alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Jaga Terus Sehat, LPD Lembaga Keuangan Paling Sensitif

DENPASAR, BALI EXPRESS – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali merupakan lembaga keuangan yang paling sensitif. Sebab, lembaga ini menyangkut dengan memberi dan menerima dana dari masyarakat. Sehingga kesehatan LPD di masing-masing desa adat pun diharapkan terus dijaga. 

“LPD ini kan lembaga keuangan yang sangat sensitif, sebab memberi dan  menerima dana masyarakat. Maka sebaiknya masing-masing LPD mencegah hal yang tidak sehat, dengan cara salah satunya wajib diaudit oleh akuntan publik,” jelas Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Kory, Rabu (24/3).

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap di samping melakukan cegah dini dengan audit para pengelola, agar ditaati juga dengan mekanisme yang ada. Selain itu, mentaati aturan sebagai lembaga keuangan yang dimiliki oleh masyarkat. “Tidak boleh keluar dari jati diri LPD itu sendiri. Memberikan bantuan pinjaman desa adat, jangan keluar dari hal itu,” sambungnya.

Pria asal Singaraja ini, juga menambahkan para pengelolanya harus melakukan kalkulasi dalam penetapan persetujuan kredit. Selain itu, menghitung dengan cermat antara tabungan deposito dengan yang dimiliki, dan penyaluran kredit sebagai sumber pendapatan. “Terpenting yang tidak memiliki kewenangan agar jangan ikut campur. Contoh seperti ada yang merasa berkuasa, padahal tidak layak, dan orang luar misalnya,” tandas dia.

Disebutkannya syarat-syarat yang memiliki kewenangan dalam LPD ini harus ada kompetensi dalam pengawasan. Kemudian jangan ada pengingkaran dalam usaha jati diri LPD itu sendiri dalam simpan pinjam maupun spekulasi. Selain itu, agar adanya seleksi di dalam pemberian pinjaman atau secara selektif dan tidak longgar.

“Misalnya sudah tau  yang minjam tidak memiliki nama baik, tapi tetap dikasi. Namun demikian masih banyak juga LPD yang masih bagus. Sering yang saya sampaikan LPD memiliki kewajiban dalam pandemi ini membantu warganya secara proposional. Kalau kurang di dalam mengelola manajemen, ya bidang pendidikan harus dikasi,” imbuhnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali merupakan lembaga keuangan yang paling sensitif. Sebab, lembaga ini menyangkut dengan memberi dan menerima dana dari masyarakat. Sehingga kesehatan LPD di masing-masing desa adat pun diharapkan terus dijaga. 

“LPD ini kan lembaga keuangan yang sangat sensitif, sebab memberi dan  menerima dana masyarakat. Maka sebaiknya masing-masing LPD mencegah hal yang tidak sehat, dengan cara salah satunya wajib diaudit oleh akuntan publik,” jelas Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Kory, Rabu (24/3).

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap di samping melakukan cegah dini dengan audit para pengelola, agar ditaati juga dengan mekanisme yang ada. Selain itu, mentaati aturan sebagai lembaga keuangan yang dimiliki oleh masyarkat. “Tidak boleh keluar dari jati diri LPD itu sendiri. Memberikan bantuan pinjaman desa adat, jangan keluar dari hal itu,” sambungnya.

Pria asal Singaraja ini, juga menambahkan para pengelolanya harus melakukan kalkulasi dalam penetapan persetujuan kredit. Selain itu, menghitung dengan cermat antara tabungan deposito dengan yang dimiliki, dan penyaluran kredit sebagai sumber pendapatan. “Terpenting yang tidak memiliki kewenangan agar jangan ikut campur. Contoh seperti ada yang merasa berkuasa, padahal tidak layak, dan orang luar misalnya,” tandas dia.

Disebutkannya syarat-syarat yang memiliki kewenangan dalam LPD ini harus ada kompetensi dalam pengawasan. Kemudian jangan ada pengingkaran dalam usaha jati diri LPD itu sendiri dalam simpan pinjam maupun spekulasi. Selain itu, agar adanya seleksi di dalam pemberian pinjaman atau secara selektif dan tidak longgar.

“Misalnya sudah tau  yang minjam tidak memiliki nama baik, tapi tetap dikasi. Namun demikian masih banyak juga LPD yang masih bagus. Sering yang saya sampaikan LPD memiliki kewajiban dalam pandemi ini membantu warganya secara proposional. Kalau kurang di dalam mengelola manajemen, ya bidang pendidikan harus dikasi,” imbuhnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/