alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Ketahui Cara Lapor SPT Online Secara Mudah & Manfaatnya bagi Pengusaha

JAKARTA, BALI EXPRESS- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan sudah mulai menerima laporan surat pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan tahun pajak 2021. Simak cara lapor SPT online Pajak Tahunan secara online melalui kanal DJP Online di pajak.go.id.

Kementerian Keuangan mengumumkan wajib pajak sudah dapat melaporkan SPT Tahunan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban perpajakan. Terdapat waktu beberapa bulan bagi wajib pajak pribadi maupun badan untuk menyampaikan SPT Tahunan.

Pengertian SPT
SPT pajak adalah singkatan dari Surat Pemberitahuan Tahunan. Menurut pajak.go.id, SPT adalah dokumen yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan perhitungan serta pembayaran pajaknya. Baik untuk objek pajak maupun non-pajak.

SPT Tahunan PPh wajib dilaporkan baik oleh pribadi maupun badan usaha. SPT wajib dilaporkan oleh wajib pajak paling lambat 3 bulan setelah tahun pajak berakhir. Artinya, Anda harus melaporkan SPT selambat-lambatnya akhir Maret setiap tahunnya.

Ini berlaku untuk wajib pajak pribadi atau pekerja. Sedangkan untuk wajib pajak berbentuk badan usaha, SPT pajak online maupun offline harus dilaporkan selambat-lambatnya empat bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau bulan April.

Menurut aturan undang-undang, ada 2 jenis SPT yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. SPT Masa dipakai untuk melaporkan pajak dalam jangka waktu tertentu (bulanan). Yang termasuk SPT Masa adalah PPh 21, 22, 23, 25, 26, PPh Pasal 4 Ayat 2, PPh pasal 15, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pajak Atas Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan Pemungut PPN.

Sedangkan SPT Tahunan adalah SPT yang wajib dilaporkan setiap tahun atau pada akhir periode tahun pajak. SPT Tahunan dibagi menjadi 2 yakni SPT Tahunan Perorangan (terdiri atas 3 jenis formulir) dan SPT Badan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengatakan, batas waktu pelaporan SPT Tahunan untuk orang pribadi (OP) adalah tiga bulan setelah akhir tahun pajak atau 31 Maret, sementara untuk SPT badan adalah empat bulan setelah akhir tahun pajak, atau 31 April.

Selain itu, wajib pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT untuk paling lama dua bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain kepada Direktur Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK-9/PMK.03/2018).

Adapun, ketentuan umum dalam pelaporan SPT yakni wajib pajak harus melakukan pengisian SPT dengan benar, lengkap, dan jelas. Benar adalah benar dalam perhitungan, termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dalam penulisan, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Kemudian, wajib pajak juga harus melakukan pengisian SPT dalam bahasa Indonesia, dengan menggunakan huruf latin dan satuan mata uang rupiah atau mata uang asing apabila mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan.

Terakhir, wajib pajak diwajibkan untuk menandatangani SPT dan harus melakukan penyampaian SPT ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di mana wajib pajak terdaftar atau dikukuhkan. Saat ini, pelaporan dimudahkan dengan adanya e-filing.

Sebagai informasi, SPT merupakan surat yang digunakan wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Fungsi SPT
Banyak orang yang belum memahami dengan baik apa fungsi SPT. SPT memiliki fungsi baik bagi wajib pajak, petugas pajak maupun pemotong pajaknya. Lantas, apa saja kah itu?

Bagi wajib pajak, SPT adalah bentuk laporan pertanggung jawaban atas perhitungan jumlah pajak yang dibayarkan termasuk penjelasan apakah pembayaran pajak dilakukan sendiri atau pihak lain. SPT juga menjelaskan apakah pajak tersebut dipungut dari pribadi atau badan

Bagi PKP atau pengusaha kena pajak, SPT berfungsi sebagai alat pelaporan dan pertanggungjawaban pajaknya. Di dalamnya terdapat informasi pajak PPN dan PPnBM, hal-hal yang berhubungan dengan pengkreditan PM (Pajak Masuk) terhadap PK (Pajak Keluaran)

Pihak pemotong pajak.
Bagi pemotong pajak seperti perusahaan, adanya SPT menjadi bukti pertanggungjawaban bahwa pajak karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut sudah dibayarkan

Bagi petugas pajak. Bagi petugas pajak, SPT berfungsi sebagai alat penguji kepatuhan wajib pajak terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Selain itu, SPT juga merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan dari petugas pajak itu sendiri.

Setiap jenis pajak dilaporkan dengan menggunakan formulir yang berbeda-beda, tergantung pada jenis pajak yang Anda laporkan. Apabila SPT tidak dilaporkan sampai batas waktu yang sudah ditentukan, maka sanksi bisa dikenakan kepada wajib pajak yang bersangkutan. Untuk menghindari hal ini, lakukan pelaporan segera ke KPP Pratama di kota Anda.

Cara Lapor SPT Online
Cara lapor SPT online Pajak Tahunan dapat dilakukan secara online via DJP Online maupun offline dengan datang langsung ke kantor pelayanan pajak. Namun, untuk menghindari antrean disarankan untuk lapor SPT online pajak secara daring.

Apalagi saat ini pandemi Covid-19 juga belum berakhir. Lebih aman jika Anda menyampaikan laporan SPT pajak secara online menggunakan DJP Online.

DJP Online merupakan aplikasi dan laman resmi Direktorat Jenderal Pajak untuk memudahkan masyarakat lapor SPT online dan membayar pajak melalui e-filing dan e-billing pajak.

Untuk bisa menggunakan DJP Online, wajib pajak harus daftar terlebih dahulu melalui aplikasi DJP Online di ponsel atau laman DJP Online. Namun, untuk bisa cara daftar DJP Online, wajib pajak harus mengaktifkan terlebih dahulu Electronic Filing Identification Number (e-FIN) pajak.

Caranya daftar e-FIN pajak adalah :
Buka situs efin.pajak.go.id untuk daftar EFIN Online.

Berikan hak akses untuk menggunakan kamera pada perangkat Anda.

Klik Mulai Sekarang. Isi nomor NPWP di kolom yang tersedia lalu klik Lanjutkan.
Jika data yang dimasukkan benar maka klik Lanjutkan.

Jika nama yg ditampilkan sudah benar, akan diarahkan untuk pengambilan foto wajah.

Ambil gambar dan sistem secara otomatis akan melakukan pencocokan data.
Jika data yang cocok ditemukan, Anda akan mendapatkan notifikasi daftar EFIN online telah aktif.

Kemudian nomor EFIN akan dikirimkan ke email yang telah didaftarkan di akun pajak.go.id.

Jika e-FIN sudah terdaftar dan aktif, maka bisa mengikuti cara daftar DJP Online sebagai berikut. Mengutip laman resmi Indonesia.go.id, berikut langkah-langkah cara membuat akun DJP Online:

Kunjungi laman pajak https://pajak.go.id/registrasi lewat browser ponsel atau PC.

  • Isi data dengan nomor NPWP dan kode e-FIN yang telah Anda miliki.
  • Tulis angka NPWP tanpa tanda titik dan setrip.
  • Isi kode keamanan lalu klik Verifikasi.
  • Kemudian, masuk ke akun DJP Online login dan tuliskan email, nomor HP yang aktif, dan kode keamanan.
  • Masukkan password yang akan digunakan untuk DJP Online login. Klik Simpan setelah selesai membuat password.
  • Cek email yang telah didaftarkan.
    Klik tautan yang dikirimkan oleh DJP Online untuk mengaktifkan akun.
  • Kemudian akan muncul pemberitahuan Aktivasi Akun Berhasil. Klik Ok untuk masuk ke menu DJP Online.
  • Lalu masuk ke akun DJP Online login dengan mengisi NPWP dan password. Jika berhasil log in berarti akun telah berhasil diaktifkan.

Cara lapor SPT online pajak melalui DJP Online
Setelah mengaktivasi e-FIN dan cara daftar DJP Online, wajib pajak bisa mengikuti cara lapor SPT online dengan e-filing melalui DJP Online di bawah ini:

  • Login ke akun DJP Online di laman https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan memasukkan nomor NPWP, password, dan kode keamanan.
  • Setelah berhasil masuk, pilih pada menu e-Filing dan klik menu Buat SPT.
  • Langkah selanjutnya adalah mengisi kolom-kolom yang disediakan oleh sistem. Kolom tersebut biasanya telah terisi secara otomatis.
  • Pilih SPT yang akan dilaporkan. Bisa juga mengikuti saran yang diberikan oleh aplikasi.
  • Isi Data SPT seperti SPT yang diterima.
  • Berikutnya, isi Kode Verifikasi kemudian klik Kirim SPT.

Itulah cara lapor SPT online Pajak Tahunan secara online melalui kanal DJP Online di pajak.go.id. Ayo, jangan menunggu batas akhir pelaporan agar tidak terhambat.

Manfaat Lapor SPT Online Bagi Pengusaha
Sebagian masyarakat mungkin melihat bahwa untuk lapor SPT online cukup sulit dan berbelit-belit serta memakan banyak waktu. Padahal dengan adanya lapor SPT online melalui Klikpajak by Mekari, Anda tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor pajak untuk mengurusnya! Lantas, apa saja manfaat lapor SPT online terutama bagi pengusaha?

1. Bisnis Lebih Profesional
Dengan membayar pajak dan lapor SPT secara rutin sesuai waktu yang ditentukan, maka kredibilitas perusahaan Anda akan menjadi lebih baik di mana klien maupun kompetitor serta Anda bisa dengan lebih mudah mengatasi berbagai permasalahan keuangan dengan klien atau distributor yang telah menjalin kerja sama kontrak dengan perusahaan Anda.

2. Kondisi Keuangan yang Sehat
Memiliki bukti hasil lapor SPT online dapat menunjukkan bahwa perusahaan Anda mempunyai kondisi keuangan yang sehat. Laporan keuangan yang dipakai untuk lapor SPT juga dapat menjadikan sebuah pedoman untuk bahan evaluasi bagi perusahaan Anda di masa yang akan datang.

3. Lebih Mudah Mendapat Pinjaman dari Bank
Sebagai pengusaha, sewaktu-waktu mungkin Anda akan membutuhkan dana pinjaman dari bank yang digunakan untuk membiayai produksi perusahaan.

Jika Anda rutin melaporkan pajak, maka pihak bank akan lebih percaya karena sebagai pelaku bisnis, Anda selalu bertanggung jawab untuk membayar pajak maupun tanggung jawab pembayaran lainnya.

Oleh karena itu, jika ingin mengajukan pinjaman dana di bank Anda harus melampirkan berbagai dokumen seperti NPWP perusahaan dan bukti pelaporan pajak agar bisa lebih meyakinkan pihak bank.

Lapor SPT Online Makin Mudah dengan Klikpajak by Mekari
Klikpajak by Mekari adalah platform yang berbasis website untuk menyelesaikan kewajiban pajak seperti lapor SPT online. Anda hanya perlu memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan kemudian Klikpajak akan mengerjakannya mulai dari mengisi semua informasi ke formulir yang tepat, menghitung pajak Anda yang akurat dan sesuai dengan aturan pajak terbaru, hingga memastikan Anda bisa mendapatkan potongan-potongan pajak yang telah menjadi hak Anda.

Selain itu, Klikpajak by Mekari juga akan mengecek kembali semua pengisian apakah sudah aman di pemeriksaan pajak sebelum melaporkan.

Anda juga bisa langsung membayar pajak dan langsung mendapatkan bukti pembayaran online sehingga Klikpajak by Mekari dapat memberikan kemudahan akses bagi wajib pajak untuk melakukan pelaporan pajak dengan mudah, aman, dan terpercaya.

Hingga saat ini, Klikpajak by Mekari sudah membantu sekitar 50,000 pemilik bisnis di Indonesia terkait pengelolaan pajak melalui berbagai fitur mulai dari e-filing, e-billing, e-faktur, dan e-bupot.

 


JAKARTA, BALI EXPRESS- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan sudah mulai menerima laporan surat pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan tahun pajak 2021. Simak cara lapor SPT online Pajak Tahunan secara online melalui kanal DJP Online di pajak.go.id.

Kementerian Keuangan mengumumkan wajib pajak sudah dapat melaporkan SPT Tahunan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban perpajakan. Terdapat waktu beberapa bulan bagi wajib pajak pribadi maupun badan untuk menyampaikan SPT Tahunan.

Pengertian SPT
SPT pajak adalah singkatan dari Surat Pemberitahuan Tahunan. Menurut pajak.go.id, SPT adalah dokumen yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan perhitungan serta pembayaran pajaknya. Baik untuk objek pajak maupun non-pajak.

SPT Tahunan PPh wajib dilaporkan baik oleh pribadi maupun badan usaha. SPT wajib dilaporkan oleh wajib pajak paling lambat 3 bulan setelah tahun pajak berakhir. Artinya, Anda harus melaporkan SPT selambat-lambatnya akhir Maret setiap tahunnya.

Ini berlaku untuk wajib pajak pribadi atau pekerja. Sedangkan untuk wajib pajak berbentuk badan usaha, SPT pajak online maupun offline harus dilaporkan selambat-lambatnya empat bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau bulan April.

Menurut aturan undang-undang, ada 2 jenis SPT yaitu SPT Masa dan SPT Tahunan. SPT Masa dipakai untuk melaporkan pajak dalam jangka waktu tertentu (bulanan). Yang termasuk SPT Masa adalah PPh 21, 22, 23, 25, 26, PPh Pasal 4 Ayat 2, PPh pasal 15, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pajak Atas Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan Pemungut PPN.

Sedangkan SPT Tahunan adalah SPT yang wajib dilaporkan setiap tahun atau pada akhir periode tahun pajak. SPT Tahunan dibagi menjadi 2 yakni SPT Tahunan Perorangan (terdiri atas 3 jenis formulir) dan SPT Badan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengatakan, batas waktu pelaporan SPT Tahunan untuk orang pribadi (OP) adalah tiga bulan setelah akhir tahun pajak atau 31 Maret, sementara untuk SPT badan adalah empat bulan setelah akhir tahun pajak, atau 31 April.

Selain itu, wajib pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT untuk paling lama dua bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain kepada Direktur Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK-9/PMK.03/2018).

Adapun, ketentuan umum dalam pelaporan SPT yakni wajib pajak harus melakukan pengisian SPT dengan benar, lengkap, dan jelas. Benar adalah benar dalam perhitungan, termasuk benar dalam penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dalam penulisan, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Kemudian, wajib pajak juga harus melakukan pengisian SPT dalam bahasa Indonesia, dengan menggunakan huruf latin dan satuan mata uang rupiah atau mata uang asing apabila mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan.

Terakhir, wajib pajak diwajibkan untuk menandatangani SPT dan harus melakukan penyampaian SPT ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di mana wajib pajak terdaftar atau dikukuhkan. Saat ini, pelaporan dimudahkan dengan adanya e-filing.

Sebagai informasi, SPT merupakan surat yang digunakan wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Fungsi SPT
Banyak orang yang belum memahami dengan baik apa fungsi SPT. SPT memiliki fungsi baik bagi wajib pajak, petugas pajak maupun pemotong pajaknya. Lantas, apa saja kah itu?

Bagi wajib pajak, SPT adalah bentuk laporan pertanggung jawaban atas perhitungan jumlah pajak yang dibayarkan termasuk penjelasan apakah pembayaran pajak dilakukan sendiri atau pihak lain. SPT juga menjelaskan apakah pajak tersebut dipungut dari pribadi atau badan

Bagi PKP atau pengusaha kena pajak, SPT berfungsi sebagai alat pelaporan dan pertanggungjawaban pajaknya. Di dalamnya terdapat informasi pajak PPN dan PPnBM, hal-hal yang berhubungan dengan pengkreditan PM (Pajak Masuk) terhadap PK (Pajak Keluaran)

Pihak pemotong pajak.
Bagi pemotong pajak seperti perusahaan, adanya SPT menjadi bukti pertanggungjawaban bahwa pajak karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut sudah dibayarkan

Bagi petugas pajak. Bagi petugas pajak, SPT berfungsi sebagai alat penguji kepatuhan wajib pajak terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Selain itu, SPT juga merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan dari petugas pajak itu sendiri.

Setiap jenis pajak dilaporkan dengan menggunakan formulir yang berbeda-beda, tergantung pada jenis pajak yang Anda laporkan. Apabila SPT tidak dilaporkan sampai batas waktu yang sudah ditentukan, maka sanksi bisa dikenakan kepada wajib pajak yang bersangkutan. Untuk menghindari hal ini, lakukan pelaporan segera ke KPP Pratama di kota Anda.

Cara Lapor SPT Online
Cara lapor SPT online Pajak Tahunan dapat dilakukan secara online via DJP Online maupun offline dengan datang langsung ke kantor pelayanan pajak. Namun, untuk menghindari antrean disarankan untuk lapor SPT online pajak secara daring.

Apalagi saat ini pandemi Covid-19 juga belum berakhir. Lebih aman jika Anda menyampaikan laporan SPT pajak secara online menggunakan DJP Online.

DJP Online merupakan aplikasi dan laman resmi Direktorat Jenderal Pajak untuk memudahkan masyarakat lapor SPT online dan membayar pajak melalui e-filing dan e-billing pajak.

Untuk bisa menggunakan DJP Online, wajib pajak harus daftar terlebih dahulu melalui aplikasi DJP Online di ponsel atau laman DJP Online. Namun, untuk bisa cara daftar DJP Online, wajib pajak harus mengaktifkan terlebih dahulu Electronic Filing Identification Number (e-FIN) pajak.

Caranya daftar e-FIN pajak adalah :
Buka situs efin.pajak.go.id untuk daftar EFIN Online.

Berikan hak akses untuk menggunakan kamera pada perangkat Anda.

Klik Mulai Sekarang. Isi nomor NPWP di kolom yang tersedia lalu klik Lanjutkan.
Jika data yang dimasukkan benar maka klik Lanjutkan.

Jika nama yg ditampilkan sudah benar, akan diarahkan untuk pengambilan foto wajah.

Ambil gambar dan sistem secara otomatis akan melakukan pencocokan data.
Jika data yang cocok ditemukan, Anda akan mendapatkan notifikasi daftar EFIN online telah aktif.

Kemudian nomor EFIN akan dikirimkan ke email yang telah didaftarkan di akun pajak.go.id.

Jika e-FIN sudah terdaftar dan aktif, maka bisa mengikuti cara daftar DJP Online sebagai berikut. Mengutip laman resmi Indonesia.go.id, berikut langkah-langkah cara membuat akun DJP Online:

Kunjungi laman pajak https://pajak.go.id/registrasi lewat browser ponsel atau PC.

  • Isi data dengan nomor NPWP dan kode e-FIN yang telah Anda miliki.
  • Tulis angka NPWP tanpa tanda titik dan setrip.
  • Isi kode keamanan lalu klik Verifikasi.
  • Kemudian, masuk ke akun DJP Online login dan tuliskan email, nomor HP yang aktif, dan kode keamanan.
  • Masukkan password yang akan digunakan untuk DJP Online login. Klik Simpan setelah selesai membuat password.
  • Cek email yang telah didaftarkan.
    Klik tautan yang dikirimkan oleh DJP Online untuk mengaktifkan akun.
  • Kemudian akan muncul pemberitahuan Aktivasi Akun Berhasil. Klik Ok untuk masuk ke menu DJP Online.
  • Lalu masuk ke akun DJP Online login dengan mengisi NPWP dan password. Jika berhasil log in berarti akun telah berhasil diaktifkan.

