alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Biaya Isi Mobil Listrik Bisa Seperempat Harga BBM

DENPASAR, BALI EXPRESS – Indonesia saat ini masih bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) yang membebani keuangan negara. Sementara sektor transportasi yang didominasi dengan penggunaan kendaraan BBM, merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia.

Untuk itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik dengan energi domestik yang murah dan ramah lingkungan.

Ia menuturkan, pada waktu menggunakan motor atau listrik ini, emisi CO2 dipotong separuh, pun demikian pada biaya bahan bakar dipotong menjadi seperempatnya. Hal inilah, merupakan solusi bagi ketahanan energi bangsa, solusi menghemat devisa, bagi lingkungan dan bagi pertumbuhan ekonomi.

Darmawan menjelaskan dengan menggunakan listrik 1 kilowatthour (kWh), mobil listrik bisa menempuh jarak 8,5 kilometer. Sedangkan 1 liter bensin bisa menempuh jarak 10 kilometer. Artinya, 1 liter bensin setara dengan 1,2 – 1,3 kWh. Jika harga listrik SPKLU dibanderol Rp 2.500 per kWh, maka menggunakan mobil listrik hanya perlu Rp 3.000 setara per liter ekuivalen.

Baca Juga :  Tangguh dan Nyaman, Honda PCX Jadi Andalan Komunitas

“Jika dibandingkan harga BBM saat ini Rp 14 ribu, maka biaya mobil listrik bisa seperempatnya,” jelasnya, pada acara touring mobil listrik Jakarta – Denpasar, rangkaian kegiatan PLN E-Mobility di Denpasar, Minggu (24/7).

Ia memastikan para pemilik kendaraan listrik tak perlu ragu untuk melakukan perjalanan jauh. Ia mengatakan PLN akan terus menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk para pengendara mobil listrik. Hingga Juni 2022, PLN telah mengoperasikan 139 SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ini sudah saatnya kita beralih ke mobil listrik. Beralih dari kendaraan berbasis energi impor, mahal dan beremisi tinggi ke energi berbasis domestik, murah dan ramah lingkungan,” terangnya.

Baca Juga :  Penyesuaian Tarif Listrik Diberlakukan Mulai Bulan Depan

Ketua Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi), Arwani Hidayat menceritakan sensasinya menggunakan mobil listrik. Ia mengatakan dengan menggunakan mobil listrik sangat aman dan nyaman. Disebutkannya, perjalanan dari Jakarta sampai Denpasar melakukan pengisian daya sebanyak enam kali. Dalam kondisi baterai full dari Jakarta, Arwani baru mulai melakukan charge di Cirebon. Setelah memasuki Semarang, ia kemudian melakukan pengisian daya kembali.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Indonesia saat ini masih bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) yang membebani keuangan negara. Sementara sektor transportasi yang didominasi dengan penggunaan kendaraan BBM, merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia.

Untuk itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik dengan energi domestik yang murah dan ramah lingkungan.

Ia menuturkan, pada waktu menggunakan motor atau listrik ini, emisi CO2 dipotong separuh, pun demikian pada biaya bahan bakar dipotong menjadi seperempatnya. Hal inilah, merupakan solusi bagi ketahanan energi bangsa, solusi menghemat devisa, bagi lingkungan dan bagi pertumbuhan ekonomi.

Darmawan menjelaskan dengan menggunakan listrik 1 kilowatthour (kWh), mobil listrik bisa menempuh jarak 8,5 kilometer. Sedangkan 1 liter bensin bisa menempuh jarak 10 kilometer. Artinya, 1 liter bensin setara dengan 1,2 – 1,3 kWh. Jika harga listrik SPKLU dibanderol Rp 2.500 per kWh, maka menggunakan mobil listrik hanya perlu Rp 3.000 setara per liter ekuivalen.

Baca Juga :  Apel Siaga Idul Fitri, Dirut PLN Cek Pastikan Keandalan Pasokan Listrik

“Jika dibandingkan harga BBM saat ini Rp 14 ribu, maka biaya mobil listrik bisa seperempatnya,” jelasnya, pada acara touring mobil listrik Jakarta – Denpasar, rangkaian kegiatan PLN E-Mobility di Denpasar, Minggu (24/7).

Ia memastikan para pemilik kendaraan listrik tak perlu ragu untuk melakukan perjalanan jauh. Ia mengatakan PLN akan terus menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk para pengendara mobil listrik. Hingga Juni 2022, PLN telah mengoperasikan 139 SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ini sudah saatnya kita beralih ke mobil listrik. Beralih dari kendaraan berbasis energi impor, mahal dan beremisi tinggi ke energi berbasis domestik, murah dan ramah lingkungan,” terangnya.

Baca Juga :  Tunjukkan Aplikasi, Biaya Service Motor Honda Hanya Rp 4 Ribu

Ketua Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi), Arwani Hidayat menceritakan sensasinya menggunakan mobil listrik. Ia mengatakan dengan menggunakan mobil listrik sangat aman dan nyaman. Disebutkannya, perjalanan dari Jakarta sampai Denpasar melakukan pengisian daya sebanyak enam kali. Dalam kondisi baterai full dari Jakarta, Arwani baru mulai melakukan charge di Cirebon. Setelah memasuki Semarang, ia kemudian melakukan pengisian daya kembali.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/