang berpartisipasi kini ditantang untuk menyiapkan satu menu makan siang yang terdiri dari dua hidangan dengan harga maksimum Rp 200 ribu net per orang, dan satu menu makan malam dengan tiga hidangan dengan harga maksimum Rp 350 ribu net per orang.

Menurut Ketua BHA, Jean Helière, untuk dapat ditampilkan, menu-menu tersebut harus memenuhi kriteria keberlanjutan utama. Diantaranya bahan makanan menggunakan 100 persen produk dari Indonesia, menggunakan minimal 75 persen produk yang ditanam secara organik, menghormati prinsip-prinsip perdagangan yang adil, misalnya perusahaan yang dipimpin oleh wanita. Serta seluruh produk makanan laut memiliki sertifikat keberlanjutan dan produk unggas bersertifikat free range (jelajah bebas, tidak dikandangkan).

Baca juga: 52 Kereta Api Lokal di Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi 

“Festival ini juga bertujuan untuk mengurangi keluaran sampah hingga mendekati nol. Dengan mendorong hotel melakukan kegiatan pengurangan sampah seperti pengomposan dan pemisahan sampah untuk memfasilitasi upaya daur ulang. Inisiatif ini dimaksudkan untuk menetapkan tolok ukur untuk masa depan yang dapat diterapkan di seluruh area operasional di luar periode festival,” ujar Jean, Kamis (23/9).

Dirinya menjelaskan, hotel anggota yang berpartisipasi didorong untuk menyelenggarakan acara khusus dan lokakarya seputar tema berkelanjutan. Perencanaan makanan berkelanjutan mencerminkan keputusan terkait dengan pemilihan makanan dan minuman yang disajikan: harus diproduksi, diproses, didistribusi dan dibuang secara etis dengan cara-cara yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mata pencaharian yang berkelanjutan. 

Jika sertifikasi yang relevan mungkin tidak tersedia, BHA menyarankan anggotanya untuk mengadopsi praktik perdagangan adil bersama; sebuah sistem perdagangan yang telah diverifikasi pihak ketiga yang memberikan harga lebih baik, kondisi kerja yang lebih baik, keberlanjutan lokal dan ketentuan renumerasi yang adil bagi petani dan pekerja lokal. Dari sisi lingkungan, fokus diletakan pada perlindungan keanekaragaman hayati baik tumbuhan dan hewan serta kesejahteraan spesies yang dibudidayakan dan yang liar, produk yang ditanam secara organik yang melestarikan sumber daya alam dan menyediakan manfaat sosial seperti peluang pendidikan dan pengembangan untuk generasi berikutnya.

“Sanggat menggembirakan melihat hotel anggota kami turut berpartisipasi dalam festival ini. Sehingga mereka dapat berbagi tentang praktik terbaik dalam menerapkan prinsip berkelanjutan yang telah mereka jalankan selama ini,” katanya. “Sektor pariwisata akan pulih dan mulai kembali dengan cara baru yang lebih berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan menunjukkan beragam tindakan yang telah diambil untuk beradaptasi dan berkembang selama masa-masa yang paling menantang ini,” imbuh Jean.

Ia mengungkapkan, pada tahun lalu, pihaknya telah meluncurkan kampanye media sosial ‘Bali A New Kind Of Adventure’, serangkaian 6 video pendek inspiratif yang menampilkan Bali di bawah protokol kesehatan baru dan mendorong para tamu untuk bepergian secara bertanggung jawab. “Festival makanan yang akan datang ini, membawa pesan tentang perjalanan yang bertanggung jawab, mendorong anggota dan tamu hotel kami untuk berkontribusi dalam mengurangi limbah makanan melalui praktik keberlanjutan,” terangnya.

Di sisi lain, Environment Director BHA, Kevin Girard mengungkapkan, banyak pemasok telah membawa komitmen mereka terhadap kualitas dan keberlangsungan ke tingkat berikutnya dan mampu bersaing di standar internasional. “Kami mengundang tamu-tamu untuk datang, menikmati dan menemukan citarasa baru dari Bali selama periode festival,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, Sustainable Food Festival akan dimulai pada 27 September 2021, bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia dan sesuai dengan tema tahun ini yaitu “Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif (Tourism for Inclusive Growth)”. Hari Pariwisata Sedunia adalah hari peringatan global yang menumbuhkan kesadaran akan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi pariwisata serta kontribusi yang dapat diberikan sektor ini untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 

“Ini adalah kesempatan kami untuk melihat melampaui statistik pariwisata dan mengakui bahwa, di balik setiap angka, ada seseorang,” kata dia.

Festival akan berakhir pada 16 Oktober 2021 bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, yang menandai upaya bersama dalam mengurangi kelaparan dan memastikan ketersediaan makanan yang sehat untuk semua orang. Hotel yang berpartisipasi akan membuat pernyataan penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa meskipun makanan merupakan salah satu sumber kesenangan dan hiburan, namun dengan mengubah fokus ke arah mindful eating, di mana masyarakat memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang dikonsumsi, masyarakat dapat mengurangi jumlah makanan yang terbuang dan memberikan dampak positif bagi mereka yang kelaparan. 

“Festival ini terbuka untuk semua orang. Pengunjung tidak perlu menjadi tamu hotel untuk menikmati festival di hotel yang berpartisipasi. Kami mendorong semua pengunjung festival untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan mengikuti semua protokol kesehatan dan keselamatan yang berlaku,” pesannya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia