26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Penanganan Covid-19 dengan Baik, Kunci Utama Pulihkan Pariwisata

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk memulihkan industri pariwisata nasional, hal utama yang harus dilakukan adalah penanganan Covid-19 dengan baik. Selanjutnya, adalah kesiapan industri pariwisata dalam menerapkan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) International. Kemudian, mengkomunikasikan dan mempromosikan bahwa Bali aman dan siap menerima kunjungan. Demikian menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Tauhid Ahmad.

“(Langkah) Terakhir, perkembangan pariwisata di Indonesia di masa pandemi Covid-19 perlu didukung stimulus oleh pemerintah,” ujarnya Minggu (24/10).

Hal itu perlu dilakukan secara bertahap dan gencar. Mengingat, berdasarkan data yang dibeberkan Bank Indonesia Provinsi Bali, beberapa indikator menunjukkan perekonomian Bali pada triwulan III 2021 mengalami perlambatan seiring dengan diberlakukannya PPKM Level 4 di Juli dan Agustus. Namun memasuki triwulan IV 2021, perekonomian Bali mulai menggeliat yang diikuti dengan meningkatnya jumlah kedatangan penumpang di bandara Bali.

Disamping itu, menurut penuturan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, Pelaku Wisatawan Nusantara di Provinsi Bali selama Covid-19 menemukan bahwa sebagian besar kunjungan wisawatan nusantara (wisnus) di Bali berdurasi kurang dari 5 (lima) hari per kunjungan dan mayoritas membawa keluarga untuk berwisata bersama. Rata-rata pengeluaran wisnus saat ini sebesar Rp 5,5 juta per keluarga yang didominasi oleh biaya akomodasi (Rp 1,58 juta), makan dan minum (Rp 1,25 juta), serta sovenir (Rp 0,91 juta). 

“Dari sisi akomodasi, mayoritas responden memilih hotel bintang tiga ke bawah sebagai tempat menginap utama. Selanjutnya hotel bintang empat ke atas dan villa. Sementara opsi utama untuk lokasi menginap, mayoritas wisnus memilih Kabupaten Badung (Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua) sebesar 55 persen dan Denpasar (termasuk Sanur) sebesar 27 persen,” paparnya.

Di sisi lain, Vice President of Market Management Accomodation Experience Traveloka, John Safenson menyampaikan, selama pandemi Covid-19, kebersihan dan promosi merupakan alasan terbesar konsumen dalam memesan akomodasi di Bali. Adanya pekan promo atau potongan harga mampu mendorong penjualan hingga mencapai 100 persen. “Adanya long weekend juga mampu mendorong meningkatnya jumlah kunjungan ke Bali. Jumlah pemesanan akomodasi di Bali pada akhir tahun 2021 sudah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sementara untuk tahun 2022, mulai terdapat pemesanan pada long weekend di akhir Februari mendatang,” ungkapnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk memulihkan industri pariwisata nasional, hal utama yang harus dilakukan adalah penanganan Covid-19 dengan baik. Selanjutnya, adalah kesiapan industri pariwisata dalam menerapkan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) International. Kemudian, mengkomunikasikan dan mempromosikan bahwa Bali aman dan siap menerima kunjungan. Demikian menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Tauhid Ahmad.

“(Langkah) Terakhir, perkembangan pariwisata di Indonesia di masa pandemi Covid-19 perlu didukung stimulus oleh pemerintah,” ujarnya Minggu (24/10).

Hal itu perlu dilakukan secara bertahap dan gencar. Mengingat, berdasarkan data yang dibeberkan Bank Indonesia Provinsi Bali, beberapa indikator menunjukkan perekonomian Bali pada triwulan III 2021 mengalami perlambatan seiring dengan diberlakukannya PPKM Level 4 di Juli dan Agustus. Namun memasuki triwulan IV 2021, perekonomian Bali mulai menggeliat yang diikuti dengan meningkatnya jumlah kedatangan penumpang di bandara Bali.

Disamping itu, menurut penuturan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, Pelaku Wisatawan Nusantara di Provinsi Bali selama Covid-19 menemukan bahwa sebagian besar kunjungan wisawatan nusantara (wisnus) di Bali berdurasi kurang dari 5 (lima) hari per kunjungan dan mayoritas membawa keluarga untuk berwisata bersama. Rata-rata pengeluaran wisnus saat ini sebesar Rp 5,5 juta per keluarga yang didominasi oleh biaya akomodasi (Rp 1,58 juta), makan dan minum (Rp 1,25 juta), serta sovenir (Rp 0,91 juta). 

“Dari sisi akomodasi, mayoritas responden memilih hotel bintang tiga ke bawah sebagai tempat menginap utama. Selanjutnya hotel bintang empat ke atas dan villa. Sementara opsi utama untuk lokasi menginap, mayoritas wisnus memilih Kabupaten Badung (Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua) sebesar 55 persen dan Denpasar (termasuk Sanur) sebesar 27 persen,” paparnya.

Di sisi lain, Vice President of Market Management Accomodation Experience Traveloka, John Safenson menyampaikan, selama pandemi Covid-19, kebersihan dan promosi merupakan alasan terbesar konsumen dalam memesan akomodasi di Bali. Adanya pekan promo atau potongan harga mampu mendorong penjualan hingga mencapai 100 persen. “Adanya long weekend juga mampu mendorong meningkatnya jumlah kunjungan ke Bali. Jumlah pemesanan akomodasi di Bali pada akhir tahun 2021 sudah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sementara untuk tahun 2022, mulai terdapat pemesanan pada long weekend di akhir Februari mendatang,” ungkapnya.


Most Read

Artikel Terbaru