Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bisnis
icon featured
Bisnis

Kondisi Kesejahteraan Bali Menurun

24 November 2021, 18: 35: 43 WIB | editor : I Dewa Gede Rastana

Kondisi Kesejahteraan Bali Menurun

SEJAHTERA MENURUN: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Rabu (24/11). (istimewa)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS ¬– Kondisi kesejahteraan di Bali menurun, antara lain tercermin dari peningkatan persentase penduduk miskin. Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, tingkat kemiskinan Bali masih terendah, yakni 4,53 persen. Demikian yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Rabu (24/11).

“Kita lihat, tingkat kemiskinan kita itu masih terendah. Masih 4,53 persen. Itupun terendah, waktu kita sebelum Covid-19 itu kita nomor dua, setelah DKI Jakarta. Kalau pengangguran terendah terus, sebelumnya kalau tidak salah 1,42 persen tahun 2019 di Bali,” ungkap Trisno.

Tingkat pengangguran di tahun 2021 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini seiring dengan kebijakan pelonggaran PPKM. Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, pada tahun 2020, Bali menempati posisi 18 tingkat pengangguran di Indonesia, dengan nilai 5,63 persen. Sedangkan di tahun 2021, Bali menempati posisi 19 dengan nilai 5,37 persen. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian memegang peran besar dalam penyerapan tenaga kerja. 

Baca juga: Triwulan III 2021 Transaksi Saham Capai Rp 35,78 Triliun di Bali

“Sementara tingkat pengangguran di Bali yang sebelum pandemi menduduki peringkat nomor 1 terendah se-Indonesia, sejak pandemi Covid-19 bergeser peringkat ke 18 dan 19,” katanya.

Tingkat kemiskinan Bali sebelum Covid-19 menduduki posisi nomor dua setelah DKI Jakarta. Itupun, tambah Trisno, Jakarta disokong bantuan sosial dari APBD senilai Rp 1,3 triliun. “Memang pariwisata dan perekonomian Bali itu bagus. Sekarang setelah Covid-19 pun kita masih di bawah, masih terbaik sebenarnya. Semoga terus dijaga, karena sistem banjar saling membantu, masyarakat Bali yang saling bergotong-royong itu mungkin juga menjadikan Bali bisa nomor satu,” tuturnya.

Disamping itu, Bank Indonesia berada di barisan terdepan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lainnya di perbankan mendukung pemulihan ekonomi Bali. Tentunya dengan berbagai upaya yang diberikan Bank Indonesia. 

Pertama, untuk pengembangan ekonomi, Bank Indoensia menggelar Bali Jagadhita Culture Week 2021, menggiatkan on boarding UMKM melibatkan 1.130 UMKM se-Bali dukungan terhadap GNBBI (virtual), Karya Kreatif Indonesia (KKI) menghadirkan UMKM binaan BI dan mitra promosi produk UMKM di Bali, Jakarta, dan luar negeri, dan penyaluran beasiswa kepada mahasiswa. 

Kedua, pengendalian inflasi melalui Pilot Project Smart Farming padi dan bawang (Gianyar), Sekolah Lapang Cuaca Klaster Cabai (Karangsem), fasilitas MoU kerjasama antar daerah, penyelenggaran Hight Level Meeting TPID kepada provinsi dan semua kabupaten atau kota, bantuan saprodi dan dukungan teknis ke UMKM binaan, mendukung pelaksanaan pasar gotong royong.

Ketiga, advisory, dengan penyelenggaraan webinar bertopik pemulihan ekonomi melalui vaksinasi, dan lain-lain, penyelenggaraan REKDA setiap triwulanan, penyusunan laporan perekonomian Provinsi Bali yang dipublikasi setiap triwulanan, penyusunan penelitian ekonomi, dan penyelenggaraan KTT G20.

Keempat, sistem pembayaran, meliputi implementasi digital pembayaran berbasis QRIS Rumah Sakit se-Bali, penyelenggaran webinar series Adaptasi Digital di Tengah Penurunan Pariwisata, digitalisasi kawasan pusat Pasar Tenun dan Pasar Tradisional Klungkung, dan sebagainya.

(bx/ika/ras/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia