alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Bank Indonesia Sasar Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Sosialisasikan QRIS

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pembayaran dengan sistem Quick Respon (QR) Indonesia Standar atau QRIS terus disosialisasikan Bank Indonesia (BI). Kali ini sosialisasi menyasar sivitas STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Jumat (24/6).

Kegiatan sosialisasi QRIS di STAHN Mpu Kuturan sejatinya yang kedua kalinya digelar sejak Maret 2020 lalu. Program Edukasi Publik (PEP) bersumber dari Bank Indonesia yang difasilitasi Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.

Seminar nasional bertema ‘Sistem Pembayaran Non Tunai QRIS (Quick Respon (QR) Indonesia Standar dalam Sistem Perbankkan Indonesia’, juga dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, pimpinan Bank BUMN dan Swasta serta lembaga keuangan di Kabupaten Buleleng.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia mengapresiasi atas dipilihnya sebagai lokasi sosialisasi QRIS. Menurutnya, Bank Indonesia senantiasa memberikan edukasi kepada generasi muda dalam memperkenalkan sistem pembayaran yang kian adaptif dan ramah milenial.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi, Digitalisasi Keuangan Tumbuh Tinggi

Ia menambahkan, Bank Indonesia sangat concern dalam bidang pengembangan pendidikan. Salah satunya dengan mensupport BI Corner, yaitu pojok baca yang sudah diterapkan di Perpustakaan STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak 2021 lalu.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah difasilitasi Bapak Anggota DPR RI, Gusti Agung Rai Wirajaya senantiasa berkolaborasi dengan STAHN Mpu Kuturan SIngaraja,” paparnya.

Sementara itu Gusti Agung Rai memaparkan sistem pembayaran QRIS ini adalah sebuah solusi dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi yang diluncurkan Bank Indonesia sejak Januari 2020 lalu.

“Sistem pembayaran sekarang sudah banyak berubah, dengan adanya payung hukum BI melakukan perubahan pembayaran dalam negeri maupun dalam negeri. Sekarang ini smartphone berperan penting sebagai sistem pembayaran,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Sambut Baik BI Kucurkan Beasiswa di Tengah Pandemi

Sementara itu Trisno Nugroho menyebutkan saat ini penggunaan pembarana dengan sistem QRIS di Bali tercatat 471. 266 mercant. Menariknya, mayoritas merupakan usaha mikro dan sebaran terbanyak di kota Denpasar. QRIS sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran dan praktis, sehingga meminimalisasi pemalsuan uang.

“QRIS dapat digunakan di berbagai sektor sosial ekonomi, sektor pariwisata hotel, restoran, rumah sakit, UMKM, perdagangan ritel baik pasar, toko, barang, kebutuhan pokok, rumah, makan, pedagang makanan dan minuman. Nah kalau kegiatan sosial keagamaan atau Donasi Zakat, kesehatan, pajak, hingga untuk pendidikan,” singkatnya.

Dalam kesempatan itu, ratusan mahasiswa yang memadati areal Aula STAHN Mpu Kuturan juga ditunjukkan tentang tata cara penggunaan QRIS dalam bertransaksi di produk UMKM yang menjadi mitra Bank.

 

 






Reporter: I Putu Mardika

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Pembayaran dengan sistem Quick Respon (QR) Indonesia Standar atau QRIS terus disosialisasikan Bank Indonesia (BI). Kali ini sosialisasi menyasar sivitas STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Jumat (24/6).

Kegiatan sosialisasi QRIS di STAHN Mpu Kuturan sejatinya yang kedua kalinya digelar sejak Maret 2020 lalu. Program Edukasi Publik (PEP) bersumber dari Bank Indonesia yang difasilitasi Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.

Seminar nasional bertema ‘Sistem Pembayaran Non Tunai QRIS (Quick Respon (QR) Indonesia Standar dalam Sistem Perbankkan Indonesia’, juga dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, pimpinan Bank BUMN dan Swasta serta lembaga keuangan di Kabupaten Buleleng.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia mengapresiasi atas dipilihnya sebagai lokasi sosialisasi QRIS. Menurutnya, Bank Indonesia senantiasa memberikan edukasi kepada generasi muda dalam memperkenalkan sistem pembayaran yang kian adaptif dan ramah milenial.

Baca Juga :  30 Desember Batas Akhir Penukaran Uang TE 1998-1999

Ia menambahkan, Bank Indonesia sangat concern dalam bidang pengembangan pendidikan. Salah satunya dengan mensupport BI Corner, yaitu pojok baca yang sudah diterapkan di Perpustakaan STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak 2021 lalu.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah difasilitasi Bapak Anggota DPR RI, Gusti Agung Rai Wirajaya senantiasa berkolaborasi dengan STAHN Mpu Kuturan SIngaraja,” paparnya.

Sementara itu Gusti Agung Rai memaparkan sistem pembayaran QRIS ini adalah sebuah solusi dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi yang diluncurkan Bank Indonesia sejak Januari 2020 lalu.

“Sistem pembayaran sekarang sudah banyak berubah, dengan adanya payung hukum BI melakukan perubahan pembayaran dalam negeri maupun dalam negeri. Sekarang ini smartphone berperan penting sebagai sistem pembayaran,” ungkapnya.

Baca Juga :  Topang Ekonomi, Bali Harus Galakkan Sektor UMKM dan Pertanian

Sementara itu Trisno Nugroho menyebutkan saat ini penggunaan pembarana dengan sistem QRIS di Bali tercatat 471. 266 mercant. Menariknya, mayoritas merupakan usaha mikro dan sebaran terbanyak di kota Denpasar. QRIS sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran dan praktis, sehingga meminimalisasi pemalsuan uang.

“QRIS dapat digunakan di berbagai sektor sosial ekonomi, sektor pariwisata hotel, restoran, rumah sakit, UMKM, perdagangan ritel baik pasar, toko, barang, kebutuhan pokok, rumah, makan, pedagang makanan dan minuman. Nah kalau kegiatan sosial keagamaan atau Donasi Zakat, kesehatan, pajak, hingga untuk pendidikan,” singkatnya.

Dalam kesempatan itu, ratusan mahasiswa yang memadati areal Aula STAHN Mpu Kuturan juga ditunjukkan tentang tata cara penggunaan QRIS dalam bertransaksi di produk UMKM yang menjadi mitra Bank.

 

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/