Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bisnis
icon featured
Bisnis

Pusat Tambah 7 Penerbangan ke Bali, Soal Karantina Ini Kata Luhut

25 November 2021, 18: 01: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pusat Tambah 7 Penerbangan ke Bali, Soal Karantina Ini Kata Luhut

TAMBAH: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela kunjungannya ke Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I, Jalan By Pass Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar, Kamis (25/11). (NI KADEK RIKA RIYANTI/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemerintah pusat menambah tujuh penerbangan internasional ke Bali. Dengan tujuh penerbangan tersebut, menambah sekitar 4.500 penumpang lagi per hari. Demikian yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di sela-sela kunjungannya ke Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I, Jalan By Pass Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar, Kamis (25/11).

Dirinya pun mengatakan agar masyarakat bisa bersabar menunggu kedatangan wisatawan mancanegara. “Ya sabar dulu (soal kedatangan wisman), tadi Pak Gubernur (Wayan Koster) sudah tanya, sekarang ini kita tambah mulai besok untuk penerbangan 7 flight lagi sehingga bisa itu tambah 4500 penumpang per hari lagi,” katanya.

Soal karantina, Luhut mengungkapkan, masih menerapkan karantina bagi wisman. Yang pasti, ia tak mau Indonesia terkhusus Bali bernasib sama seperti Eropa. “Ya kita masih jalankan (karantina) saya kira kalau dari luar masih kita lakukan. Kalau dalam negeri tidak. Ya pelan-pelan, lah. Semua harus dilihat tapikan kita enggak mau seperti Eropa, terus buka naik lagi tutup lagi kita enggak mau,” katanya.

Baca juga: Pengaruh Pasar Global, Harga Minyak Goreng Naik Setiap Minggu

Dirinya pun mengatakan, nantinya jika keadaan yang disebabkan pandemi Covid-19 membaik, aturan soal karantina akan diubah. “Ya pasti dong (diubah), masa kita mau karantina sepanjang masa?” katanya.

Sementara itu, menanggapi soal penolakan penerapan PPKM Level 3 secara nasional oleh sejumlah pelaku pariwisata, Luhut menampik hal tersebut. “Enggak juga kok tadi penuh hotel. Sekarang itu ada dibikin sedikit aturan tapi aman atau tidak usah ada aturan tapi sakit. Pilih mana?” kata dia. “Pemerintah itu pasti dalam konteks melindungi rakyatnya. Jadi kalau enggak ada aturan bebas merdeka, bebas merdeka juga sakit kamu,” imbuhnya.

(bx/ika/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia