alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Kerja Sama Distan-Petani Panen, Gelontor Cabai dan Bawang ke Pasar

BALI EXPRESS, MANGUPURA – Cabai dan bawang hasil kerja sama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dengan para petani telah berhasil dipanen. Semula, hasil panen hanya diproyeksikan untuk pengisian Cold Atmosphere Storage (CAS). Akan tetapi, atas arahan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, komoditas tersebut disalurkan ke pasar-pasar untuk menjaga stabilitas harga.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian dan Pangan Badung Putu Oka Swadiana, mengatakan sesuai petunjuk Bupati Badung, hasil panen didistribusikan ke pasar-pasar. Hal ini sesuai tujuan awal, menjaga stabilitas harga cabai dan bawang yang fluktuatif. “Tujuan pemerintah sejak awal untuk menstabilkan harga jual, khususnya cabai dan bawang yang memang sangat mempengaruhi terhadap inflasi. Karena kerjasama ini tidak untuk mengisi CAS saja, jadi saat panen langsung didisitrubusikan ke pasar,” ungkapnya, Kamis kemarin (22/11).

Jelas Oka Swadiana, bawang yang telah panen kurang lebih 10-13 ton per hektare. Mengingat luas lahan yang ditanami mencapai 5 hektare, hasil panen yang berhasil dikumpulkan mencapai 50-65 ton. “Sedangkan untuk cabai baru sebagian panen,” jelasnya.

Baca Juga :  Permen KP 17 Terlihat Manis, Tapi Pahit Bagi Nelayan Tangkap BBL

Pejabat asal Denpasar tersebut menglaim, berkat hasil panen yang disalurkan ke pasar, sejauh ini dua komoditas tersebut mampu mencukupi kebutuhan konsumen. Apalagi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang kian dekat. “Berkat panen dari petani kita terbantu kebutuhan pasar, sehingga tidak ada kelangkaan. Karena itu harganya pun stabil,” klaimnya.

Sementara itu, guna pengisian CAS yang pembangunannya ditarget rampung bulan depan, Kadis Perikanan Badung itu menegaskan telah menyiapkan penanaman cabai dan bawang. “Kami sudah merancang untuk menanam kembali. Malah, khusus untuk bawang merah kami sudah siasati sebagian disisihkan untuk bibit, jadi tinggal menanam saja. Selebihnya nanti bibit bawang dan cabai akan kami anggarkan lagi tahun 2019,” tandasnya.

Baca Juga :  Dukung Ratusan UMKM Lokal, bjb Gelar DigiCash KickFest 

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana, mengatakan berdasarkan hasil monitoring harga, bawang merah di pasaran sekitar Rp 18 ribu hingga Rp 21 ribu perkilogram. Sementara  cabai kecil Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu perkilogram. Sedangkan cabai merah besar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu perkilogram. “Harganya relatif stabil berdasarkan perbandingan dengan sebelumnya,” akunya.

Sekadar mengingatkan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menggandeng sejumlah petani untuk menanam cabai dan bawang. Kerjasama tersebut terdiri dari 50 hektare cabai rawit dan 10 hektare cabai besar. Adapun sasarannya, yakni 17 Calon Petani, Calon Lokasi (CP/CL). Mereka tersebar di Kecamatan Mengwi, 11 CP/CL di Kecamatan Abiansemal, dan 9 CP/CL di Kecamatan Petang. Selanjutnya bawang lima hektare, dengan lima CP/CL di Kecamatan Mengwi dan dua CP/CL di Kecamatan Abiansemal. Sedangkan nanas madu dua hektare, dengan tiga CP/CL di Kecamatan Petang.


BALI EXPRESS, MANGUPURA – Cabai dan bawang hasil kerja sama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dengan para petani telah berhasil dipanen. Semula, hasil panen hanya diproyeksikan untuk pengisian Cold Atmosphere Storage (CAS). Akan tetapi, atas arahan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, komoditas tersebut disalurkan ke pasar-pasar untuk menjaga stabilitas harga.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian dan Pangan Badung Putu Oka Swadiana, mengatakan sesuai petunjuk Bupati Badung, hasil panen didistribusikan ke pasar-pasar. Hal ini sesuai tujuan awal, menjaga stabilitas harga cabai dan bawang yang fluktuatif. “Tujuan pemerintah sejak awal untuk menstabilkan harga jual, khususnya cabai dan bawang yang memang sangat mempengaruhi terhadap inflasi. Karena kerjasama ini tidak untuk mengisi CAS saja, jadi saat panen langsung didisitrubusikan ke pasar,” ungkapnya, Kamis kemarin (22/11).

Jelas Oka Swadiana, bawang yang telah panen kurang lebih 10-13 ton per hektare. Mengingat luas lahan yang ditanami mencapai 5 hektare, hasil panen yang berhasil dikumpulkan mencapai 50-65 ton. “Sedangkan untuk cabai baru sebagian panen,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Maskapai Layani Kepulangan Wisman ke Wuhan dari Ngurah Rai

Pejabat asal Denpasar tersebut menglaim, berkat hasil panen yang disalurkan ke pasar, sejauh ini dua komoditas tersebut mampu mencukupi kebutuhan konsumen. Apalagi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang kian dekat. “Berkat panen dari petani kita terbantu kebutuhan pasar, sehingga tidak ada kelangkaan. Karena itu harganya pun stabil,” klaimnya.

Sementara itu, guna pengisian CAS yang pembangunannya ditarget rampung bulan depan, Kadis Perikanan Badung itu menegaskan telah menyiapkan penanaman cabai dan bawang. “Kami sudah merancang untuk menanam kembali. Malah, khusus untuk bawang merah kami sudah siasati sebagian disisihkan untuk bibit, jadi tinggal menanam saja. Selebihnya nanti bibit bawang dan cabai akan kami anggarkan lagi tahun 2019,” tandasnya.

Baca Juga :  Permen KP 17 Terlihat Manis, Tapi Pahit Bagi Nelayan Tangkap BBL

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana, mengatakan berdasarkan hasil monitoring harga, bawang merah di pasaran sekitar Rp 18 ribu hingga Rp 21 ribu perkilogram. Sementara  cabai kecil Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu perkilogram. Sedangkan cabai merah besar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu perkilogram. “Harganya relatif stabil berdasarkan perbandingan dengan sebelumnya,” akunya.

Sekadar mengingatkan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menggandeng sejumlah petani untuk menanam cabai dan bawang. Kerjasama tersebut terdiri dari 50 hektare cabai rawit dan 10 hektare cabai besar. Adapun sasarannya, yakni 17 Calon Petani, Calon Lokasi (CP/CL). Mereka tersebar di Kecamatan Mengwi, 11 CP/CL di Kecamatan Abiansemal, dan 9 CP/CL di Kecamatan Petang. Selanjutnya bawang lima hektare, dengan lima CP/CL di Kecamatan Mengwi dan dua CP/CL di Kecamatan Abiansemal. Sedangkan nanas madu dua hektare, dengan tiga CP/CL di Kecamatan Petang.


Most Read

Artikel Terbaru

/