27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Dewan Kawal Aspirasi, Kementan Cairkan Bantuan Terdampak PMK

DENPASAR, BALI EXPRESS — Peternak sapi yang terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah diberikan bantuan berupa uang tunai pada beberapa hari lalu. Meski demikian, Komisi II DPRD Bali menegaskan bakal terus berupaya agar perdagangan sapi sama seperti babi, yakni tidak diharuskan untuk vaksinasi.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi menerangkan, untuk lalulintas sapi tengah diperjuangkan pihaknya. Selaku komisi yang membidangi perekonomian, Kresna Budi juga berharap agar peternak sapi dapat menyampaikan aspirasinya langsung.

“Untuk sapi, itu nanti kami perjuangkan habis vaksinasi pertama selesai. Karena kan dua kali itu vaksinasi, orang pelihara sapi prosesnya agak lama. Sedang kami perjuangkan,” jelasnya, Kamis (22/9).

Meski memang bidangnya di Komisi II, Politisi Partai Golkar ini berharap agar peternak sapi berkumpul atau perwakilan menyampaikan apa yang diharapkan. Sehingga ketika akan bersurat atau bertemu dengan orang pusat, Komisi II memiliki dasar apa yang diharapkan peternak sapi di Bali. Selain memang menggenjot vaksinasi tersebut.

Baca Juga :  Cegah Alih Fungsi Lahan, Subak di Gianyar Tolak Investor

“Peternak sapi yang belum ada yang kumpul ini. Peternak sapi paling tidak kumpul dulu ke DPRD mengajukan, ini yang belum.  Harapan kami peternak ini datang ke DPRD menyampaikan aspirasinya,” terang Kresna Budi.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengatakan, membuka pintu untuk peternak sapi, terkait apa saja yang ingin disampaikan ke pemerintah. Supaya pihaknya bisa mengawal hingga harapan peternak ini direalisasikan.

“Kalau tidak ada di kantor, bisa di rumah anggota dewan lah bertemu. Selaku wakil rakyat terbuka semua, itu yang kami harapkan. Supaya maksud dan keinginan mereka seperti apa, kami tahu dengan jelas. Paling tidak dapat bertemu lah,” tegas dia.

Sementara pada Senin lalu, Pemprov Bali menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada ratusan peternak sapi yang terdampak PMK. Terutama yang sudah dipotong bersyarat.
Bantuan berupa uang tunai tersebut diserahkan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra setelah menerima dari Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian Syamsul Maarif di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Baca Juga :  Pemuda 18 Tahun, Bisa Buka Usaha Martabak Hingga Punya 5 Cabang

Dengan demikian, Kementerian Pertanian sudah merealisasikan janjinya dengan memberikan bantuan kepada sekitar 412 peternak yang sudah setuju memotong sapi mereka dengan bersyarat sesuai program pemerintah pusat. Setiap sapi yang dipotong bersyarat dibayar pemerintah sebesar Rp10 juta.
Jumlah sapi 412 ekor itu dimiliki 150 peternak. Sebanyak 139 ekor sapi dimiliki 64 peternak dari Denpasar, Gianyar, Jembrana, Klungkung dan Tabanan. Sisanya 273 ekor sapi dimiliki 86 peternak dari Badung dan Buleleng.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Peternak sapi yang terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah diberikan bantuan berupa uang tunai pada beberapa hari lalu. Meski demikian, Komisi II DPRD Bali menegaskan bakal terus berupaya agar perdagangan sapi sama seperti babi, yakni tidak diharuskan untuk vaksinasi.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi menerangkan, untuk lalulintas sapi tengah diperjuangkan pihaknya. Selaku komisi yang membidangi perekonomian, Kresna Budi juga berharap agar peternak sapi dapat menyampaikan aspirasinya langsung.

“Untuk sapi, itu nanti kami perjuangkan habis vaksinasi pertama selesai. Karena kan dua kali itu vaksinasi, orang pelihara sapi prosesnya agak lama. Sedang kami perjuangkan,” jelasnya, Kamis (22/9).

Meski memang bidangnya di Komisi II, Politisi Partai Golkar ini berharap agar peternak sapi berkumpul atau perwakilan menyampaikan apa yang diharapkan. Sehingga ketika akan bersurat atau bertemu dengan orang pusat, Komisi II memiliki dasar apa yang diharapkan peternak sapi di Bali. Selain memang menggenjot vaksinasi tersebut.

Baca Juga :  Inovasi Saat Pandemi, Festival Virtual Salam Journey Siap Digelar

“Peternak sapi yang belum ada yang kumpul ini. Peternak sapi paling tidak kumpul dulu ke DPRD mengajukan, ini yang belum.  Harapan kami peternak ini datang ke DPRD menyampaikan aspirasinya,” terang Kresna Budi.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengatakan, membuka pintu untuk peternak sapi, terkait apa saja yang ingin disampaikan ke pemerintah. Supaya pihaknya bisa mengawal hingga harapan peternak ini direalisasikan.

“Kalau tidak ada di kantor, bisa di rumah anggota dewan lah bertemu. Selaku wakil rakyat terbuka semua, itu yang kami harapkan. Supaya maksud dan keinginan mereka seperti apa, kami tahu dengan jelas. Paling tidak dapat bertemu lah,” tegas dia.

Sementara pada Senin lalu, Pemprov Bali menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada ratusan peternak sapi yang terdampak PMK. Terutama yang sudah dipotong bersyarat.
Bantuan berupa uang tunai tersebut diserahkan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra setelah menerima dari Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian Syamsul Maarif di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Baca Juga :  Tiga Perusahaan di Bali Segera 'Go Public'

Dengan demikian, Kementerian Pertanian sudah merealisasikan janjinya dengan memberikan bantuan kepada sekitar 412 peternak yang sudah setuju memotong sapi mereka dengan bersyarat sesuai program pemerintah pusat. Setiap sapi yang dipotong bersyarat dibayar pemerintah sebesar Rp10 juta.
Jumlah sapi 412 ekor itu dimiliki 150 peternak. Sebanyak 139 ekor sapi dimiliki 64 peternak dari Denpasar, Gianyar, Jembrana, Klungkung dan Tabanan. Sisanya 273 ekor sapi dimiliki 86 peternak dari Badung dan Buleleng.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/