alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Mimih, UMK Karangasem Naik Hanya Rp 1

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karangasem pada 2021 disebut bertahan. Namun nilai upah pada 2022 telah dibahas dan disetujui. Sesuai kesepakatan, UMK Karangasem tahun depan nyaris tidak ada peningkatan karena naiknya hanya 1 rupiah saja dari tahun 2021.

 

UMK Karangasem semula berada di angka Rp 2.555.469 perbulan naik menjadi Rp 2.555.470 perbulan. Keputusan ini telah disepakati antara Serikat Pekerja dengan dewan pengupahan kabupaten, Senin (22/11) lalu.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Nyoman Suradnya  mengungkapkan, nominal upah minimum diakui memang belum bisa naik meski ini sudah disebut ada kenaikan. Dia menyebut kenaikan hanya Rp 1 karena faktor pemulihan ekonomi yang belum stabil masih berlangsung.

 

Suradnya menjelaskan, saat pembahasan ada dua usulan. Dari asosiasi pengusaha mengusulkan agar UMK turun mengingat kondisi ekonomi belum pulih selama pandemi Covid-19. Sementara, serikat pekerja mengharapkan adanya peningkatan besaran UMK dari tahun sebelumnya.

 

Namun, sesuai kesepakatan, nominal UMK belum bisa naik. “Itu sudah berdasarkan hasil kajian dan rumusan,” jelasnya, Selasa (23/11). Menurut pejabat asal Subagan, Karangasem ini, sebagian besar perusahaan di Karangasem belum bisa membayar karyawannya sesuai dengan nominal UMK.

 

Justru dibayarkan di bawah upah minimum. Meski diakui semua itu tergantung kesepakatan antara perusahaan dan karyawan. Seandainya UMK dinaikkan, pihaknya khawatir perusahaan tak bisa memenuhi kewajiban itu.

 

Sebaliknya jika diturunkan, khawatir pekerja tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Keputusan ini menurut Suradnya kebijakan yang tepat. Penetapan usulan UMK Tahun 2022 juga sudah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karangasem pada 2021 disebut bertahan. Namun nilai upah pada 2022 telah dibahas dan disetujui. Sesuai kesepakatan, UMK Karangasem tahun depan nyaris tidak ada peningkatan karena naiknya hanya 1 rupiah saja dari tahun 2021.

 

UMK Karangasem semula berada di angka Rp 2.555.469 perbulan naik menjadi Rp 2.555.470 perbulan. Keputusan ini telah disepakati antara Serikat Pekerja dengan dewan pengupahan kabupaten, Senin (22/11) lalu.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Nyoman Suradnya  mengungkapkan, nominal upah minimum diakui memang belum bisa naik meski ini sudah disebut ada kenaikan. Dia menyebut kenaikan hanya Rp 1 karena faktor pemulihan ekonomi yang belum stabil masih berlangsung.

 

Suradnya menjelaskan, saat pembahasan ada dua usulan. Dari asosiasi pengusaha mengusulkan agar UMK turun mengingat kondisi ekonomi belum pulih selama pandemi Covid-19. Sementara, serikat pekerja mengharapkan adanya peningkatan besaran UMK dari tahun sebelumnya.

 

Namun, sesuai kesepakatan, nominal UMK belum bisa naik. “Itu sudah berdasarkan hasil kajian dan rumusan,” jelasnya, Selasa (23/11). Menurut pejabat asal Subagan, Karangasem ini, sebagian besar perusahaan di Karangasem belum bisa membayar karyawannya sesuai dengan nominal UMK.

 

Justru dibayarkan di bawah upah minimum. Meski diakui semua itu tergantung kesepakatan antara perusahaan dan karyawan. Seandainya UMK dinaikkan, pihaknya khawatir perusahaan tak bisa memenuhi kewajiban itu.

 

Sebaliknya jika diturunkan, khawatir pekerja tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Keputusan ini menurut Suradnya kebijakan yang tepat. Penetapan usulan UMK Tahun 2022 juga sudah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/