Cara lapor SPT online pajak melalui DJP Online
Setelah mengaktivasi e-FIN dan cara daftar DJP Online, wajib pajak bisa mengikuti cara lapor SPT online dengan e-filing melalui DJP Online di bawah ini:

  • Login ke akun DJP Online di laman https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan memasukkan nomor NPWP, password, dan kode keamanan.
  • Setelah berhasil masuk, pilih pada menu e-Filing dan klik menu Buat SPT.
  • Langkah selanjutnya adalah mengisi kolom-kolom yang disediakan oleh sistem. Kolom tersebut biasanya telah terisi secara otomatis.
  • Pilih SPT yang akan dilaporkan. Bisa juga mengikuti saran yang diberikan oleh aplikasi.
  • Isi Data SPT seperti SPT yang diterima.
  • Berikutnya, isi Kode Verifikasi kemudian klik Kirim SPT.

Itulah cara lapor SPT online Pajak Tahunan secara online melalui kanal DJP Online di pajak.go.id. Ayo, jangan menunggu batas akhir pelaporan agar tidak terhambat.

Manfaat Lapor SPT Online Bagi Pengusaha
Sebagian masyarakat mungkin melihat bahwa untuk lapor SPT online cukup sulit dan berbelit-belit serta memakan banyak waktu. Padahal dengan adanya lapor SPT online melalui Klikpajak by Mekari, Anda tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor pajak untuk mengurusnya! Lantas, apa saja manfaat lapor SPT online terutama bagi pengusaha?

1. Bisnis Lebih Profesional
Dengan membayar pajak dan lapor SPT secara rutin sesuai waktu yang ditentukan, maka kredibilitas perusahaan Anda akan menjadi lebih baik di mana klien maupun kompetitor serta Anda bisa dengan lebih mudah mengatasi berbagai permasalahan keuangan dengan klien atau distributor yang telah menjalin kerja sama kontrak dengan perusahaan Anda.

2. Kondisi Keuangan yang Sehat
Memiliki bukti hasil lapor SPT online dapat menunjukkan bahwa perusahaan Anda mempunyai kondisi keuangan yang sehat. Laporan keuangan yang dipakai untuk lapor SPT juga dapat menjadikan sebuah pedoman untuk bahan evaluasi bagi perusahaan Anda di masa yang akan datang.

3. Lebih Mudah Mendapat Pinjaman dari Bank
Sebagai pengusaha, sewaktu-waktu mungkin Anda akan membutuhkan dana pinjaman dari bank yang digunakan untuk membiayai produksi perusahaan.

Jika Anda rutin melaporkan pajak, maka pihak bank akan lebih percaya karena sebagai pelaku bisnis, Anda selalu bertanggung jawab untuk membayar pajak maupun tanggung jawab pembayaran lainnya.

Oleh karena itu, jika ingin mengajukan pinjaman dana di bank Anda harus melampirkan berbagai dokumen seperti NPWP perusahaan dan bukti pelaporan pajak agar bisa lebih meyakinkan pihak bank.

Lapor SPT Online Makin Mudah dengan Klikpajak by Mekari
Klikpajak by Mekari adalah platform yang berbasis website untuk menyelesaikan kewajiban pajak seperti lapor SPT online. Anda hanya perlu memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan kemudian Klikpajak akan mengerjakannya mulai dari mengisi semua informasi ke formulir yang tepat, menghitung pajak Anda yang akurat dan sesuai dengan aturan pajak terbaru, hingga memastikan Anda bisa mendapatkan potongan-potongan pajak yang telah menjadi hak Anda.

Selain itu, Klikpajak by Mekari juga akan mengecek kembali semua pengisian apakah sudah aman di pemeriksaan pajak sebelum melaporkan.

Anda juga bisa langsung membayar pajak dan langsung mendapatkan bukti pembayaran online sehingga Klikpajak by Mekari dapat memberikan kemudahan akses bagi wajib pajak untuk melakukan pelaporan pajak dengan mudah, aman, dan terpercaya.

Hingga saat ini, Klikpajak by Mekari sudah membantu sekitar 50,000 pemilik bisnis di Indonesia terkait pengelolaan pajak melalui berbagai fitur mulai dari e-filing, e-billing, e-faktur, dan e-bupot.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/