27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Akhir Pekan Rupiah Melemah, Dipengaruhi Sikap Hawkish The Fed

JAKARTA, BALI EXPRESS – Nilai Tukar (kurs) rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp 15.038 per dolar AS, Jumat sore (23/9). Penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.023 per dolar AS.

Pelemahan ini masih dipengaruhi sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang baru saja kembali menaikkan suku bunga acuan.

“Dolar AS menguat seiring optimisnya data ekonomi AS dan sikap hawkish Federal Reserve,” kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) dalam pertemuan mereka pada pekan ini serta diproyeksikan suku bunga akan terus dinaikkan hingga akhir 2023.

Selain itu penguatan dolar AS ditopang optimisnya data ekonomi AS seperti klaim awal tunjangan pengangguran yang menunjukkan sebanyak 213.000 orang yang mengajukan klaim pada pekan lalu, naik tipis dari 208.000 dari pekan sebelumnya, namun di bawah estimasi untuk jumlah klaim sebesar 218.000.

Baca Juga :  Waterblow Dibuka Lagi, Tiket Rp 10 Ribu sampai Rp 25 Ribu Per Orang

Sementara itu data neraca transaksi berjalan juga menunjukkan defisit yang mengecil pada kuartal kedua dengan berkontraksi sebesar 11,1 persen menjadi 251,1 miliar dolar AS, lebih baik dari perkiraan untuk defisit 261 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pelaku pasar juga khawatir terhadap ketegangan geopolitik terkait Rusia dengan Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke dalam perangnya melawan Ukraina sambil mengancam akan menggunakan senjata nuklir.

Putin telah melipatgandakan jumlah pasukannya dengan akan memobilisasi 300.000 tentara tambahan, jumlah yang lebih besar dari kekuatan invasi awal, dan Moskow juga tampaknya siap untuk mencaplok wilayah Ukraina di bawah kendalinya.

Baca Juga :  Juli, Bandara Ngurah Rai Layani 80 Ribu Penumpang

Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data ekonomi AS seperti flash services PMI dan flash manufacturing PMI yang dirilis bersamaan pada pukul 20.45 WIB serta pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada pukul 1.00 WIB Sabtu dini hari.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.013 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.011 per dolar AS hingga Rp15.044 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.035 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.033 per dolar AS. (antara)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS – Nilai Tukar (kurs) rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp 15.038 per dolar AS, Jumat sore (23/9). Penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.023 per dolar AS.

Pelemahan ini masih dipengaruhi sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang baru saja kembali menaikkan suku bunga acuan.

“Dolar AS menguat seiring optimisnya data ekonomi AS dan sikap hawkish Federal Reserve,” kata Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) dalam pertemuan mereka pada pekan ini serta diproyeksikan suku bunga akan terus dinaikkan hingga akhir 2023.

Selain itu penguatan dolar AS ditopang optimisnya data ekonomi AS seperti klaim awal tunjangan pengangguran yang menunjukkan sebanyak 213.000 orang yang mengajukan klaim pada pekan lalu, naik tipis dari 208.000 dari pekan sebelumnya, namun di bawah estimasi untuk jumlah klaim sebesar 218.000.

Baca Juga :  Kemendag Larang Ekspor CPO dan Produk Migor, Utamakan Dalam Negeri

Sementara itu data neraca transaksi berjalan juga menunjukkan defisit yang mengecil pada kuartal kedua dengan berkontraksi sebesar 11,1 persen menjadi 251,1 miliar dolar AS, lebih baik dari perkiraan untuk defisit 261 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pelaku pasar juga khawatir terhadap ketegangan geopolitik terkait Rusia dengan Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke dalam perangnya melawan Ukraina sambil mengancam akan menggunakan senjata nuklir.

Putin telah melipatgandakan jumlah pasukannya dengan akan memobilisasi 300.000 tentara tambahan, jumlah yang lebih besar dari kekuatan invasi awal, dan Moskow juga tampaknya siap untuk mencaplok wilayah Ukraina di bawah kendalinya.

Baca Juga :  Mendag Lutfi : Program Migor Rakyat Manfaatkan Teknologi Digital

Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data ekonomi AS seperti flash services PMI dan flash manufacturing PMI yang dirilis bersamaan pada pukul 20.45 WIB serta pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada pukul 1.00 WIB Sabtu dini hari.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.013 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.011 per dolar AS hingga Rp15.044 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.035 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.033 per dolar AS. (antara)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/